Comscore Tracker

5 Fakta Menarik Olimpiade Pertama di Athena 1896

Medalinya ada wajah Zeus, lho

Jakarta, IDN Times - Pesta olahraga terbesar dunia, Olimpiade, segera digelar pada musim panas 2021 ini. Olimpiade Tokyo 2020 digelar musim panas ini usai tertunda setahun penuh imbas pandemik COVID-19 yang mewabah di seluruh dunia.

Olimpiade jadi yang paling tinggi kastanya di dunia olahraga. Ajang multievent ini sebenarnya sudah sangat tua dan berusia hampir satu seperempat abad.

Pertama kali, Olimpiade digelar di Athena, Yunani. Yakni, pada 1896 silam. Berikut ini, IDN Times merangkum berbagai fakta menarik tentang Olimpiade Athena yang harus kamu tahu.

1. Olimpiade perdana digelar saat Yunani hampir bangkrut

5 Fakta Menarik Olimpiade Pertama di Athena 1896Olimpiade Athena 1896 (Website: https://www.olympic.org/athens-1896)

Olimpiade musim panas pertama digelar pada 1896. Yunani berkesempatan menjadi tuan rumah, Olimpiade tepatnya digelar di Athena.

Kala itu, Yunani sedang dilanda kebangkrutan. Namun, Olimpiade musim panas perdana di dunia tetap digelar pada 6 hingga 15 April 1896.

Upacara pembukaan kala itu dilakukan di Stadion Panathenaic. Pembukaan dilakukan oleh raja George I dari Yunani.

Baca Juga: Dimulai Hari Ini, Pawai Obor Olimpiade Tokyo 2020 Berlangsung 121 Hari

2. Diikuti 241 atlet, Amerika Serikat raih gelar juara terbanyak

5 Fakta Menarik Olimpiade Pertama di Athena 1896Olimpiade Athena 1896 (Website: https://www.olympic.org/athens-1896)

Olimpiade Athena 1896 baru diikuti oleh 14 negara. Tercatat, sebanyak 241 atlet terlibat dalam gelaran olahraga akbar dunia ini.

Amerika Serikat tercatat jadi negara dengan perolehan medali emas terbanyak. Amerika Serikat berhasil mengumpulkan 11 gelar juara di berbagai nomor cabang olahraga sepanjang Olimpiade Athena 1896.

Sementara, Yunani, selaku tuan rumah, menjadi negara peraih medali terbanyak dalam gelaran ini. Yunani meraih 46 medali selama gelaran Olimpiade Athena 1896 berlangsung.

3. Medalinya pemenang bukan emas, tapi perak dan berwajah Zeus

5 Fakta Menarik Olimpiade Pertama di Athena 1896Medali Olimpiade Athena 1896 (Website: https://www.olympic.org/athens-1896)

Yang menarik, di Olimpiade Athena 1896 juara tak mendapatkan medali emas. Namun, medali pemenang berbahan dasar perak.

Selain medali perak, juara akan mendapatkan olive branch dan diploma. Juara kedua mendapat medali tembaga, brench of laurel, dan diploma.

Ada wajah dewa Zeus pada medali. Ada pula tulisan "Olympia". Di baliknya, terdapat gambar situs Akropolis dengan tulisan "International Olympic Games in Athens in 1896" dalam bahasa Yunani.

4. Gencatan senjata selama pertandingan Olimpiade Yunani kuno

5 Fakta Menarik Olimpiade Pertama di Athena 1896Olimpiade Athena 1896 (Website: https://www.olympic.org/athens-1896)

Pada abad 20, Olimpiade modern sering berbenturan dengan berbagai insiden besar seperti Perang Dunia dan harus dibatalkan. Saat Olimpiade modern dipengaruhi oleh konflik, Olimpiade kuno justru bersifat sebaliknya.

Sebelum dimulainya setiap Olimpiade kuno, duta besar akan dikirim dari Olympia, Delphi, Isthmia, dan Nemea, ke seluruh wilayah Yunani. Tugas mereka adalah mengumumkan dan menyerukan gencatan senjata suci, yang mencakup Yunani selama pertandingan berlangsung. Meskipun tidak semua diakhiri, konflik yang mungkin menghalangi jalannya Olimpiade harus diakhiri.

Gencatan senjata juga melindungi setiap pelancong yang bepergian ke Olympia (tempat yang sangat dilindungi), dan melarang pertempuran dalam segala bentuk di kota yang menyelenggarakan pertandingan tersebut. Tetapi, gencatan senjata terkadang tidak berjalan dengan baik, ada saja yang melanggar.

5. Diskriminasi wanita dalam Olimpiade kuno

5 Fakta Menarik Olimpiade Pertama di Athena 1896Echo, nymph yang dikutuk Hera, Talbot Hughes. greeklegendsandmyths.com

Olimpiade Kuno melarang wanita yang sudah menikah untuk hadir. Menurut University of Pennsylvania, wanita diberi festival terpisah untuk menghormati dewi Hera.

Seorang musafir Yunani yang dikenal sebagai Pausanias, yang menulis pada abad kedua Masehi, menyebutkan kebijakan itu disusun oleh sebuah komite yang terdiri dari 16 wanita dari kota-kota Elis, berlangsung setiap empat tahun, para kontestan akan mengenakan pakaian tunik longgar, dan rambut dibiarkan menjuntai ke lutut yang menutupi sisi kiri.

Ada kompetisi atletik, tetapi hanya wanita yang belum menikah yang dapat berpartisipasi.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Tertutup Buat Suporter Asing

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya