11 Pemain Jerman yang Pernah Membela Liverpool, Siapa Saja?

- Dietmar “Didi” Hamann, gelandang tengah kunci Liverpool era 2000-an, membantu tim meraih trofi Liga Champions dan FA Cup.
- Karl-Heinz Riedle, penyerang senior Jerman, tampil di Anfield selama dua musim tanpa meraih trofi bersama Liverpool.
- Florian Wirtz, rekrutan termahal Liverpool dari Bayer Leverkusen, diharapkan menjadi jantung serangan di era baru klub.
Liverpool dikenal sebagai klub besar dengan sejarah panjang yang selalu menarik perhatian pemain dari berbagai negara. Dari sekian banyaknya pemain asing yang pernah merumput di Anfield, nama-nama pemain asal Jerman memiliki tempat tersendiri. Mereka datang dengan latar belakang berbeda—ada yang lahir dari akademi lokal dengan darah Jerman, ada pula yang didatangkan dari Bundesliga dengan nilai transfer besar.
Kehadiran pemain-pemain Jerman di Liverpool memberikan warna tersendiri dalam perjalanan klub, baik sebagai bagian dari proyek jangka panjang maupun pengisi skuad di era tertentu. Beberapa di antara mereka berhasil memberikan kontribusi besar dengan trofi, sementara ada pula yang sekadar menjadi pelengkap skuat. Meski demikian, kisah perjalanan mereka tetap menarik untuk ditelusuri. Inilah sebelas pemain Jerman yang pernah membela Liverpool beserta raihan prestasinya.
1. Dietmar “Didi” Hamann

Hamann bergabung dengan Liverpool pada 1999 setelah ditebus dari Newcastle United. Ia menghabiskan 7 musim di Anfield, mencatat lebih dari 191 penampilan liga dan total lebih dari 280 laga di semua kompetisi, dengan torehan 11 gol. Hamann menjadi tulang punggung di lini tengah, dikenal karena ketenangannya dalam mengatur tempo permainan, kemampuan memutus serangan lawan, dan distribusi bola yang rapi. Hampir setiap musim ia tampil reguler sebagai starter di era Gérard Houllier dan Rafael Benítez.
Kontribusi terbesar Hamann datang pada final Liga Champions 2005 di Istanbul saat ia masuk di babak kedua dan membantu Liverpool bangkit dari ketertinggalan 0-3 melawan AC Milan. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari tim yang memenangkan FA Cup 2001 & 2006, UEFA Cup 2001, League Cup 2001 & 2003, serta European Super Cup. Transfernya ke Liverpool kala itu senilai 8 juta euro, setara sekitar Rp160 miliar dengan kurs saat itu. Hamann dikenang sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik dalam sejarah modern Liverpool.
2. Karl-Heinz Riedle

Riedle, penyerang senior Jerman, didatangkan Liverpool pada 1997 setelah karier sukses di Lazio dan Borussia Dortmund. Ia tampil 76 kali dan mencetak 15 gol untuk Liverpool selama dua musim. Sebagai striker target man, Riedle dikenal dengan sundulan kuat dan pengalaman besarnya sebagai juara Liga Champions bersama Dortmund 1997.
Meski sudah memasuki usia senja ketika di Anfield, ia sempat mencetak gol penting, termasuk brace ke gawang Newcastle United. Namun, Riedle tak pernah meraih trofi bersama Liverpool. Transfernya ke Anfield relatif kecil, sekitar 1,8 juta euro atau setara Rp36 miliar, mencerminkan statusnya sebagai pemain berpengalaman. Riedle kemudian menjadi mentor bagi striker muda Robbie Fowler dan Michael Owen pada akhir 1990-an.
3. Sean Dundee

Dundee direkrut Liverpool pada 1998 dari Karlsruhe dengan biaya sekitar 2 juta euro atau setara Rp40 miliar. Ia datang dengan reputasi sebagai striker tajam di Bundesliga, tetapi di Anfield ia hanya mencatat 5 penampilan tanpa gol.
Performa buruknya membuat Dundee dianggap salah satu pembelian gagal Liverpool di era 1990-an. Ia hanya bertahan satu musim sebelum kembali ke Bundesliga. Meski begitu, keberadaannya menambah daftar unik pemain Jerman yang pernah singgah di Liverpool.
4. Markus Babbel

