Oni Junianto Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketum FASI yang Baru

- Oni Junianto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum FAJI periode 2025-2029
- Oni mengusung visi FAJI yang berdampak luas bagi bangsa, termasuk fokus pada pengembangan pariwisata arung jeram dan siap siaga bencana
- KONI Pusat memberikan dukungan dan apresiasi atas capaian FAJI serta mendorong agar arung jeram tetap ada di PON 2028
Jakarta, IDN Times - Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang digelar di Jakarta, Minggu (5/1/2026), menetapkan kepemimpinan baru FAJI periode 2025 sampai 2029. Oni Junianto resmi terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum).
Oni terpilih secara aklamasi sebagai calon tunggal dengan dukungan penuh dari seluruh peserta Munas yang hadir, terdiri atas 19 Pengurus Provinsi (Pengprov) serta satu Pengurus Besar FAJI. Dia menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Saud F. Tambatua.
1. Mengusung visi FAJI yang berdampak luas bagi bangsa

Dalam pemaparan visi dan misinya, Oni menegaskan komitmennya membawa FAJI menjadi organisasi yang kuat dan relevan. Ke depan, FAJI tidak hanya fokus pada prestasi olahraga, tetapi juga pengembangan pariwisata arung jeram, siap siaga bencana, serta pelestarian sungai.
“Kami menegaskan empat pilar utama FAJI, yakni prestasi, pariwisata, lingkungan, dan kebencanaan. Pilar-pilar ini menjadi arah kebijakan agar FAJI tidak hanya berbicara soal olahraga dan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara,” tegas Oni dalam keterangannya.
2. Mendapat dukungan dan apresiasi dari KONI Pusat

Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, mengapresiasi capaian FAJI selama periode 2021 sampai 2025. Dia menilai FAJI berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional, termasuk tampil pertama kali di PON 2024 serta meraih runner-up pada IRF World Championship 2025.
“Keberhasilan arung jeram tampil pertama kali di PON 2024, serta pencapaian sebagai runner-up di bawah Ceko pada IRF World Championship 2025 di Malaysia merupakan prestasi luar biasa,” ujar Soedarmo.
3. KONI mendorong arung jeram tetap ada di PON 2028

Lebih lanjut, Soedarmo juga mendorong agar arung jeram tetap dipertandingkan pada PON 2028. Alhasil, FAJI harus segera berkomunikasi dengan KONI Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTT dan NTB).
“FAJI perlu berkomunikasi dengan KONI NTT dan NTB, karena mereka memiliki kewenangan dalam menentukan cabang olahraga tambahan di PON,” ujar Soedarmo.
Setelah terpilihnya Oni Junianto sebagai Ketum FAJI periode 2025 sampai 2029, dia akan didampingi oleh empat tim formatur, yakni Amalia Yunita, Hasballah, Arie Sudharisman, dan Bayu Wira, untuk menyusun kepengurusan lengkap FAJI yang ditargetkan rampung 30 hari ke depan.



















