Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Karier Daniel Ricciardo di Formula 1 Berakhir Buruk?

Daniel Ricciardo pada Formula 1 Grand Prix China 2024
Daniel Ricciardo pada Formula 1 Grand Prix China 2024 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya sih...
  • Daniel Ricciardo keluar dari Red Bull setelah hanya meraup 18 poin pada 2023—2024.
  • Ricciardo layak memperoleh perlakuan jauh lebih baik dari Red Bull.
  • Kegagalan Daniel Ricciardo di RB diakui Laurent Mekies sebagai tanggung jawab kolektif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Daniel Ricciardo debut di Formula 1 pada 2011 dan segera berkembang menjadi salah satu pembalap terbaik. Selama beberapa tahun, dirinya dianggap calon juara dunia karena memiliki perpaduan antara kecepatan dan insting luar biasa. Perbedaan jelas antara kepribadiannya yang ceria dan manuver agresif di lintasan membuatnya dijuluki Honey Badger.

Sayangnya, beberapa musim terakhir Daniel Ricciardo di Formula 1 diisi dengan kesulitan dan kekecewaan. Dalam serial Formula 1: Drive to Survive, kondisi itu terekam lewat performanya yang mengalami penurunan signifikan. Lantas, kenapa karier Daniel Ricciardo di Formula 1 berakhir buruk?

1. Awalnya berniat kembali ke tim utama Red Bull, Daniel Ricciardo berakhir keluar dari RB setelah hanya meraup 18 poin pada 2023—2024

Daniel Ricciardo tidak membalap penuh waktu di Formula 1 2023. Oleh karena itu, dirinya bergabung ke Red Bull sebagai pembalap cadangan. Akan tetapi, setelah tampil memuaskan dalam sebuah pengujian ban Pirelli, dia memperoleh kesempatan untuk menggantikan Nyck de Vries yang kesulitan di AlphaTauri, sister team Red Bull.

Sialnya, Daniel Ricciardo mengalami kecelakaan sehingga hanya bisa berpartisipasi dalam 7 dari 12 balapan yang seharusnya diikuti. Kecelakaan itu membuatnya digantikan Liam Lawson yang memiliki performa impresif. Syukurnya, Ricciardo masih diberikan kesempatan untuk membuktikan diri di Formula 1 2024 dengan membalap bagi AlphaTauri yang berganti nama menjadi RB.

Daniel Ricciardo sempat dipersiapkan untuk menggantikan Sergio Perez yang tampil kurang memuaskan di Red Bull. Namun, performanya masih buruk dan goyah sehingga digantikan Liam Lawson mulai Grand Prix Amerika Serikat 2024. Secara keseluruhan, Ricciardo hanya memperoleh 18 poin dalam dua musim Formula 1.

2. Keluar saat Formula 1 2024 belum selesai, Daniel Ricciardo layak memperoleh perlakuan jauh lebih baik dari Red Bull

Dilansir RacingNews365, Daniel Ricciardo layak memperoleh perlakuan jauh lebih baik dari Red Bull. Tim itu memberikannya dua kesempatan. Akan tetapi, dirinya layak memperoleh lebih banyak kesempatan lagi dan diperlakukan dengan hormat.

Sebagai satu organisasi, Red Bull terbiasa mengganti pembalap pada pertengahan musim Formula 1 tanpa banyak keributan. Daniel Ricciardo, Scott Speed, Sébastian Bourdais, Daniil Kvyat, Nyck de Vries, dan Pierre Gasly pernah merasakan keputusan itu. Namun, performa Ricciardo jauh lebih baik daripada pembalap lain dalam daftar itu.

Red Bull memiliki kesempatan emas untuk setidaknya memperlakukan Daniel Ricciardo dengan adil. Sayangnya, mereka melewatkan kesempatan itu dan bahkan tidak membuat hal positif dari kepergian Ricciardo. Sementara, Ricciardo bisa mengambil waktu untuk memulihkan diri dan bangkit kembali di tempat lain.

3. Laurent Mekies, bos RB, mengakui seluruh anggota tim bertanggung jawab atas karier Daniel Ricciardo yang berakhir buruk

Kegagalan Daniel Ricciardo di RB diakui Laurent Mekies, kepala tim, sebagai tanggung jawab kolektif. Mekies menjelaskan timnya tidak bisa membuat mobil balap yang dapat membantu Ricciardo membangun momentum. Padahal, Ricciardo bisa menghasilkan kecepatan yang dibutuhkan untuk tampil kompetitif.

“Aku pikir dia (Daniel Ricciardo) telah melakukannya (tampil kompetitif) beberapa kali, di Miami, (finis kelima dalam kualifikasi) di Kanada, dan dalam beberapa balapan lain. Jadi, dia memang mampu menghasilkan kecepatan puncak yang pernah membawanya memperoleh kemenangan balapan pada masa lalu,” jelas Laurent Mekies dalam lansiran Motorsport.com.

Laurent Mekies menambahkan, kesulitan terbesar bukan menjadi cepat dalam sebuah balapan, tetapi menjadi cepat dalam tiap balapan. Sayangnya, RB tidak bisa menjaga Ricciardo dalam performa itu. Oleh karena itu, mereka melepaskan Ricciardo setelah Formula 1 Grand Prix Singapura 2024.

4. Karena performa merosot, akhir karier Daniel Ricciardo bermula pada 2019 dengan bergabung ke Renault, tim asal Prancis

Renault, tim asal Prancis, berhasil finis keempat dalam klasemen konstruktor Formula 1 2018. kesuksesan itu membuat Daniel Ricciardo bergabung untuk memimpin tim ini. Akan tetapi, keputusan itu kemudian dianggap awal dari akhir karier Ricciardo.

Di Formula 1 2019, Renault tidak bisa mengulangi keberhasilan musim 2018. Performa mereka segera merosot. Bahkan, Daniel Ricciardo hanya bisa finis sepuluh besar dalam delapan balapan.

Di Formula 1 2020, Renault mengalami peningkatan performa dan Daniel Ricciardo sukses memperoleh podium pada Grand Prix Jerman dan Imola. Namun, keberhasilan itu belum bisa meyakinkan Ricciardo untuk tetap bertahan. Dengan demikian, pembalap Australia itu keluar dari tim ini setelah musim 2020 dengan total 2 podium dan 173 poin.

Karier Formula 1 Daniel Ricciardo memang berakhir buruk. Akan tetapi, dirinya akan tetap digemari dan dicintai penggemar karena selalu tersenyum cerah dan memiliki kepribadian menarik. Selain itu, dia juga mengantongi prestasi yang layak dibanggakan lewat 8 kemenangan dan 32 podium.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Hafizhuddin
EditorMuhammad Hafizhuddin
Follow Us