Babbel bergabung ke Liverpool pada 2000 dari Bayern München dengan status bebas transfer. Ia tampil luar biasa di musim debutnya, mencatat 60 penampilan dari 63 laga di musim 2000/01 dan menyumbang 6 gol, angka yang tinggi untuk seorang bek kanan. Kecepatan, ketangguhan fisik, dan kemampuan bertahan membuatnya jadi pilihan utama di sisi kanan pertahanan The Reds.
Sayangnya, karier Babbel di Liverpool terganggu setelah ia menderita sindrom Guillain-Barré, sebuah penyakit autoimun yang membuatnya harus absen lebih dari satu musim penuh. Meski begitu, ia berperan penting dalam membawa Liverpool meraih treble (FA Cup, League Cup, UEFA Cup) pada musim 2000/01. Pada 2004 ia dilepas ke VfB Stuttgart. Meski singkat, ia tetap dikenang sebagai bagian dari generasi emas Liverpool awal 2000-an.
5. Christian Ziege

Ziege bergabung dari Middlesbrough pada 2000 dengan biaya transfer sekitar 5,5 juta euro atau setara Rp110 miliar. Ia hanya bertahan satu musim, mencatat 32 penampilan dengan kontribusi 2 gol. Posisi utamanya adalah bek kiri, tetapi ia juga kerap bermain lebih maju sebagai gelandang sayap.
Dalam satu musim singkatnya, Ziege ikut membawa Liverpool meraih treble (FA Cup, League Cup, dan UEFA Cup 2000/01). Sayangnya, ia tak pernah menjadi pilihan utama karena persaingan dengan Jamie Carragher dan John Arne Riise. Liverpool bahkan sempat dihukum denda karena cara pendekatannya yang ilegal saat mendatangkan Ziege. Setelah musim itu, ia hengkang ke Tottenham Hotspur.
6. Emre Can

Emre Can didatangkan dari Bayer Leverkusen pada musim panas 2014 dengan biaya sekitar 9,75 juta euro atau setara Rp190 miliar. Selama 4 musim di Anfield, ia tampil 115 kali di Premier League dan total lebih dari 166 laga di semua kompetisi, dengan kontribusi 14 gol. Keunggulannya adalah fleksibilitas posisi, pernah dimainkan sebagai gelandang tengah, bek tengah, hingga full-back dalam formasi tiga bek Jurgen Klopp.
Puncak momen Can adalah tendangan salto spektakuler melawan Watford pada 2017 yang terpilih sebagai Gol Terbaik Liga Inggris musim itu. Meski tidak meraih trofi besar selama masa baktinya, Can menjadi bagian dari fondasi awal tim Klopp yang kemudian sukses menjuarai Liga Champions 2019. Ia hengkang ke Juventus dengan status bebas transfer pada 2018, membuat Liverpool kehilangan salah satu gelandang dinamis tanpa menerima biaya transfer.
7. Samed Yesil

Yeşil didatangkan Liverpool dari Bayer Leverkusen pada 2012 dengan biaya 1 juta euro atau setara Rp19 miliar. Ia sempat digadang-gadang sebagai striker muda potensial karena catatan gol produktif di timnas junior Jerman. Namun, ia tidak pernah tampil di Premier League, hanya turun di ajang piala domestik.
Kariernya di Liverpool hancur karena cedera ligamen parah berturut-turut yang membuatnya hampir dua tahun tidak bermain. Setelah serangkaian peminjaman, ia akhirnya dilepas tanpa kontribusi berarti. Meski gagal di Anfield, Yeşil tetap tercatat dalam sejarah sebagai salah satu remaja Jerman yang pernah direkrut Liverpool.
8. Loris Karius pernah jadi kiper utama Liverpool, sebelum ia membuat blunder fatal di final Liga Champions 2017/2018

