5 Kemenangan Tandang Terbesar Bayern Munich di UCL per Maret 2026

- Bayern Munich mencatat kemenangan tandang besar di UCL, termasuk 7-1 atas AS Roma pada 2014/2015 dan 6-0 atas Red Star Belgrade di fase grup 2019/2020.
- Pada musim 2019/2020, Bayern juga menghancurkan Tottenham Hotspur 7-2 dengan empat gol Serge Gnabry, lalu menutup musim dengan treble winner.
- Kemenangan 6-1 atas Atalanta di babak 16 besar UCL 2025/2026 menjadi rekor kemenangan tandang terbesar Bayern pada fase knockout kompetisi tersebut.
Bayern Munich mengamuk pada leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Raksasa Jerman itu menggilas wakil Italia, Atalanta, dengan skor 6-1. Padahal, Bayern bermain sebagai tim tamu. Die Roten pun terbilang sudah menapakkan satu kaki di babak perempat final.
Hasil tersebut juga menambah panjang daftar kemenangan telak Bayern Munich di partai tandang UCL. Bayern sudah sering menunjukkan hegemoni mereka di UCL, tak hanya sebagai tuan rumah tetapi juga sebagai tamu. Per Maret 2026, inilah lima kemenangan tandang terbesar Bayern sejak dimulainya era Liga Champions pada 1992.
1. Bayern Munich menang 7-1 di kandang AS Roma pada fase grup UCL 2014/2015
Bayern Munich pernah dua kali meraih kemenangan tandang di UCL dengan selisih enam gol. Yang pertama terjadi pada 2014/2015, tepatnya di fase grup. Klub yang jadi korban mereka adalah AS Roma. Saat menjamu Bayern pada matchday 3, AS Roma kena bantai 1-7.
Bayern bahkan sudah unggul 5-0 pada babak pertama. AS Roma sempat memperkecil selisih pada menit 66, tetapi kebobolan dua gol tambahan sebelum peluit panjang. Dominasi Bayern khususnya terasa karena tujuh gol mereka dicetak enam pemain berbeda. Hasil itu pun menjadi rekor buruk bagi AS Roma, yaitu kekalahan kandang terbesar mereka di UCL.
2. Bayern Munich menang 6-0 atas Red Star Belgrade pada fase grup UCL 2019/2020
Bayern Munich juga menang dengan selisih enam gol di kandang lawan pada fase grup UCL 2019/2020. Die Roten berpesta di markas wakil Serbia, Red Star Belgrade, dengan skor 6-0. Bayern sebenarnya hanya bisa bikin satu gol pada babak pertama via sundulan Leon Goretzka. Namun, mereka menggila pada babak kedua berkat ketajaman Robert Lewandowski.
Lewandowski menjadi motor pembantaian Red Star Belgrade dengan torehan empat gol dalam tempo 14 menit. Corentin Tolisso lalu menggenapi setengah lusin gol Bayern via sepakan pada menit 89. Korban Bayern di fase grup UCL 2019/2020 pun bukan hanya Red Star Belgrade. Malah, mereka menyapu bersih keenam laga fase grup dengan kemenangan.
3. Bayern Munich juga menang telak atas Tottenham Hotspur di UCL 2019/2020
Sebelum menghajar Red Star Belgrade, Bayern Munich sudah lebih dulu menang telak di kandang Tottenham Hotspur pada 2019/2020. Tottenham juga berada di grup yang sama dengan Bayern di UCL musim tersebut. The Lilywhites kebagian jadwal menjamu Bayern pada matchday 2, dan hasilnya adalah kemenangan 7-2 bagi tim tamu.
Serge Gnabry menjadi bintang Bayern dengan torehan quattrick. Robert Lewandowski mencetak brace, sementara Joshua Kimmich menyumbang satu gol. Penampilan luar biasa Bayern di fase grup akhirnya meloloskan mereka sebagai juara. Die Roten lalu terus melaju dan merebut trofi, bahkan menutup 2019/2020 dengan treble.
4. Bayern Munich meraih kemenangan tandang terbesar pada fase knockout UCL dengan melibas Atalanta
Kemenangan 6-1 Bayern Munich atas Atalanta di UCL 2025/2026 juga masuk ke daftar ini. Meski tak setelak tiga kemenangan di atas, hasil di kandang Atalanta justru terbilang lebih impresif. Pasalnya, latarnya bukan fase grup, melainkan babak 16 besar. Artinya, itu adalah rekor kemenangan tandang terbesar Bayern Munich pada fase knockout UCL.
Bayern pun tak sekadar menang skor di markas Atalanta. Mereka unggul mutlak dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Die Roten juga tak bergantung pada satu pemain, karena enam gol mereka dicetak lima nama berbeda. Bayern bahkan sempat hampir mencatat clean sheet, tetapi dibatalkan gol Mario Pasalic pada pengujung laga.
Aksi Pasalic juga memberi secercah harapan bagi Atalanta. Namun, secara realistis tentu peluang mereka sudah hampir habis karena harus ganti menjadi tamu pada leg kedua. Dalam sejarah UCL, Bayern belum pernah kalah dengan selisih lima gol atau lebih di kandang sendiri.
5. Bayern Munich menang 5-0 atas Sporting CP pada leg pertama babak 16 besar UCL 2008/2009
Sebelum 2025/2026, Bayern Munich sebenarnya sudah pernah menang dengan selisih lima gol pada laga tandang fase knockout UCL. Itu terjadi pada babak 16 besar 2008/2009. Bayern saat itu bertemu Sporting CP dan lebih dulu menjadi tamu pada leg pertama. Hasilnya, mereka membawa pulang kemenangan 5-0.
Franck Ribery dan Luca Toni mencetak masing-masing dua gol, ditambah torehan satu gol Miroslav Klose. Bayern pun ganti menjamu Sporting pada leg kedua dengan kepercayaan diri tinggi. Tanpa ampun, mereka menang 7-1 hingga unggul agregat 12-1. Itu menjadi rekor skor agregat terbesar pada fase knockout UCL sampai saat ini.
Kemenangan telak di markas Atalanta membuat Bayern Munich tinggal selangkah lagi lolos ke perempat final UCL 2025/2026. Itu juga membuktikan bahwa Bayern masih amat layak diunggulkan jadi juara UCL musim ini. Mampukah mereka terus melaju dan merebut trofi?


















