Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/SHVETS production)

Indonesia menutup Hylo Open 2026 dengan raihan 1 gelar juara dan 1 posisi runner-up. Gelar juara dipersembahkan oleh Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dari sektor ganda putri, sedangkan Jonatan Christie harus puas finis sebagai runner-up di sektor tunggal putra.

Sangat disayangkan Indonesia gagal membawa pulang dua gelar juara. Jonatan bukanlah pemain Indonesia pertama yang menderita kekalahan pada final turnamen BWF World Tour Super 500 ini. Sebelumnya, terdapat pemain Indonesia lain yang mengalami hal serupa. Termasuk Jonatan, berikut lima pemain Indonesia terakhir yang kalah pada final Hylo Open.

1. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati kalah pada final Hylo Open 2023

Indonesia meloloskan dua wakil ke final Hylo Open 2023. Sayangnya, tidak satu pun dari mereka berakhir sebagai juara. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang tampil pada laga perdana harus rela finis sebagai runner-up. Mereka kalah 3 game dari ganda campuran Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, dengan skor 21-15, 15-21, dan 14-21 dalam waktu 57 menit. Kekalahan itu membuat mereka gagal mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi 2022. Selain itu, setelah kekalahan mereka hingga edisi 2026 tidak ada ganda campuran Indonesia yang mampu menembus final.

2. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga keok pada final Hylo Open 2023

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga keok pada final Hylo Open 2023. Mereka kalah tanpa menyelesaikan seluruh pertandingan saat melawan Zhang Shu Xian/Zheng Yu asal China. Saat pertandingan baru memasuki game kedua dengan kedudukan skor 1-1 , duet Apriyani/Fadia memutuskan mundur karena cedera yang dialami Apriyani. Kekalahan itu cukup disayangkan karena Apriyani/Fadia sudah sempat mengunci kemenangan pada game pertama dengan skor 21-18.

3. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani takluk pada final Hylo Open 2025

Pemain Indonesia selanjutnya yang pernah menelan kekalahan pada final Hylo Open adalah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Ganda putra itu gagal mengamankan gelar juara di Hylo Open 2025. Mereka yang saat itu diunggulkan di urutan keenam secara mengejutkan kalah dari duet nonunggulan asal Taiwan, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin. Dalam waktu 41 menit, mereka kalah 2 game langsung dengan skor tipis 19-21 dan 18-21.

4. Putri Kusuma Wardani juga harus puas menjadi runner-up di Hylo Open 2025

Putri Kusuma Wardani juga termasuk pemain Indonesia yang pernah menderita kekalahan pada final Hylo Open. Tunggal putri itu kalah pada final Hylo Open 2025 dengan status unggulan pertama. Ia kalah dari tunggal putri asal Denmark yang diunggulkan di urutan kedua, Mia Blichfeldt. Dalam pertarungan 3 game yang berjalan selama 59 menit, ia kalah dengan skor 11-21, 21-7, dan 12-21. Kekalahan Putri saat itu memastikan Indonesia gagal menjadi juara umum di Hylo Open 2025.

5. Jonatan Christie kalah pada final Hylo Open 2026

Teranyar, pemain Indonesia yang mengalami kekalahan pada final Hylo Open adalah Jonatan Christie. Tunggal putra andalan Indonesia itu kalah pada final Hylo Open 2026. Diunggulkan di urutan keempat, Jonatan kalah dari Lakshya Sen asal India yang hanya diunggulkan di urutan ketujuh. Ia kalah 2 game langsung dengan skor 17-21 dan 10-21 dalam waktu 39 menit. Dengan kekalahan itu, Jonatan gagal mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi 2025. Selain itu, kekalahannya juga memastikan Indonesia gagal menjadi juara umum Hylo Open 2026.

Kegagalan meraih gelar juara di partai final menjadi bagian dari perjalanan sejumlah wakil Indonesia di Hylo Open. Meski demikian, keberhasilan menembus final tetap menunjukkan kemampuan mereka bersaing hingga tahap akhir turnamen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article