Karius didatangkan dari Mainz pada 2016 dengan biaya 4,7 juta euro atau setara Rp90 miliar. Ia mencatat 29 penampilan di Premier League dan lebih dari 49 laga di semua kompetisi untuk Liverpool. Pada awalnya, ia digadang sebagai pengganti jangka panjang Simon Mignolet berkat refleks cepat dan distribusi bola bagus.
Namun, kariernya di Liverpool hancur setelah kesalahan fatal di final Liga Champions 2018 melawan Real Madrid, di mana dua blundernya berujung gol lawan. Setelah itu, ia dipinjamkan ke Besiktas, Union Berlin, dan Newcastle sebelum kontraknya habis. Meski sempat menjanjikan, Karius kini lebih dikenang karena tragedi di Kiev ketimbang kontribusi positifnya.
9. Melkamu Frauendorf

Frauendorf direkrut Liverpool dari Hoffenheim pada 2020 untuk tim akademi. Ia sempat debut di tim senior pada 2022 di ajang FA Cup melawan Shrewsbury Town. Total, ia hanya mencatat 2 penampilan senior bersama The Reds.
Kurangnya kesempatan di tim utama membuat Frauendorf lebih banyak bermain di tim U21 Liverpool sebelum akhirnya pindah ke Hannover 96 II pada 2024. Meski gagal menembus skuad utama, kisahnya menunjukkan bagaimana Liverpool kerap melirik talenta muda Jerman sebagai investasi jangka panjang.
10. Paul Glatzel

Paul Glatzel lahir di Liverpool tahun 2001 dari orang tua berdarah Jerman, sehingga ia memegang kewarganegaraan ganda. Ia bergabung dengan akademi Liverpool sejak usia 9 tahun dan berkembang sebagai striker produktif di level junior. Pada musim 2018/19, ia mencetak 29 gol dan 10 assist untuk tim U18, membantu Liverpool menjuarai FA Youth Cup. Performanya membuatnya sempat dipanggil masuk tim utama dalam laga pramusim.
Sayangnya, perjalanan karier Glatzel di Liverpool banyak diganggu cedera serius, termasuk cedera ligamen lutut yang membuatnya absen panjang. Ia sempat dipinjamkan ke Tranmere Rovers, tetapi cedera kambuhan membatasi kontribusinya. Hingga kontraknya habis pada 2024, ia tidak pernah tampil di Premier League untuk Liverpool. Meski begitu, Glatzel tetap dikenang sebagai salah satu talenta akademi yang menjanjikan namun kurang beruntung akibat cedera.
11. Florian Wirtz

Wirtz adalah pemain Jerman terbaru yang didatangkan Liverpool pada musim panas 2025 dari Bayer Leverkusen. Dengan transfer senilai 100 juta euro atau setara Rp1,9 triliun yang bisa meningkat menjadi 116 juta euro atau setara Rp2,1 triliun, ia menjadi rekrutan termahal dalam sejarah klub. Sebelumnya di Leverkusen, Wirtz mencatat lebih dari 150 penampilan dengan kontribusi 49 gol dan 60+ assist, serta membantu klub menjuarai Bundesliga 2023/24.
Sebagai playmaker muda berusia 22 tahun, Wirtz diproyeksikan menjadi jantung serangan Liverpool di era baru. Ekspektasi besar diletakkan di pundaknya untuk membawa The Reds kembali bersaing di level tertinggi Eropa. Dengan kemampuan mencetak gol, visi, dan kreativitasnya, ia dipandang sebagai salah satu talenta terbaik dunia yang siap menulis sejarah panjang di Anfield.
Kesebelas pemain Jerman yang pernah membela Liverpool ini menunjukkan betapa luasnya pengaruh Bundesliga dan sepak bola Jerman terhadap The Reds. Ada yang hanya singgah sebentar, ada pula yang meninggalkan warisan berharga lewat gol, penampilan gemilang, dan raihan trofi. Apa pun kisahnya, mereka semua tetap tercatat dalam sejarah klub sebagai bagian dari perjalanan panjang Liverpool di level domestik maupun Eropa.