Untuk mengatasi kekurangan pasokan kok global, BWF berkomitmen untuk terus mengembangkan produksi kok sintetis. Thomas Lund menegaskan bahwa organisasinya sudah berinvestasi dalam jumlah besar kepada produsen kok global untuk memproduksi kok sintetis. Hal ini dilakukan agar olahraga bulu tangkis tidak lagi bergantung pada kok yang terbuat dari bulu bebek dan bulu angsa.
“Federasi Bulu Tangkis Dunia berkomitmen penuh untuk berinvestasi dan mengembangkan kok sintetis demi keberlanjutan olahraga ini di masa depan. Kami juga akan memastikan aksesibilitas jangka panjang (terhadap ketersediaan kok) bagi generasi pemain selanjutnya. Kami telah berkomitmen pada proyek ini selama lebih dari 10 tahun terakhir,” ujar Lund masih dilansir Sports Star.
Kendati begitu, Lund menegaskan bahwa tanggung jawab produksi kok global bukan berada di tangan BWF, melainkan di tangan pabrik-pabrik kok yang ada di seluruh dunia. "Dengan mengatakan ini, BWF bukanlah produsen kok itu sendiri. Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan ini, tanggung jawab tetap berada di tangan produsen kok. Mereka juga berperan untuk mempercepat pengembangan kok sintetis yang lebih canggih," tambahnya.
Produksi kok global memang sedang mengalami penurunan. Namun, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengimbau kepada seluruh komunitas bulu tangkis untuk tidak khawatir. Sebab, mereka bakal terus mengawasi produksi dan suplai kok global agar tidak terus mengalami penurunan. BWF juga bakal mendorong produsen-produsen kok global untuk memproduksi kok sintetis sebagai terobosan baru ke depan.