Prediksi Starting Line-up Toronto Raptors di NBA 2026/2027, Ada Kawhi

- Toronto Raptors diproyeksikan memasang Immanuel Quickley, RJ Barrett, Kawhi Leonard, Scottie Barnes, dan Jakob Poeltl sebagai starting line-up NBA 2026/2027.
- Kawhi Leonard kembali ke Raptors melalui trade dari Clippers setelah tim melepas Brandon Ingram, Gradey Dick, sejumlah pilihan draft, dan hak swap pilihan draft.
- Quickley, Barrett, Barnes, dan Poeltl membawa kontribusi statistik musim 2025/2026, sementara Leonard mencatat rata-rata 27,9 poin dan pengalaman 15 musim NBA.
Toronto Raptors merupakan salah satu tim National Basketball Association (NBA) yang mengalami perjalanan cukup berliku dalam 5 musim terakhir. Sempat gagal menembus playoff pada 2023/2024 dan 2024/2025, Raptors mulai menunjukkan perkembangan dengan lolos ke playoff pada 2025/2026. Berkat kembalinya Kawhi Leonard, Raptors diproyeksikan mempunyai starting line-up yang lebih kuat untuk bersaing di NBA pada 2026/2027.
1. Immanuel Quickley siap menjadi point guard utama Raptors di NBA 2026/2027
Toronto Raptors resmi mendaratkan Immanuel Quickley dari New York Knicks melalui pertukaran (trade) pemain pada 30 Desember 2023 dengan melepas OG Anunoby, Precious Achiuwa, dan Malachi Flynn. Quickley kemudian menjalani debut dengan mengenakan jersey bernomor punggung 5 tatkala menghadapi Cleveland Cavaliers di Scotiabank Arena, kandang Raptors, pada 1 Januari 2024. Langsung diterjunkan sebagai starter, pemain yang kini berusia 27 tahun tersebut mampu menjawab kepercayaan pelatih Darko Rajakovic dengan mencetak 14 poin dalam laga ini.
Quickley diperkirakan akan kembali mengisi posisi point guard dalam starting line-up Raptors pada 2026/2027. Sebelum menepi akibat cedera hamstring pada akhir musim reguler 2025/2026, dirinya membukukan rata-rata 16,4 poin, 5,9 assist, dan 4,0 rebound dengan waktu 31,9 menit bermain per laga. Kehadiran rekan setim macam Kawhi Leonard dan RJ Barrett memberinya lebih banyak opsi dalam serangan sehingga Quickley dapat lebih fokus mendistribusikan bola kepada mereka yang berada dalam posisi terbuka.
2. RJ Barrett diproyeksikan menjadi tumpuan kedua Raptors di lini serang dari posisi shooting guard
RJ Barrett bergabung dengan Toronto Raptors setelah didatangkan bersama Immanuel Quickley dalam satu paket trade dengan New York Knicks. Sama seperti Quickley, dia melakoni debut sebagai pemain Raptors saat menghadapi Cleveland Cavaliers yang kala itu diperkuat oleh Caris LeVert dan Donovan Mitchell. Barrett mencetak 19 poin sekaligus mengoleksi 9 rebound dalam pertandingan yang berlangsung pada awal tahun 2024.
Sepanjang NBA 2025/2026, Barrett mencatat rata-rata 19,3 poin, 5,3 rebound, serta 3,3 assist dengan 30,3 menit bermain per pertandingan saat membela Raptors. Melihat performanya yang cukup impresif, tak heran kalau pemain asal Kanada ini diprediksi kembali menempati posisi shooting guard kendati dirinya juga dapat dimainkan sebagai small forward. Bersama Quickley dan Kawhi Leonard, Barrett dapat berperan sebagai secondary scorer dengan memanfaatkan ruang untuk melepaskan tembakan tripoin maupun melakukan penetrasi ke paint area lawan.
