Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masalah yang Hambat Performa Francesco Bagnaia di MotoGP 2026
Francesco Bagnaia saat menjalani pekan balap GP Malaysia 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)

Francesco Bagnaia menutup paruh pertama MotoGP 2026 dengan capaian mengecewakan. Pembalap Ducati Lenovo Team itu belum mencatatkan kemenangan balapan utama pada periode tersebut. Bahkan, Bagnaia terlempar dari posisi lima besar di klasemen pembalap.

Performa Bagnaia selama memacu Desmosedici GP26 terhambat oleh sejumlah masalah. Salah satunya terkait kurangnya daya cengkeram ban belakang. Mengapa itu bisa terjadi?

1. Francesco Bagnaia kehilangan 40 poin akibat masalah teknis motornya pada paruh pertama MotoGP 2026

Francesco Bagnaia tak berhasil mencetak kemenangan pada balapan utama sepanjang paruh pertama MotoGP 2026. Hasil terbaiknya adalah empat kali finis ketiga secara beruntun di GP Catalunya, Italia, Hungaria, dan Republik Ceko. Bagnaia masih merasakan paceklik kemenangan sejak terakhir kali naik podium tertinggi di GP Jepang 2025.

Pembalap asal Italia itu meyakini masalah teknis pada motornya menyebabkan dirinya kehilangan banyak poin. Itu merujuk pada kegagalan dirinya mencetak poin di GP Spanyol, Prancis, dan Belanda. Motorsport melansir, estimasi kerugian poin yang Bagnaia alami mencapai 40 poin. Adapun masalah yang menimpa Bagnaia dalam tiga balapan tersebut antara lain:

  • GP Spanyol (Sirkuit Jerez):

- Posisi sebelum gagal finis: Kesebelas;

- Penyebab gagal finis: Masalah rem;

- Perkiraan kehilangan poin: 7 poin;

  • GP Prancis (Sirkuit Le Mans):

- Posisi sebelum gagal finis: Kedua;

- Penyebab gagal finis: Terjatuh (adanya masalah kecil yang memicu kecelakaan);

- Perkiraan kehilangan poin: 20 poin;

  • GP Belanda (Sirkuit Assen):

- Posisi sebelum gagal finis: Keempat;

- Penyebab gagal finis: Masalah teknis (Penyebab pasti tidak diungkap);

- Perkiraan kehilangan poin: 13 poin.

2. Francesco Bagnaia masih mengeluhkan masalah daya cengkeram ban belakang pada motor Desmosedici GP26

Masalah teknis pada balapan utama GP Spanyol, Prancis, dan Belanda memang menjadi salah satu faktor penghambat performa Francesco Bagnaia. Namun, pemilik dua titel juara MotoGP itu menegaskan, masalah terbesar yang ia rasakan adalah kurangnya daya cengkeram ban belakang. Hal inilah menyebabkan Bagnaia tak bisa memaksimalkan kemampuan Desmosedici GP26.

Persoalan daya cengkeram bertalian dengan kelemahan pada sisi depan motor. Kondisi tersebut menyebabkan pembalap Ducati, termasuk Bagnaia, sangat mengandalkan ban bekalang untuk mengimbangi kekurangan yang ada. Alhasil, motor Bagnaia lebih mudah mengalami degradasi ban.

"Kami banyak mengalami perkembangan. Namun, kami belum menyelesaikan masalah yang telah terjadi sejak balapan pertama, yaitu daya cengkeram ban belakang. Aku tidak memiliki itu. Aku tidak bisa memaksimalkannya untuk berbelok dan berakselerasi," kata Francesco Bagnaia dilansir Motorsport.

Keluhan perihal daya cengkeram sempat Bagnaia sampaikan saat gagal finis pada balapan utama GP Brasil. Ketika itu, ia terjatuh pada pertengahan balapan saat berada di posisi kesebelas. Bagnaia juga mengalami masalah saat mengerem dan memasuki tikungan.

3. Francesco Bagnaia berharap Ducati segera menemukan solusi selama jeda musim panas MotoGP 2026

Francesco Bagnaia tentu berharap Ducati segera menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi pada paruh pertama MotoGP 2026. Ia merujuk pada langkah yang telah Gresini Racing lakukan untuk mengatasi persoalan yang dialami Alex Marquez. Adik kandung Marc Marquez itu mengalami masalah serupa dengan Bagnaia selama tiga balapan pembuka musim ini.

"Satu-satunya pembalap yang mengalami masalah yang sama denganku adalah Alex Marquez. Dia mengalaminya sebelum GP Spanyol, lalu mereka menemukan jalan keluarnya. Jadi, aku sangat berharap jeda musim panas ini akan membantu tim memahami tindakan yang harus dilakukan. Kami berharap dapat mengetahui cara untuk melakukan hal serupa," ujar Francesco Bagnaia dikutip Motorsport.

Bagnaia bercokol di peringkat kedelapan lewat perolehan 143 poin. Ia tertinggal 65 poin dari Jorge Martin yang memimpin klasemen pembalap. MotoGP 2026 masih menyisakan sebelas seri balap. Peluang Bagnaia kembali menembus posisi lima besar tetap terbuka asalkan masalah yang terjadi sepanjang paruh pertama telah teratasi. Mungkinkah itu terjadi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article