Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pembalap yang Mengukir Kemenangan Pertamanya di Sirkuit Mandalika

4 min read
3 Pembalap yang Mengukir Kemenangan Pertamanya di Sirkuit Mandalika
potret Fermin Aldeguer (commons.wikimedia.org/Alexabel1296)

Sirkuit Mandalika jadi saksi bisu terciptanya kemenangan pertama bagi beberapa pembalap. Lintasan sepanjang 4,3 km ini pernah membuat rider Moto3, Moto2, dan MotoGP merasa bangga. Bagaimanapun, kemenangan pertama adalah titik balik perjalanan karier bagi seorang pembalap.

Kemenangan tersebut juga bukan hanya sebuah hasil balap biasa. Pada setiap kemenangan itu terukir sejarah yang tak kalah menterengnya. Siapa saja tiga pembalap yang mengukir kemenangan Grand Prix atau kemenangan kelas premier pertamanya di trek yang terletak di Pulau Lombok itu? Berikut ini ulasannya!

  1. 1. Diogo Moreira menang pertama kali secara dramatis di seri Moto3 Indonesia musim 2023

    Diogo Moreira meraih kemenangan pertamanya di ajang Grand Prix pada balapan di Sirkuit Mandalika tahun 2023. Moreira yang saat itu berbaju tim MT Helmets - MSI tampil kuat. Ia bisa jadi yang tercepat di sesi kualifikasi dan merebut pole position.

    Namun, sesi balapan berlangsung dengan sengit. Moreira tak bisa Santai karena pemimpin balapan beberapa kali berpindah tangan. Moreira memimpin di lap pertama, tetapi digantikan Daniel Holgado pada lap 2 hingga 12. Moreira sempat kembali memimpin di lap 13. Tak lama, Holgado mengambil alih lagi pada lap 14 hingga 15, disusul Jaume Masia yang memimpin lap 16 hingga 18.

    Punya momentum, Moreira bisa merebut posisi terdepan pada lap 19 hingga 20. Ia mampu mempertahankan posisinya hingga garis finis di tengah kekacauan lap terakhir. Moreira menang dengan selisih tipis 0,107 detik atas David Alonso, sementara David Munoz finis di posisi ketiga.

    Kemenangan di Sirkuit Mandalika ini jadi momen bersejarah. Bagi Moreira, di sinilah ia merebut kemenangan pertamanya dalam karier Grand Prix. Moreira juga jadi pembalap asal Brasil pertama yang menang di kelas mana pun sejak Alex Barros pada 2005.

  2. 2. Somkiat Chantra mendominasi Sirkuit Mandalika saat balapan Moto2 musim 2022

    Somkiat Chantra menorehkan prestasi gemilang kala beraksi di Sirkuit Mandalika pada 2022. Di trek yang masih anyar itu, rider di tim Honda Team Asia ini bisa tampul kuat. Chantra yang start dari urutan keempat bisa langsung tampil dominan sejak putaran awal.

    Pada balapan berdurasi 16 putaran itu, Chantra mempimpin dari lap pertama hingga chequered flag berkibar. Gap yang ia bangun mencapai 3,230 detik atas Celestino Vietti yang finis runner-up. Sementara itu, Aron Canet finis di posisi ketiga.

    Chantra akhirnya sukses membuktikan diri dengan mengukir kemenangan sekaligus podium pertamanya. Karier Chantra terbilang unik. Ia hanya sekali turun sebagai wildcard di Moto3 sebelum langsung debut semusim penuh di Moto2 musim 2019. Sebelum menang di Sirkuit Mandalika, hasil terbaiknya hanya finis lima besar. Dengan hasil ini, Chantra juga menorehkan prestasi sebagai pembalap Thailand pertama yang menang di ajang Grand Prix.

  3. 3. Fermin Aldeguer menang di Sirkuit Mandalika meski berstatus rookie di MotoGP 2025

    Status pembalap debutan tak menyurutkan niat Fermin Aldeguer untuk merebut kemenangan. Berbaju tim Gresini Racing, Aldeguer tampil apik di Sirkuit Mandalika musim 2025. Sejak sesi kualifikasi ia tampil cepat dengan mengamankan tempat start kedua di grid. Saat sprint, Aldeguer bisa finis sebagai runner-up.

    Keseruan sesungguhnya datang saat sesi main race. Balapan dibuka dengan drama saat Marco Bezzecchi dan Marc Marquez terlibat kecelakaan dan terjatuh di lap pembuka. Memanfaatkan kesempatan, Pedro Acosta sempat memimpin dari lap 1 hingga 6.

    Tak mau kalah dengan kompatriotnya, Aldeguer mampu mengambil alih posisi terdepan mulai lap 7 hingga chequered flag berkibar. Ia finis dengan selisih jauh 6,987 detik atas Acosta. Inilah hasil terbaik Aldeguer sejauh itu karena hasil terbaiknya sebelumnya adalah finis kedua di Austria.

    Selain sebagai tempat kemenangan kelas premier pertama bagi Aldeguer, Sirkuit Mandalika juga tercatat dalam statistik apik lainnya. Kemenangan di Mandalika ini menjadikan Aldeguer sebagai pemenang MotoGP termuda kedua setelah Marc Marquez. Saat menang, Aldeguer berusia 20 tahun dan 183 hari, hanya terpaut 120 hari dari rekor Marquez.

    Diogo Moreira, Somkiat Chantra, dan Fermin Aldeguer adalah para kampiun Grand Prix. Mereka akan mengingat Sirkuit Mandalika sebagai tempat mengangkat trofi kemenangan pertama dalam karier balap mereka di Moto3, Moto2, dan MotoGP. Siapa lagi pembalap yang akan mencetak sejarahnya di Mandalika?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More