Catatan Toronto Raptors dalam Kekalahan 3-4 di NBA Playoff 2026

- Toronto Raptors tersingkir di putaran pertama NBA Playoff 2026 setelah kalah 3-4 dari Cleveland Cavaliers, meski sempat memaksa laga hingga pertandingan ketujuh yang berlangsung sengit.
- Cedera pemain kunci seperti Immanuel Quickley dan Brandon Ingram membuat Raptors kehilangan daya serang utama, sementara Jamal Shead juga tampil terbatas akibat cedera pergelangan kaki.
- Raptors mengalami third quarter collapse di gim ketujuh saat Cavaliers unggul besar lewat dominasi rebound dan efektivitas tembakan jarak jauh yang sulit dibendung.
Toronto Raptors kalah pada putaran pertama NBA Playoff 2026 di Wilayah Timur melawan Cleveland Cavaliers. Mereka gugur setelah melewati tujuh pertandingan. Sempat memaksa lawan ke pertandingan penentuan berkat tembakan dramatis pada overtime di pertandingan keenam, Raptors berujung kalah 102–114 di Rockets Arena, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, pada Minggu (3/5/2026).
1. Baru kembali ke playoff, gugur pada putaran pertama vs tim peringkat keempat
Toronto Raptors cukup lama absen di NBA Playoff. Mereka tidak lolos ke babak pascamusim reguler selama tiga musim beruntun. Namun, cerita berbeda terjadi di NBA 2025/2026. Finis kelima di Wilayah Timur, mereka berhak ke playoff secara otomatis.
Meski begitu, lawan Raptors di sana bukan lawan yang mudah. Mereka tim dengan peringkat yang sedikit lebih tinggi. Cleveland Cavaliers kebetulan finis keempat dengan enam kemenangan lebih banyak dari Raptors.
Sempat memberi perlawanan, terutama pada pertandingan keenam, Raptors pun tumbang di pertandingan penentuan. Cavaliers masih lebih tangguh saat Raptors kesulitan di beberapa titik. Penyebabnya beragam, mulai dari cedera hingga third quarter collapse.
2. Kehilangan Immanuel Quickley dan Brandon Ingram
Toronto Raptors tampil pada putaran pertama NBA Playoff 2026 tanpa Immanuel Quickley sama sekali. Point guard berkebangsaan Amerika Serikat ini mengalami cedera paha belakang. Dia mesti menepi lebih lama dari perkiraan sehingga tidak bisa membantu timnya pada babak pascamusim reguler.
Parahnya, Raptors juga mesti kehilangan Brandon Ingram sejak pertandingan kelima karena masalah pada tumitnya. Padahal, Ingram merupakan mesin poin mereka. Dia pemain kaliber All-Star.
Sementara itu, Jamal Shead tidak bisa tampil optimal pada pertandingan terakhir. Dia mengalami cedera pergelangan kaki. Cedera itu membuat efektivitasnya menurun pada babak kedua pertandingan ketujuh.
3. Third quarter collapse di pertandingan ketujuh
Di pertandingan ketujuh, skor sebenarnya sempat imbang 49–49 pada paruh pertama. Namun, Cleveland Cavaliers melancarkan serangan mematikan dengan 11-1 run pada awal kuarter ketiga. Mereka mengungguli Toronto Raptors 38–19 pada periode tersebut. Keunggulan 19 poin kemudian terbukti tidak terbendung pada sisa waktu yang ada. Raptors gagal memangkas defisit.
Cavaliers unggul karena memanfaatkan ukuran tubuh pemain mereka di pertandingan penentu. Mereka menguasai rebound dengan skor 22–8 hanya pada kuarter ketiga. Jarrett Allen tangguh di area dalam dengan 22 poin dan 19 rebound.
4. Gagal mengimbangi tembakan jarak jauh Cleveland Cavaliers dan mentok di kreasi serangan
Toronto Raptors kesulitan menandingi jumlah tembakan jarak jauh Cleveland Cavaliers. Satu-satunya tim asal Kanada itu hanya sempat melepas 208 tripoin dengan memasukkan 74 di antaranya. Sementara, tim asal Ohio telah mencoba melepas 65 tembakan tripoin lebih sering sepanjang seri. Sebanyak 93 percobaan itu berhasil.
Dari segi penyerangan, tanpa pemain-pemain andalan Raptors macam Immanuel Quickley dan Brandon Ingram, Raptors juga sering terisolasi. Mereka kehilangan kreasi saat para kreator menepi. Ini juga yang membuat tekanan terhadap pertahanan Cleveland berkurang, terutama pada fase akhir pertandingan, yang turut memengaruhi third quarter collapse.
Toronto Raptors pun terpaksa mengakhiri perjalanan pertama mereka di NBA Playoff lebih cepat setelah 3 musim beruntun absen. Namun, Raptors bisa menggunakan pengalaman musim ini untuk berbenah. Mereka membuktikan diri punya potensi untuk melaju ke babak pascamusim reguler atau lebih baik dari itu, terutama saat pemain utama sehat. Mungkinkah mereka bangkit pada 2026/2027 dan keluar sebagai juara lagi seperti pada 2019?















