Comscore Tracker

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medali

Selamat Hari Kartini

Jakarta, IDN Times - Prestasi bulu tangkis Indonesia memang tak perlu lagi diragukan. Tak cuma atlet putra jadi sorotan, ternyata sejumlah Srikandi Indonesia tak kalah berprestasi.

Bahkan, medali emas pertama Indonesia dari ajang Olimpiade dipersembahkan tunggal putri. Di ajang Olimpiade Tokyo 2020 lalu pun, satu-satunya medali emas dipersembahkan dari sektor ganda putri.

Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Kamis (21/4/2022), berikut IDN Times tuliskan daftar Srikandi Bulu Tangkis Indonesia yang sukses beri prestasi untuk bangsa.

1. Susy Susanti

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalipotret Susy Susanti (badmintonindonesia.org)

Sosok yang satu ini sudah tak lagi asing bagi pencinta bulu tangkis tanah air. Susy Susanti bisa dibilang menjadi satu dari segelintir tunggal putri terbaik Indonesia yang diakui dunia, dan menegaskan statusnya sebagai bagian dari sederet pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah.

Puncaknya, tentu saja ketika Susy bersama tunggal putra Indonesia kala itu, Alan Budikusuma, yang kini menjadi suaminya, sukses mengawinkan medali emas tunggal putri dan putra di ajang bergengsi, Olimpiade Barcelona 1992.

Susy kala itu menjadi atlet Indonesia pertama yang membawa pulang medali emas Olimpiade Barcelona 1992, karena medali emas Rudy Hartono di tahun 1972 tidak masuk dalam hitungan.

Sejumlah gelar bergengsi seperti juara dunia juga pernah diraih Susy. Selain itu, Susy Susanti juga sukses membawa pulang empat gelar All England (1990, 1991, 1993, 1994).

Baca Juga: Jadwal Kejuaraan Bulu Tangkis per Benua Sepanjang April 2022

2. Mia Audina

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalipbdjarum.org

Tunggal putri lainnya yang membekas di hati penikmat bulu tangkis Indonesia adalah Mia Audina Tjiptawan. Kala itu, belum genap berusia 14 tahun, Mia yang masih muda sudah bergabung dengan Pelatnas PBSI untuk masuk dalam persiapan menuju Uber Cup.

Di usia masih 15 tahun, Mia sudah dipercaya ikut memperkuat tim beregu putri Indonesia di Uber Cup 1994. Mia juga punya karier unik karena memenangkan medali Olimpiade bersama dua negara berbeda.

Pada Olimpiade Atlanta 1996, Mia Audina mendapat medali perak sebagai atlet Indonesia. Lalu delapan tahun berselang, dia kembali menyumbangkan medali perak. Namun, kala itu untuk negara keduanya, Belanda.

Meski kini jadi warga negara Belanda, Mia Audina tak diragukan lagi adalah salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia sepanjang sejarah, bersanding dengan sang senior, Susy Susanti, di sektor tunggal putri.

3. Liliyana Natsir

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalitwitter.com/inabadminton

Anggota ganda campuran satu ini bisa dibilang merupakan kesayangan pencinta bulu tangkis Indonesia hingga saat ini. Butet, begitu Liliyana Natsir akrab disapa, menyumbang berbagai gelar dan prestasi untuk Indonesia.

Butet bermain bulu tangkis sejak usianya masih sembilan tahun. Butet remaja bahkan berpisah dari orangtua di Manado demi mewujudkan cita-cita sebagai pebulu tangkis terbaik dunia.

Dua medali Olimpiade sudah diraih Butet dengan dua pasangan berbeda. Medali Olimpiade pertamanya diraih pada 2008 di Beijing bersama Nova Widianto dengan raihan perak. Lalu, medali Olimpiade kedua diraih pada 2016 di Rio de Janeiro bersama Tontowi Ahmad. Kala itu, Butet akhirnya meraih medali emas.

4. Maria Kristin Yulianti

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalipbdjarum.org

"Queen of Rubber Game", begitu Maria Kristin Yulianti dijuluki. Pemain bulu tangkis asuhan PB Djarum ini lahir di Tuban, 25 Juni 1985.

Sejumlah gelar berhasil disumbangkan Maria Kristin bagi Indonesia, termasuk medali perunggu Olimpiade Beijing. Selain itu, sejumlah gelar dan prestasi dari turnamen BWF juga berhasil diraih pemain yang kerap disebut punya daya pikat sendiri ini.

Maria Kristin pensiun dini setelah mengalami cedera berkepanjangan di lutut kanannya, namun itu tak mengubah statusnya sebagai salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di sektor tunggal putri.

5. Greysia Polii

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih MedaliGreysia Polii (Instagram.com/greyspolii)

Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada musim panas 2021 jadi titik balik bagi Greysia Polii dan pasangan ganda putrinya, Apriyani Rahayu. Namanya malah semakin harum di hadapan publik. Greysia/Apriyani bawa pulang satu-satunya medali emas Olimpiade untuk Indonesia.

Perjalanan Greysia di kancah bulu tangkis tak mulus. Pahit-manis di dalam dan luar lapangan sudah pernah dirasakannya. Termasuk saat tumbang sebelum melangkah ke semifinal di Olimpiade Rio 2016 lalu.

Greysia dikabarkan akan segera pensiun. Belum tahu kapan pastinya, namun kini Greysia tak lagi aktif dimainkan untuk jalani turnamen-turnamen.

6. Apriyani Rahayu

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih MedaliGreysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil amankan tiket semifinal SEA Games 2019 (IDN Tines/PBSI)

Bersama Greysia, Apriyani sukses jadi pahlawan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Bisa dibilang, sebagian besar karier Apriyani dihabiskan bersama Greysia.

Tapi, Apriyani kemungkinan besar akan berpisah dengan Greysia dalam waktu dekat. Dia mulai dipasangkan dengan atlet putri lainnya untuk meneruskan tongkat estafet kesuksesan ganda putri Indonesia.

7. Debby Susanto

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalibwfbadminton.com

Debby Susanto jadi salah satu atlet putri ganda campuran terbaik yang Indonesia pernah punya. Debby beberapa kali gonta-ganti pasangan saat meniti kariernya.

Atlet putri kelahiran Palembang, 2 Mei 1989 ini, akhirnya menjuarai All England 2016 saat berpasangan dengan Praveen Jordan. Tak hanya berkiprah di ganda campuran, Debby juga pernah menjajaki sektor ganda putri.

Indonesia Masters 2019 jadi panggung terakhir Debby sebagai pebulu tangkis profesional. Setelah 17 tahun berkarier sebagai pebulu tangkis, Debby memutuskan gantung raket.

8. Ivana Lie

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalidjarumbadminton.com

Bicara soal atlet putri 1980-an, Ivana Lie wajib hukumnya untuk masuk dalam daftar. Peraih gelar runner-up Kejuaraan Dunia 1980 ini pernah jadi tunggal putri terbaik Indonesia.

Ivana juga mencatat sederet prestasi ciamik seperti runner-up World Cup 1985 dan semifinalis All England 1981. Gak hanya berprestasi di sektor tunggal, Ivana juga pernah menjadi atlet ganda campuran. Berpasangan dengan Christian Hadinata, Ivana Lie sukses raih gelar juara dunia pada 1985 silam.

9. Vita Marisa

9 Srikandi Bulu Tangkis Indonesia Rutin Kasih Medalipotret Vita Marissa (djarumbadminton.com)

Vita sukses menguasai baik ganda putri maupun campuran. Sempat berpasangan dengan Nova Widianto, status ganda campuran yang cukup ditakuti melekat padanya. Vita sempat mengalami cedera cukup parah walau akhirnya sukses bangkit dan kembali berprestasi.

Vita juga pernah menggandeng Butet di sektor ganda putri. Bersama Butet, Vita berhasil memenangkan China Masters 2007 hingga tampil ciamik dalam ajang Uber Cup 2008.

Vita sejatinya pensiun pada 2005 lalu. Meski tak punya koleksi medali Olimpiade, sosoknya yang mampu membimbing pemain muda membuatnya termasuk salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia di masanya.

Baca Juga: Wujudkan Impian Masa Kecil, Greysia Polii Datangi Markas Inter Milan

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya