3 Pelatih NBA dengan 800 Kemenangan Bersama 1 Tim

- Gregg Popovich meraih 1.390 kemenangan bersama San Antonio Spurs
- Jerry Sloan mencatat 1.127 kemenangan selama membesut Utah Jazz
- Erik Spoelstra mengukir 800 kemenangan bersama Miami Heat
Miami Heat sukses menaklukan Milwaukee Bucks dengan angka 106-103 pada lanjutan fase grup NBA Cup 2025. Pencapaian ini membuat Heat untuk sementara menjadi pemuncak klasemen di East Group C per 29 November 2025. Raihan hasil positif ini juga menjadi penanda kemenangan ke 800 Erik Spoelstra selama mengemban posisi kepala pelatih tim asal Florida tersebut.
Erik Spoelstra langsung mewarnai daftar pelatih yang sukses mengukir 800 kemenangan bersama satu tim di NBA. Sebelumnya, dua pelatih legendaris, Gregg Popovich dan Jerry Sloan, juga telah membuat pencapaian prestisius ini. Berikut pembahasan ketiga pelatih tersebut.
1. Gregg Popovich berhasil meraih 1.390 kemenangan bersama San Antonio Spurs
Gregg Popovich pertama kali bergabung dengan San Antonio Spurs mengemban jabatan sebagai asisten pelatih dari Larry Brown pada 1988. Dirinya ikut menemani perjalanan tim asal Texas ini kurang lebih selama 4 tahun yang berlaku sampai 1992. Dia kemudian melanjutkan karier ke California untuk menerima pinangan Golden State Warriors untuk menduduki posisi asisten pelatih dari Don Nelson sampai 1994.
Popovich memperoleh kesempatan emas untuk menjadi pelatih kepala San Antonio Spurs pada 1996. Pelatih yang akrab disapa Coach Pop ini membuat Spurs diperhitungkan karena berhasil mendapat lima cincin juara NBA. Dia juga terpilih sebagai NBA Coach of the Year sebanyak tiga kali dalam kariernya. Selama menangani klub asal Texas tersebut, ia meraih 1.390 kemenangan dari 2.214 pertandingan. Setelah mengukir legasi, dirinya memutuskan pensiun pada Mei 2025.
2. Jerry Sloan meraih 1.127 kemenangan selama membesut Utah Jazz
Berkat portofolionya menukangi Chicago Bulls, Jerry Sloan bergabung dengan Utah Jazz untuk mengemban jabatan asisten pelatih dari Frank Layden pada 1985. Dia menempati posisi tersebut kurang lebih selama tiga tahun sampai 1988. Sebab, Layden memilih mundur dari pelatih kepala lantaran ingin fokus dengan kehidupan pribadi. Sloan kemudian ditunjuk oleh manajemen Jazz saat itu untuk memimpin tim.
Sloan setia menemani pasang surut perjalanan Utah Jazz. Dia sempat melatih duo legendaris, yaitu John Stockon dan Karl Malone sehingga sukses menembus final nba secara berturut-turut pada 1997 dan 1998. Sayangnya, mereka saat itu kesulitan menghentikan dinasti Chicago Bulls. Meski tidak pernah mempersembahkan cincin juara, ia sangat dihormati berkat etos kerja yang ditunjukkan. Pelatih asal Mcleansboro ini tercatat memperoleh 1.127 kemenangan dari 1.809 pertandingan. Membesut Jazz kurang lebih selama 23 musim, dirinya membuat keputusan untuk pensiun dari jabatan pelatih kepala pada Februari 2011.
3. Erik Spoelstra mengukir 800 kemenangan bersama Miami Heat
Erik Spoelstra mengawali karier bersama Miami Heat sebagai video coordinator pada 1995. Dirinya saat itu bertugas untuk menganalisis performa tim maupun lawan. Hal tersebut terjadi lantaran ia dianggap paham dengan strategi. Dirinya terus menunjukkan kualitas sehingga memperoleh kesempatan emas dalam kariernya dengan menjadi asisten pelatih dari Pat Riley. Ini membuat perannya semakin krusial untuk Heat.
Pat Riley ternyata memilih untuk fokus melakoni peran presiden Miami Heat. Spoelstra kemudian ditunjuk oleh jajaran manajemen sebagai pelatih kepala pada 2008. Dia dinilai telah siap mengemban jabatan lebih kompleks. Pelatih yang memiliki garis keturunan Filipina tersebut membuat Heat semakin diperhitungkan. Ia tercatat pernah membawa tim asal Florida ini menjuarai NBA secara berturut-turut pada 2012 dan 2013. Sementara ini, dirinya telah mengukir 800 kemenangan dari 1.378 pertandingan.
Ketiga pelatih di atas berhasil meraih 800 kemenangan bersama satu tim di NBA. Berkat etos kerja yang ditunjukkan, mereka juga menghiasi daftar sebagai 15 pelatih terhebat NBA. Spoelstra berpeluang besar meneruskan tren positif tersebut lantaran masih menangani Miami Heat. Menurutmu, siapa lagi pelatih yang bisa mengikuti pencapaian luar biasa ini?


