3. Kawhi Leonard bakal mengisi posisi small forward dengan membawa pengalaman juara dan produktivitas yang masih bertaji
Kawhi Leonard kembali berseragam Toronto Raptors setelah terakhir kali mengenakannya pada 2018/2019, musim ketika dia membawa klub meraih gelar NBA pertama dalam sejarah mereka. Raptors bahkan harus mengeluarkan banyak aset untuk memulangkan Leonard melalui trade dengan Los Angeles Clippers. Sebagai gantinya, klub yang pernah diperkuat oleh pemain legenda Vince Carter ini melepas Brandon Ingram, Gradey Dick, dua future first-round picks, satu future first-round pick swap, serta dua future second-round pick swaps ke Clippers.
Diproyeksikan mengisi posisi small forward di NBA pada 2026/2027, produktivitas Leonard masih terlihat menjanjikan meski sudah memasuki usia kepala tiga. Pada 2025/2026, sang juara NBA dua kali ini tercatat telah membukukan rata-rata 27,9 poin, 6,4 rebound, dan 3,6 assist dengan 32,1 menit bermain per laga. Berbekal pengalaman berkarier di NBA selama 15 tahun, Leonard diharapkan dapat menjadi salah satu tumpuan di sisi ofensif maupun defensif sekaligus mentor bagi para pemain muda Raptors.
4. Scottie Barnes diprediksi kembali menempati posisi power forward Raptors berkat kemampuannya yang serbabisa
Toronto Raptors menjatuhkan pilihan pada Scottie Barnes di urutan keempat NBA Draft 2021. Dia langsung dipercaya sebagai starter tatkala melawan Washington Wizards pada laga pembuka 2021/2022. Adapun, musim 2026/2027 bakal menjadi musim keenamnya mengenakan jersey bernomor punggung 4 di Raptors.
Barnes diprediksi masih menjadi power forward Raptors di NBA 2026/2027. Peraih Rookie of the Year 2022 ini memiliki kemampuan yang cukup lengkap, mulai dari playmaking, mencetak poin melalui beragam skema, hingga membantu pertahanan di area ring. Barnes sukses membuktikan produktivitasnya dengan membukukan 18,1 poin, 7,5 rebound, dan 5,9 assist dengan 33,5 menit bermain per laga pada 2025/2026.
5. Jakob Poeltl masih dipercaya sebagai center setelah hampir satu dekade menjadi bagian dari perjalanan Raptors
Jakob Poeltl dipilih Toronto Raptors pada urutan kesembilan NBA Draft 2016. Dia kemudian menjalani debut sebagai pemain cadangan ketika menjamu Detroit Pistons di Air Canada Centre yang saat itu masih menjadi kandang Raptors. Setelah 2 musim bersama Raptors, Poeltl sempat hengkang ke San Antonio Spurs pada 2018/2019 sebelum akhirnya kembali ke Toronto pada 2022/2023.
Dengan tinggi 2,13 meter, Poeltl diperkirakan akan mengisi jajaran starting line-up sebagai center. Dia dapat memainkan peran penting sebagai rim protector dan menjalankan skema pick-and-roll untuk membuka ruang bagi rekan setimnya. Bicara soal statistiknya di NBA 2025/2026, Poeltl telah membukukan 10,7 poin, 7,0 rebound, serta 2,0 assist dalam 25,0 menit bermain per laga.
Kombinasi pemain muda yang sedang berkembang dan pemain berpengalaman membuat Toronto Raptors memiliki starting line-up yang patut diperhitungkan di NBA 2026/2027. Perjalanan mereka tidak akan mudah karena harus menghadapi klub yang memiliki skuad kompetitif di Wilayah Timur, mulai dari Philadelphia 76ers yang baru saja mendatangkan LeBron James serta Jaylen Brown hingga New York Knicks yang menjadi juara NBA pada 2026. Dengan komposisi ini, Raptors berpeluang meraih gelar juara untuk kedua kalinya sekaligus mengukuhkan mereka sebagai salah satu tim papan atas di NBA.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















