- Jean Butez – GK (Prancis)
- Henrique Menke – GK (Brasil)
- Mauro Vigorito – GK (Italia)
- Nikola Cavlina – GK (Kroasia)
- Noel Törnqvist – GK (Swedia)
Como 1907: Profil, Sejarah, Skuad, dan Staf Kepelatihan

- Como 1907, klub Italia yang diakuisisi oleh Hartono bersaudara pada 2019
- Setelah bangkrut dua kali, Como berhasil promosi ke Serie A Liga Italia musim 2024/2025
- Skuad Como 1907 musim 2025/2026 terdiri dari pemain-pemain internasional dari berbagai negara
Como 1907 menjadi salah satu klub yang menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir berkat kebangkitannya di sepak bola Italia. Setelah bertahun-tahun berjuang di divisi bawah, klub asal wilayah Lombardia ini akhirnya kembali tampil di Serie A dan mulai membangun identitas baru yang lebih modern. Perjalanan panjang ini membuat Como 1907 menjadi salah satu kisah kebangkitan paling menarik dalam dunia sepak bola Eropa.
Kehadiran pemilik baru dan manajemen profesional turut mempercepat perkembangan klub, baik dari sisi finansial maupun kualitas tim. Mereka juga memberikan sentuhan global melalui investasi jangka panjang, perbaikan fasilitas latihan, serta strategi rekrutmen pemain yang lebih terarah. Tidak heran jika Como mulai diperhitungkan sebagai klub yang sedang tumbuh pesat di Italia.
Selain itu, masuknya nama-nama besar ke dalam staf kepelatihan, termasuk Cesc Fàbregas yang kini memimpin sebagai pelatih kepala, menjadi daya tarik tersendiri. Dengan dukungan teknis yang kuat dan skuad yang semakin kompetitif, Como 1907 memiliki ambisi besar untuk bersaing secara konsisten di papan tengah Serie A.
Seperti apa sepak terjang Como 1907 serta skuad dan staf kepelatihannya saat ini? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!
Table of Content
1. Profil Como 1907

Como 1907 merupakan klub Italia yang berbasis di Kota Como, Lombardia dan bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Sesuai namanya, klub ini sudah berdiri sejak 1907 dan pertama kali tampil di Serie A pada 1949.
Saat ini, Como 1907 dimiliki oleh konglomerat asal Indonesia, Hartono bersaudara yang merupakan bos Grup Djarum dan BCA. Mereka mengambil alih kepemilikan klub ini pada 2019 dan mengajak dua legenda sepak bola, Thierry Henry dan Cesc Fabregas untuk menjadi pemilik saham minoritas.
Sementara itu, mantan pemain Chelsea, Dennis Wise didapuk sebagai presiden klub Como 1907.
2. Sejarah Como 1907

Jika menilik sejarahnya, Como berdiri pada 25 Mei 1907 dengan nama Calcio Como. Como pertama kali berkompetisi di liga profesional pada musim 1912/1913 dengan bermain di Promotion League.
Klub yang bermarkas di Giuseppe Sinigaglia ini mengalami pasang-surut di Liga Italia. Pada periode 1940-1960, Como bolak-balik di Serie A, B, dan C. Meski begitu, Como pernah meraih beberapa gelar, antara lain Piala Liga Allievi Nazionali, Coppa Italia Serie D dan Serie C, juara Serie D, dan juara Serie C.
Pada musim 2002/03, Como berhasil promosi ke Serie A. Sayangnya, Como lebih sering jadi penghuni papan bawah klasemen sepanjang musim. Pada akhir musim, tim promosi ini terpaksa harus kembali ke Serie B.
1. Como dinyatakan bangkrut
Sejak turun ke Serie B, manajemen Como mulai goyah. Mereka dilanda kesulitan finansial dan akhirnya resmi bangkrut pada Desember 2004. Saat itu, tidak ada investor yang membeli Como. Salah satu penawaran datang dari Enrico Preziosi, tapi berujung ditolak.
Untungnya, Como bisa kembali sebagai tim profesional dengan bermain di Serie D pada 2005/06. Mereka susah payah di Serie D dan sempat mencicipi kembali Serie C.
Sayangnya, Como mengalami krisis finansial dan kembali dinyatakan bangkrut pada 2016. Saat itu, perusahaan Akosua Puni Essien membeli Como dan mengubah namanya menjadi FC Como. Dikarenakan bangkrut, Como harus memulai lagi dari Serie D pada 2017/18.
2. Dibeli Hartono bersaudara
Como mulai bangkit saat diambil alih oleh Hartono bersaudara pada 2019. Saat itu, Como memiliki infrastruktur yang kurang memadai. Michael dan Robert Budi Hartono mulai membenahi segala aspek klub.
Namanya diubah menjadi Como 1907, stadion dibenahi, menyiapkan akademi klub, hingga membangun tim utama yang lebih baik.
Hartono bersaudara juga membuka peluang bagi orang lain untuk memiliki saham di Como. Dua legenda sepak bola, Thierry Henry dan Cesc Fabregas lantas menjadi pemilik saham minoritas Como.
3. Kembali ke Serie A
Pada 2019, Como mulai bangkit dengan promosi ke Serie C. Kemudian lanjut ke Serie B pada 2021. Selama tiga tahun di Serie B, Como akhirnya kembali dipromosikan ke Serie A untuk musim 2024/2025. Butuh sekitar 21 tahun bagi Como untuk kembali ke kancah teratas sepak bola Italia.
3. Skuad Como 1907

