Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sweep yang Tegaskan Keruntuhan Philadelphia 76ers di NBA Playoff 2026
ilustrasi NBA (unsplash.com/Jason Leung)
  • Philadelphia 76ers tersingkir dari Semifinal Wilayah Timur NBA Playoff 2026 setelah disapu bersih 0-4 oleh New York Knicks, menandai keruntuhan performa mereka di babak pascamusim.
  • Kekalahan Sixers dipicu dominasi fisik dan rebound Knicks yang memanfaatkan gaya bermain agresif, sementara pertahanan Sixers gagal menahan tekanan serta kehilangan energi di akhir pertandingan.
  • Cedera lutut Joel Embiid dan minimnya kedalaman skuad membuat Sixers kesulitan menjaga ritme permainan, memberi ruang bagi Jalen Brunson dan rekan-rekannya untuk menguasai seri sepenuhnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Philadelphia 76ers kena sweep (sapu bersih). Lolos ke putaran kedua NBA Playoff 2026, mereka justru keok di hadapan New York Knicks. Sixers gugur 0-4 pada Semifinal Wilayah Timur di Wells Fargo Center, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Senin (11/5/2026) waktu setempat. Sapu bersih itu sekaligus menegaskan keruntuhan mereka pada babak pascamusim reguler 2026.

1. Dua kali keok tandang dan dua kali keok kandang

Philadelphia 76ers melewati empat pertandingan melawan New York Knicks pada putaran kedua NBA Playoff 2026 di Wilayah Timur. Mereka mengawali dua seri pertama dengan bertandang ke markas Knicks di Madison Square Garden, New York, Amerika Serikat. Bermain di hadapan pendukung lawan yang terkenal penuh semangat, loyal, dan vokal, Sixers tidak berkutik.

Pindah ke Wells Fargo Center, Sixers sebenarnya mendapatkan keuntungan. Sebab, mereka bisa menerima dukungan langsung dari publik Philadelphia. Namun, mereka lagi-lagi tidak berkutik. Knicks malah menutup seri dengan sapu bersih di hadapan pendukung Sixers.

2. Bermasalah dalam rebound dan kekuatan fisik

Philadelphia 76ers kena sapu bersih karena beragam alasan. Dua di antaranya rebound dan kekuatan fisik. New York Knicks secara konsisten mengungguli Sixers dalam perebutan bola pantul. Mereka memanfaatkan gaya bermain fisik di bawah asuhan Mike Brown.

Knicks juga mendominasi offensive rebound. Mereka menciptakan second chance point yang sangat penting dari sana. Sixers, sebaliknya, sering kali gagal mengambil langkah ekstra untuk menghalangi para pemain Knicks yang agresif dan jago merebut bola pantul, sehingga membuat pertahanan mereka kelelahan.

3. Cedera menahan Joel Embiid untuk menunjukkan tajinya

Joel Embiid menjadi pusat permainan Philadelphia 76ers, tetapi masalah kesehatannya yang berulang menurunkan potensi mereka dalam menghadapi lawan yang mengandalkan fisik seperti New York Knicks. Operasi lutut dan cedera berlarut telah mengurangi kekuatan tubuh bagian bawah dan kecepatan lateral Embiid di NBA Playoff 2026. Kurangnya kebugaran fisik menyebabkan dia cepat kelelahan pada akhir pertandingan, yang mengakibatkan persentase tembakannya pada kuarter keempat anjlok.

Masalah yang sama merusak kemampuannya dalam melindungi ring. Padahal, Embiid merupakan rim protector yang andal saat sehat. Sementara itu, backup center yang menggantikan perannya tidak punya ketangkasan yang seimbang untuk menambal lubang yang ditinggalkan.

Saat Embiid absen dalam pertandingan atau sekadar harus duduk di bangku cadangan untuk beristirahat, net rating Sixers otomatis anjlok. Ini yang memungkinkan Knicks melakukan serangan besar-besaran di area dalam. Mereka berkali-kali berhasil meretas jalan untuk mencetak poin dari sana, memanfaatkan ketiadaan rim protector yang mumpuni.

4. Jalen Brunson dan pick-and-roll New York Knicks yang berbahaya

Philadelphia 76ers tidak juga menemukan solusi untuk pertahanan mereka yang rapuh. Sementara itu, Jalen Brunson makin liar memanfaatkan celah untuk New York Knicks. Point guard utama tim asal Big Apple itu dengan mahir membongkar drop-coverage Sixers, terutama dengan menjalankan pick-and-roll dengan para bigman.

Saat pertandingan makin ketat, Brunson juga unggul dalam melewati beberapa pemain bertahan di perimeter. Dia berkali-kali berhasil melepaskan mid-range jumper atau pull-up pada menit-menit akhir, yang kemudian menentukan posisi timnya di hadapan Sixers. Brunson, misalnya, secara sistematis membongkar pertahanan lawan dengan mencetak 33 poin dan 9 assist di pertandingan ketiga.

5. Kesenjangan dalam kedalaman skuad

New York Knicks sempat meningkatkan pertahanan mereka untuk meredam ancaman perimeter Philadelphia 76ers. Tyrese Maxey, bintang mereka, pun sangat kesulitan mendapatkan peluang menembak yang bersih. Di pertandingan terakhir, Maxey hanya mencetak 1 dari 7 tripoin dan menyelesaikan pertandingan dengan plus-minus terendah di tim lewat rekor minus 35 selama 33 menit.

Di sampingnya, Paul George tidak berkutik. Sementara itu, VJ Edgecombe yang kurang berpengalaman tidak bisa memberi tambahan energi yang cukup. Kelly Oubre Jr sempat menambahkan beberapa poin, tetapi itu tidak berarti apa-apa.

Para pemain cadangan Knicks juga sering kali mengungguli pemain cadangan Sixers dalam total poin. Ini memaksa para starter Sixers bermain tanpa ruang untuk melakukan kesalahan. Kepala Pelatih Nick Nurse–yang hanya bisa merotasi pemain dengan singkat–membuat pemain inti macam Embiid dan Maxey tidak punya banyak waktu beristirahat. Akibatnya, mereka kelelahan dan malah melakukan kesalahan menjelang akhir pertandingan yang biasanya menentukan.

Kesenjangan dalam kedalaman skuad turut memperlemah Sixers di hadapan Knicks. Mereka pun gugur tanpa perlawanan. Sixers keok 0-4. Mereka menjadi tim Wilayah Timur pertama yang dieliminasi.

Untuk mengatasi itu pada musim depan, Philadelphia 76ers agaknya membutuhkan perombakan skuad pada musim panas. Mereka mungkin mempertahankan Joel Embiid dan Tyrese Maxey, tetapi perlu mengeksplorasi pasar untuk mendukung permainan mereka, terutama saat Embiid cedera, sambil memantau perkembangan VJ Edgecombe. Sixers tidak boleh lagi mengalami kesenjangan dalam kedalaman skuad agar bisa melaju lebih jauh dari musim ini. Apalagi, Wilayah Timur makin ketat dengan hadirnya tim macam New York Knicks.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team