Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Pedro Acosta Kecil Menaklukkan Balap Motor

potret Pedro Acosta
potret Pedro Acosta (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya sih...
  • Peran keluarga sangat menentukan bagi Pedro Acosta kecil, yang dibesarkan dari keluarga sederhana tanpa asal-usul pembalap.
  • Pengalaman balap pertama Acosta kecil membuatnya menangis, namun ia terus berkembang dan akhirnya menjadi juara dunia Moto3 dan Moto2.
  • Pedro Senior mendukung penuh anaknya, menggadaikan perahunya sebagai modal agar Acosta kecil bisa terus mengaspal di lintasan balap.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pedro Acosta punya kisah masa kecil yang menarik. Juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023 itu berasal dari keluarga sederhana yang tak punya asal-usul pembalap. Meski begitu, Acosta dibesarkan dari keluarga yang tak takut bermimpi.

Pedro Acosta lahir pada 25 Mei 2004 di sebuah kota pesisir bernama Mazarron. Di kota yang terletak di Spanyol bagian tenggara inilah ia lahir dari sebuah keluarga nelayan. Satu-satunya yang melekatkan Acosta dengan dunia balap adalah kesukaan ayahnya kepada sosok Kevin Schwantz, pembalap kenamaan di MotoGP.

1. Peran keluarga yang sangat menentukan

Ayah Pedro Acosta, Pedro Acosta Sr, sejatinya tak pernah tahu anaknya akan bergelut di dunia balap. Namun, kisah Acosta kecil bersinggungan dengan roda dua berawal ketika berusia 4 tahun. Kala itu, Pedro Acosta Sr memberi anaknya sepeda minicross berwarna biru bernomor 27 seperti nomor Casey Stoner.

Sepeda itu awalnya hanya untuk bersenang-senang. Pengalaman pertama Acosta kecil memacu roda dua bukan di lintasan balap, tetapi di lapangan sepak bola. Di lapangan itulah ia melakukan beberapa putaran setiap minggunya.

Acosta kecil pun masuk sekolah balap hanya secara kebetulan. Ketika ada sekolah balap yang melakukan latihan di sebuah parkiran, ibunya ingin agar ia mengikuti balapan. Momen inilah yang menjadi langkah pertama bagi Acosta kecil menapaki dunia balap.

2. Pedro Acosta menangis pada balapan pertamanya

Pengalaman balap Pedro Acosta kecil cukup menggemaskan. Ia mengikuti balapan pertamanya saat berusia 5 tahun pada sebuah perlombaan di Mallorca. Belum ada tanda-tanda ia akan menjadi pembalap hebat.

Balapan itu dibagi ke dalam dua grup. Grup A untuk para pembalap cepat, dan Grup B untuk para pembalap yang lebih lambat. Acosta kecil masuk di Grup B.

“Aku ingat (awal Acosta mengikuti balapan). Pada balapan kedua atau ketiga di minimoto, ia menangis, ia gugup. Seiring waktu ia bisa mengatasinya, tetapi memang benar bahwa pada balapan kedua yang ia ikuti, ia berada di urutan kedua dari belakang,” kata Pedro Acosta Sr dilansir Paddock GP.

3. Kuncinya adalah bersenang-senang, lalu menang

Kendati belum punya kecepatan, Pedro Acosta Sr tahu anaknya bersenang-senang di lintasan. Itu adalah modal penting untuk sukses dalam kehidupan. Acosta kecil yang punya talenta lambat laun berkembang menjadi kompetitif.

Pedro Acosta Sr yakin harus total mendukung anaknya. Baginya, meraih kesuksesan bukanlah hal yang mustahil jika dibarengi usaha yang maksimal. Tak tanggung-tanggung, ia rela menggadaikan perahunya sebagai modal agar Acosta kecil bisa terus mengaspal di lintasan balap. Padahal, perahu adalah sumber penghidupannya.

“Tidak ada yang mustahil. Kamu hanya perlu memberikan 100 persen untuk apa yang paling kamu cintai di dunia ini, dan berusaha mencapainya. Namun, kamu harus melakukannya sambil bersenang-senang,” ujar Pedro Acosta Sr dikutip Paddock GP.

4. Pedro Acosta jadi bintang di MotoGP

Pedro Acosta kecil menjelma bintang besar di MotoGP. Namanya bersinar terang setelah bisa merebut titel juara dunia Moto3 pada musim debutnya. Tak lama berselang, ia juga sukses merengkuh titel juara Moto2. Kini, Pedro Acosta adalah sebuah nama besar di MotoGP.

Sebagai gambaran, berikut ini statistik prestasi Pedro Acosta di Grand Prix yang melambungkan namanya:

  • Moto3 2021: Red Bull KTM Ajo - juara dunia (259 poin, 8 podium, termasuk 6 kemenangan);
  • Moto2 2022: Red Bull KTM Ajo - peringkat ke-5 (177 poin, 5 podium, termasuk 3 kemenangan);
  • Moto2 2023: Red Bull KTM Ajo - juara dunia (332,5 poin, 14 podium, termasuk 7 kemenangan);
  • MotoGP 2024: Red Bull GASGAS Tech3 - peringkat ke-6 (215 poin, 4 podium sprint dan 5 podium utama); dan
  • MotoGP 2025: Red Bull KTM Factory Racing - peringkat ke-4 (307 poin, 7 podium sprint dan 5 podium utama).

Kisah Pedro Acosta cukup menarik. Ia pernah menangis karena takut pada balapan pertamanya. Namun, kini Acosta jadi salah satu pembalap yang ditakuti di lintasan. The Shark of Mazarron telah menaklukkan Moto2 dan Moto3, lalu membidik kejayaan di MotoGP.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

3 Pemain Manchester United Paling Menonjol saat Permalukan Arsenal

26 Jan 2026, 12:24 WIBSport