Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Mo Farah, Pelari yang Terpisah dari Kembarannya sejak Usia Belia

Mo Farah (olympics.com)
Mo Farah (olympics.com)

Berpisah dengan anggota keluarga merupakan sebuah hal yang sangat menyedihkan. Apalagi, jika seseorang berpisah dengan seorang saudara kembar yang telah bersamanya sejak masih dalam kandungan.

Hal tersebutlah yang pernah dirasakan oleh Mo Farah, atlet marathon ternama asal Britania Raya yang sangat disegani. Selain memiliki segudang prestasi, Mo Farah juga memiliki kisah sedih dalam perjalanan hidupnya. Lalu bagaimana kisahnya?

1. Siapa Mo Farah?

Mo Farah (instagram.com/gomofarah)
Mo Farah (instagram.com/gomofarah)

Lari marathon memang bukanlah olahraga yang paling populer di Indonesia. Tak heran nama Mo Farah kalah populer di Indonesia dibandingkan dengan nama besar atlet lain, seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, LeBron James, ataupun Viktor Axelsen.

Padahal, Mo Farah sangat populer di cabang olahraga lari, terlebih saat pria berkebangsaan Britania Raya ini mencatatkan berbagai prestasi di berbagai kompetisi dunia. Dengan hal tersebut, Mo Farah layak disebut sebagai legenda dan sangat layak untuk dikenal lebih luas di Indonesia.

2. Prestasi Mo Farah

Mo Farah pada Olimpiade London 2012. (instagram.com/gomofarah)
Mo Farah pada Olimpiade London 2012. (instagram.com/gomofarah)

Lalu, apa sajakah prestasi yang pernah diraih oleh Mo Farah? Pria yang sekarang berusia 39 tahun ini merupakan peraih 4 medali emas Olimpiade untuk cabang lari jarak jauh 5 km dan 10 km. Ia melakukannya pada Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016.

Selain itu, Mo Farah juga berhasil mendapatkan sederet prestasi lain, baik dari kelas Half Marathon 21 km maupun Full Marathon 42 km. Prestasinya tak hanya terhitung satu dua kali, tetapi ia memenangkannya hingga puluhan kali.

Saat ini Mo Farah juga memegang beberapa rekor dunia. Namun, dari semua yang ada, rekornya pada event Half Marathon 2020 Diamond League yang diadakan di Brussels, Belgia, jadi yang paling terkenal.

Kala itu, Mo Farah mampu berlari sepanjang 21,33 km dengan waktu tempuh di bawah 1 jam. Catatan tersebut sangat sulit untuk dilakukan, namun Mo Farah justru bisa melakukannya dan jadi yang tercepat di dunia.

Berkat prestasinya yang gemilang di dunia olahraga lari, Mo Farah sangat disegani. Tak hanya itu, prestasinya juga membuat Mo Farah mendapatkan gelar "Sir" yang diberikan oleh Kerajaan Inggris.

3. Dari Somalia Menuju Britania Raya

Mo Farah (olympics.com)
Mo Farah (olympics.com)

Di luar prestasi hebatnya di olahraga lari marathon, Mo Farah juga memiliki kisah hidup yang menyedihkan. Terlahir dengan nama asli Hussein Abdi Kahin, Mo Farah telah mengalami masa sulit sejak masih kecil.

Pada usia 4 tahun, ayahnya meninggal dunia akibat perang saudara, sedangkan ibunya juga terpisah kala itu. Mo Farah kecil pun pindah ke Mogadishu, ibu kota Somalia. Tak berhenti sampai di situ, kemalangan Mo Farah kecil juga berlanjut.

Pada usia 9 tahun, Mo Farah menjadi salah satu korban perdagangan manusia. Ia diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya dan dijual oleh seorang wanita sebagai seorang pembantu rumah tangga ke Britania Raya.

Setelah mencapai Inggris, nama Hussein Abdi Kahin perlahan menghilang dari dirinya. Namanya pun berubah menjadi Mohamed Muktar Jama Farah atau yang saat ini dikenal dengan nama Mo Farah.

Kendati demikian, kehidupan Mo Farah justru berubah membaik ketika pindah ke Inggris. Ia mendapatkan pendidikan layak yang membuatnya bisa menjadi seorang atlet hebat seperti sekarang.

4. Perpisahan Mo Farah dengan kembarannya

Mo Farah pada 2020 Diamon League Half Marathon. (instagram.com/gomofarah)
Mo Farah pada 2020 Diamon League Half Marathon. (instagram.com/gomofarah)

Ketika ia tinggal di Mogadishu, Mo Farah tak tinggal sendirian. Kala itu, ia masih berada satu tempat dengan saudara kembarnya yang bernama Hassan Abdi Kahin. Namun, mereka terpisah pada tahun 1991 akibat Mo Farah yang diperdagangkan ke Inggris.

Saat itu Mo Farah sempat berpikir bahwa ia tak akan bertemu lagi dengan saudara kembarnya. Namun, menurut laporan yang ada, Hassan Abdi Kahin diketahui masih berada di Somalia dan bekerja sebagai seorang teknisi.

Kemudian, 12 tahun tahun setelah Mo Farah pindah ke Inggris atau tepatnya pada 2003, Mo Farah berhasil mengumpulkan uang sebesar 500 ribu pound (9,3 juta) untuk terbang ke Djibouti. Kala itu, ia menghadiri pernikahan saudara kembarnya.

5. Reuni keluarga yang berharga

Mo Farah dan saudara kembarnya, Hassan Abdi Kahin. (instagram.com/gomofarah)
Mo Farah dan saudara kembarnya, Hassan Abdi Kahin. (instagram.com/gomofarah)

Pertemuan Mo Farah dengan saudara kembarnya sangatlah berharga bagi dirinya. Dalam wawancaranya bersama BBC One, Mo Farah mengungkapkan kegembiraannya ketika bertemu dengan Hassan kala itu.

Ia merasa bahwa terpisah dari Hassan merupakan sebuah kehilangan besar yang membuatnya mengalami kekosongan. Ia merasa sangat senang dan tak lagi kesepian setelah bertemu dengan Hassan Abdi Kahin. Hal tersebut mungkin menjadi salah satu penyemangat Mo Farah dalam kariernya sebagai atlet lari. Kini Hassan dan Hussein tak lagi terpisah.

 

Kisah hidup Mo Farah ini sangat layak untuk diikuti. Kisah hidupnya yang malang bukan menjadi penghalang dan membuatnya tak pantang menyerah dalam menghadirkan kesuksesan. Hal tersebut patut diikuti oleh semua orang di dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mufqi Fajrurrahman
EditorMufqi Fajrurrahman
Follow Us