Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Saat Igor Tudor 2 Kali Selamatkan Udinese dari Degradasi di Serie A

Saat Igor Tudor 2 Kali Selamatkan Udinese dari Degradasi di Serie A
ilustrasi pelatih (unsplash.com/Nguyen Thu Hoai)
Intinya Sih
  • Tottenham Hotspur sedang terpuruk di Premier League 2025/2026 dengan hanya 29 poin dari 29 laga dan kini berada satu poin di atas zona degradasi.
  • Igor Tudor ditunjuk menggantikan Thomas Frank pada Februari 2026, membawa harapan baru berkat rekam jejaknya menyelamatkan Udinese dari degradasi di dua periode berbeda.
  • Sebelumnya, Tudor sukses menghindarkan Udinese dari jurang degradasi pada musim 2017/2018 dan 2018/2019 lewat kebangkitan dramatis di laga-laga akhir Serie A.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tottenham Hotspur tengah menghadapi situasi yang tak menentu di English Premier League 2025/2026. Hingga pekan 29, mereka baru mengumpulkan 29 poin, hanya terpaut 1 poin dari West Ham United yang berada di zona degradasi. The Lilywhites bahkan belum pernah menang sejak pekan 19.

Klub yang berbasis di London itu sejatinya telah melakukan beberapa langkah untuk bangkit. Salah satunya ialah dengan memberi kepercayaan kepada Igor Tudor sebagai juru taktik untuk menggantikan Thomas Frank mulai pertengahan Februari 2026. Sosok asal Kroasia itu dinilai layak untuk memegang kendali berkat pengalamannya melatih beberapa klub sebelumnya. Itu termasuk ketika ia berjasa menyelamatkan Udinese dari degradasi di Serie A Italia dalam 2 periode berbeda.

1. Bersama Igor Tudor dalam empat laga terakhir Serie A 2017/2018, Udinese selamat dari degradasi

Udinese menunjukkan penurunan performa yang cukup drastis sejak pertengahan musim Serie A 2017/2018. Bersama Pelatih Massimo Oddo, mereka menelan sebelas kekalahan beruntun sejak pekan 24 hingga 34. Situasi tersebut membuat manajemen memilih untuk memecat Oddo. Igor Tudor yang sebelumnya melatih Galatasaray kemudian ditunjuk untuk mengisi kursi kepelatihan dengan harapan menyelamatkan tim yang saat itu berada di peringkat 15.

Pada laga pertama bersama Tudor yang merupakan bagian dari pekan 35, Udinese meraih hasil imbang 3-3 di markas Benevento, yang sekaligus mengakhiri rentetan sebelas kekalahan beruntun. Alarm bahaya kembali menghampiri Udinese usai dibantai Inter Milan 0-4 pada pekan 36. Namun, Tudor mampu membangkitkan semangat juang anak asuhnya hingga meraih kemenangan dalam dua laga terakhir melawan Hellas Verona dan Bologna. Tambahan poin dari dua hasil positif tersebut membuat mereka selamat dari degradasi dan naik ke peringkat 14.

2. Igor Tudor menjadi juru selamat Udinese pada panghujung Serie A 2018/2019

Udinese berada tepat di atas zona degradasi setelah kalah 2-4 dari Napoli pada pekan 28 Serie A 2018/2109. Itu sekaligus menjadi laga terakhir tim bersama Davide Nicola sebagai pelatih tim karena manajemen memilih mengakhiri kerja sama dengannya akibat performa tim yang tak kunjung membaik. Lagi-lagi, Igor Tudor didatangkan sebagai juru selamat.

Udinese mampu bangkit dengan meraih 2 kemenangan dan 1 keimbangan dalam 3 laga pertama bersama Tudor pada periode kali ini, yang sekaligus membawa tim naik ke peringkat 15. Namun, situasi sulit kembali dihadapi Udinese lantaran tak meraih kemenangan dalam lima laga berikutnya, membuat mereka kembali berada di ambang degradasi. Untungnya, Tudor kembali mampu membawa anak asuhnya bangkit hingga selalu mempersembahkan kemenangan dalam tiga laga terakhir, membuat mereka terbang hingga mengakhiri musim di posisi ke-12.

3. Igor Tudor diharapkan menyelamatkan Tottenham Hotspur pada 2025/2026

Igor Tudor kembali mendapat tugas untuk menyelamatkan sebuah tim dari ancaman degradasi pada 14 Februari 2026. Ia ditunjuk Tottenham Hotspur untuk mengisi kursi kepelatihan yang sebelumnya ditinggal Thomas Frank, saat tim berada di peringkat 16 Premier League 2025/2026. Ini sekaligus menjadi momen kembalinya Tudor menangani sebuah tim sejak berpisah dengan Juventus pada 27 Oktober 2025.

Namun, Tudor belum mampu berbuat banyak bagi The Lilywhites dalam tiga laga awal. Dominic Solanke dan kolega menelan tiga kekalahan beruntun sejak pekan 27 hingga 29. Meski masih berada di peringkat 16, kini mereka hanya terpaut satu poin dengan West Ham United di zona degradasi (peringkat 18).

Pengalaman Igor Tudor dalam menyelamatkan Udinese dari ancaman degradasi tentu menjadi alasan utama Tottenham Hotspur menunjuknya sebagai pelatih. Meski awal perjalanannya di London Utara belum berjalan mulus, The Lilywhites masih memiliki waktu untuk bangkit pada sisa musim 2025/2026. Jika mampu mengulangi keberhasilannya seperti saat bersama Udinese, Tudor berpeluang kembali membuktikan kapasitasnya sebagai sosok yang piawai membawa tim keluar dari situasi sulit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More