Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menerka Arah Chicago Bulls setelah NBA Trade 2025/2026

ilustrasi basket
ilustrasi basket (pexels.com/Joaquin Ponce)
Intinya sih...
  • Chicago Bulls menukar beberapa pemain penting, termasuk Coby White dan Nikola Vucevic.
  • Chicago Bulls mendapat kompensasi yang cukup melimpah setelah NBA trade 2025/2026.
  • Arturas Karnisovas ingin Chicago Bulls tak lagi jadi tim medioker, memprioritaskan pemain muda, fleksibilitas finansial, serta draft pick melimpah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Chicago Bulls menjadi salah satu tim yang paling aktif di NBA trade 2025/2026. Mereka menukar hampir seluruh pemain andalan ke tim lain. Lantas, apa sebenarnya yang ingin dicapai Bulls dengan melakukan hal tersebut? Simak ulasannya di bawah ini.

1. Chicago Bulls menukar beberapa pemain penting

Chicago Bulls mengirim beberapa pemain penting pada NBA trade 2025/2026. Mereka mengirim Coby White kepada Charlotte Hornets dan Nikola Vucevic kepada Boston Celtics. White merupakan top skor tim sementara Vucevic memimpin dalam daftar rebound.

Bulls menukar dua pemain kunci lainnya, Ayo Dosunmu dan Kevin Huerter. Dale Terry dan Julian Phillips juga ditukar ke tim lain. Semua pemain yang ditukar Bulls kontraknya akan berakhir pada akhir 2025/2026 kecuali Phillips yang memiliki team option untuk musim depan. Menukar mereka sebelum akhir musim membuat Bulls mendapat beberapa aset.

2. Chicago Bulls mendapat kompensasi yang cukup melimpah

Chicago Bulls mendapat cukup banyak aset setelah NBA trade 2025/2026. Menariknya, kebanyakan dari mereka berposisi sebagai guard, Jaden Ivey, Rob Dillingham, Collin Sexton, dan Anfernee Simons. Pemain lain yang didapat Bulls adalah Leonard Miller, Nick Richards, dan Guerschon Yabusele.

Ivey dan Dillingham menjadi tambahan yang bagus di sektor guard. Keduanya masih muda dan bisa berkembang lagi. Nick Richards bisa menjadi pengganti Vucevic sebagai center. Sementara, pemain lain sepertinya akan dilepas pada akhir musim karena beberapa tergolong senior.

Selain pemain, Bulls juga mendapat sembilan second round pick. Cukup disayangkan karena Bulls sama sekali tak mendapat first round pick. Pemain dari second round biasanya tak banyak membawa pengaruh terhadap tim. Sebagian besar dari mereka hanya menjadi cadangan dan keluar dari NBA setelah beberapa musim.

3. Arturas Karnisovas ingin Chicago Bulls tak lagi jadi tim medioker

Eksperimen Chicago Bulls dengan memadukan DeMar DeRozan, Zach Lavine, dan Nikola Vucevic pada 2021/2022 dianggap gagal. Mereka hanya sekali memiliki rekor menang-kalah positif sejak saat itu. Sisanya, Bulls menjadi penghuni papan tengah Wilayah Timur dan selalu kandas di play-in. Ketiganya kini telah membela tim lain.

Menjadi penghuni papan tengah merupakan posisi yang paling tidak ideal di NBA. Mereka tak cukup baik untuk bisa bersaing menjadi juara. Di sisi lain, Bulls juga tak cukup buruk untuk mendapat posisi bagus di NBA draft. Langkah paling tepat yang bisa dilakukan adalah menukar beberapa pemain inti dan membangun ulang tim dari awal.

Mengutip ESPN, Wakil Presiden Bulls, Arturas Karnisovas, ingin Bulls tak lagi jadi tim medioker. Karnisovas berharap Bulls menjadi juara bukan sekadar lolos ke play-in. Pria asal Lithuania tersebut ingin mencapai target tersebut dengan memprioritaskan pemain muda, fleksibilitas finansial, serta draft pick melimpah.

4. Josh Giddey, Matas Buzelis, dan Noa Essengue menjadi harapan Chicago Bulls

Tak semua pemain andalan Chicago Bulls dilepas oleh Karnisovas. Ia masih mempertahankan Josh Giddey dan Matas Buzelis yang tampil apik sepanjang 2025/2026. Bulls juga mempertahankan dan Noa Essengue yang digadang-gadang menjadi pemain masa depan Bulls.

Giddey menjadi salah satu andalan Bulls sejak didatangkan dari Oklahoma City Thunder pada 2024. Pemain yang berposisi sebagai guard tersebut mencatatkan rataan 18,6 poin, 8,6 rebound, dan 8,8 assist per game pada 2025/2026. Tak heran jika Bulls memberinya kontrak selama 4 musim senilai Rp1,6 triliun.

Matas Buzelis menjadi pemain muda lain yang tampil apik. Pemain berusia 21 tahun tersebut mencatatkan rataan 15,2 poin, 5,3 rebound, dan 2 assist per game pada 2025/2026. Sementara, Noa Essengue yang dipilih Bulls pada NBA draft 2025 dianggap punya potensi besar. Sayang, musimya berakhir lebih cepat karena mengalami cedera.

Chicago Bulls melakukan langkah besar dengan menukar banyak pemain andalan pada NBA trade 2025/2026. Mereka ingin membangun ulang tim dengan mengandalkan pemain muda. Lantas, apakah yang dilakukan Arturas Karnisovas sudah tepat bagi Bulls?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

MU Gigit Jari, Tuchel Bertahan di Inggris Hingga Euro 2028

12 Feb 2026, 18:39 WIBSport