Como 1907 diperkuat oleh sejumlah pemain pada musim 2025/2025, berikut daftar skuadnya:
Kiper
Bek
- Ignace Van Der Brempt – DF (Belgia)
- Álex Valle – DF (Spanyol)
- Jacobo Ramón – DF (Spanyol)
- Marc-Oliver Kempf – DF (Jerman)
- Mërgim Vojvoda – DF (Albania/Kosovo)
- Ivan Smolčić – DF (Kroasia)
- Alberto Moreno – DF (Spanyol)
- Diego Carlos – DF (Brasil)
Gelandang
- Martin Baturina – MF (Kroasia)
- Maxence Caqueret – MF (Prancis)
- Máximo Perrone – MF (Argentina)
- Lucas Da Cunha – MF (Prancis/Portugis)
- Nicolás Paz – MF (Argentina)
- Sergi Roberto – MF (Spanyol)
- Luca Mazzitelli – MF (Italia)
Striker
- Jesús Rodríguez – FW (Spanyol)
- Jayden Addai – FW (Belanda)
- Nicolas Kühn – FW (Jerman)
- Anastasios Douvikas – FW (Yunani)
- Álvaro Morata – FW (Spanyol)
4. Staf kepelatihan Como 1907

Ada beberapa nama dalam daftar staf kepelatihan Como 1907 musim 2025/2026, yaitu:
Staf Kepelatihan Utama
- Pelatih Kepala: Cesc Fàbregas — mantan gelandang internasional Spanyol yang kini menjadi manajer utama klub.
- Asisten Pelatih: Dani Guindos — bantu pelatih kepala dalam strategi dan taktik tim.
- Asisten Pelatih Tambahan: Marco Cassetti — membantu pengembangan teknis skuad.
- Asisten Pelatih Tambahan: Diego Pérez — bagian dari tim kepelatihan di pertandingan dan latihan.
Staf Teknis dan Pendukung
- Pelatih Kiper: Enrico Malatesta — khusus menangani penjaga gawang.
- Pelatih Kiper: Luca Righi — ikut menangani aspek teknik kiper.
- Pelatih Fisik / Fitness Coach: Filippo Sassi — fokus pada kebugaran dan stamina pemain.
- Pelatih Atletik: Andrea Castellani — tugasnya mengembangkan kondisi atletik tim.
- Rehabilitasi & Pemulihan Cedera: Andrea Bernasconi — menangani pemulihan pemain dari cedera.
- Technical Assistants: Massimiliano Gatto dan Cristiano Scazzola — mendukung aspek teknis dan taktik.
- Individual Coach: Ferran Vilà Carreras — membantu pelatihan teknik individual pemain.
Pendukung Medis dan Analisis
- Director of Health: Chiara Airoldi — bertanggung jawab atas aspek kesehatan tim.
- Club Doctor: Alberto Giughello — dokter tim yang menangani kesehatan pemain.
- Physiotherapists: Simone Gallo dan José Calvarro — ahli fisioterapi.
- Video Analyst: Chris Galley — menganalisis pertandingan dan strategi lawan.
- Sports Scientist: Gavin Cheung — mendukung aspek ilmiah dan kebugaran.
Manajemen Tim dan Administrasi
- Team Manager: Giuseppe Calandra — koordinator logistik dan operasional tim.
- Team Coordinator: Osian Roberts — bertugas koordinasi skuad dan struktur internal.
- Scouting Director: Christian Bruccoleri — kepala pencari bakat untuk klub.
- Kit Man: Giancarlo Carmignani — bertanggung jawab perlengkapan tim.
Demikianlah profil Como 1907, klub Italia milik Hartono bersaudara yang berhasil promosi ke Serie A 2024/25 setelah 21 tahun.
FAQ seputar Como 1907: Profil, Sejarah, Skuad, dan Staf Kepelatihan
| Apa sejarah singkat klub Como 1907? | Como 1907 adalah klub sepak bola Italia yang didirikan pada tahun 1907 dan bersaing di Serie A setelah promosi pada musim 2023–24. Klub ini memiliki sejarah panjang dengan beberapa periode promosi dan degradasi. |
| Siapa pelatih kepala Como 1907 saat ini? | Pelatih kepala Como 1907 adalah Cesc Fàbregas, mantan gelandang Spanyol yang kini memimpin tim di Serie A. |
| Apa prestasi terbaru Como 1907? | Prestasi terbaru klub adalah promosi ke Serie A pada musim 2023–24, kembalinya Como ke liga tertinggi Italia setelah 21 tahun. |
| Siapa pemilik klub Como 1907? | Klub ini dimiliki oleh Hartono bersaudara dari Indonesia melalui Djarum Group, dengan sebagian saham juga dimiliki oleh Cesc Fàbregas dan Thierry Henry. |

















