Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kejuaraan Renang Master Asia Tenggara Siap Digelar di GBK
3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 akan digelar di Stadion Akuatik GBK, Senayan. (Dok. Istimewa).
  • Indonesia menjadi tuan rumah 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 di Stadion Akuatik GBK, Senayan.

  • Hampir 600 perenang dari 76 klub atau komunitas dan lima negara Asia Tenggara akan berkompetisi.

  • Kejuaraan ini mempertemukan perenang berusia 25 hingga 86 tahun, dengan peluang pemecahan rekor dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2019

Renang master se-Asia Tenggara pertama di Indonesia diikuti 344 peserta.

2026

Indonesia menjadi tuan rumah 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026.

17-18 Oktober

Kejuaraan dijadwalkan berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Senayan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026, kejuaraan renang master di Asia Tenggara.
  • Who?
    Hampir 600 perenang dari 76 klub atau komunitas di lima negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
  • Where?
    Stadion Akuatik GBK, Senayan.
  • When?
    17-18 Oktober 2026.
  • Why?
    Para perenang berambisi memecahkan rekor SEAA Masters, bahkan rekor dunia.
  • How?
    Para peserta akan beradu cepat di kolam jarak 25 meter, dengan akses masuk gratis bagi masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia menjadi tuan rumah lomba renang di GBK. Hampir 600 orang dari lima negara ikut berenang. Ada peserta yang berumur 25 tahun dan ada juga yang berumur 86 tahun. Mereka ingin berenang cepat dan mungkin memecahkan rekor. Orang-orang boleh menonton karena masuknya gratis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kejuaraan ini menunjukkan bahwa renang dapat mempertemukan peserta dari berbagai negara, klub, dan kelompok usia. Kehadiran perenang berusia 25 hingga 86 tahun memperlihatkan ruang kompetisi yang terbuka bagi lintas generasi. Akses masuk gratis juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Akuatik GBK.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia bersiap menjadi pusat perhatian olahraga akuatik dengan menjadi tuan rumah 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026. Ajang bergengsi bagi perenang lintas generasi ini dijadwalkan berlangsung pada 17-18 Oktober di Stadion Akuatik GBK, Senayan.

Ini merupakan kali kedua Indonesia dipercaya untuk memfasilitasi kejuaraan renang master terbesar di Asia Tenggara tersebut. Ratusan perenang dari berbagai negara dan kelompok usia siap beradu cepat di kolam berukuran 25 meter.

1. Diikuti 600 perenang dari lima negara

Ajang ini sukses menyedot animo luar biasa dengan mencatatkan hampir 600 peserta dari 76 klub atau komunitas renang. Para perenang tersebut berasal dari lima negara di Asia Tenggara, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Ketua Panitia, Anita Sapardjiman, mengaku terkejut karena jumlah peserta tahun ini jauh melampaui target yang ditetapkan. Jumlahnya mengalami lonjakan, nyaris dua kali lipat.

"Renang master se-Asia Tenggara pertama tahun 2019 di Indonesia itu pesertanya 344, tapi sekarang menembus hampir 600 perenang. Dukungan atlet sungguh luar biasa," kata Anita Sapardjiman dalam keterangan resminya.

2. Incar pemecahan rekor dunia di Jakarta

Persaingan di kejuaraan ini diyakini bakal berjalan kompetitif. Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E Rahardjo, menyebut para perenang berambisi untuk memecahkan rekor SEAA Masters, bahkan rekor dunia.

"Di antara peserta ini ada pemegang rekor dunia renang master di KU 45-49 wanita, yaitu Shauna Krkalo yang akan berlomba mewakili Komunitas Renang URPA ITB. Mudah-mudahan bisa ada pemecahan rekor dunia di Stadion Akuatik GBK," ujar Herlin.

3. Olahraga renang untuk semua generasi

Daya tarik utama kejuaraan master ini terletak pada keberagaman usia pesertanya yang mencolok. Peserta termuda edisi kali ini, Ryeza Aaron Naipospos (Putra) dan Azka Fitri Humaira (Putri), baru menginjak 25 tahun.

Kompetisi ini juga diikuti oleh peserta tertua yang sama-sama berusia 86 tahun, yakni Rahardjo Djojonegoro dan Kartini Sapardjiman dari klub IMS. Bagi masyarakat yang penasaran melihat aksi para perenang lintas generasi ini, panitia menggratiskan akses masuknya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article