Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Protes soal Karhutla Warnai Jakarta Running Festival 2026
Berbagai simbol aspirasi rakyat yang bertebaran di Jakarta Running Festival 2026 terkait Karhutla Indonesia (IDN Times / Satria Permana)
  • Jakarta Running Festival 2026 pada 24 Oktober diikuti sekitar 37.000 pelari dari 49 negara, dengan kategori 5K dan Half Marathon digelar lebih dulu.

  • Sejumlah kelompok membentangkan poster kritik penanganan karhutla di sepanjang lintasan, dengan pesan yang menyemangati pelari sekaligus menyoroti tanggung jawab pemerintah dan publik.

  • Pelari Satria Permana menilai aksi tersebut menjadi pengingat tanggung jawab bersama atas karhutla, sementara rute 5K dinilai bersahabat bagi pelari pemula.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sabtu pagi (24/10/2026), cuaca Jakarta tidak terlalu panas, tetapi tidak juga dingin. Angin berembus, tak dingin, tapi terkesan kering dan cenderung panas menyambut hadirnya Jakarta Running Festival 2026 (JRF 2026).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, JRF 2026 selalu berlangsung meriah. Untuk tahun ini, diperkirakan 37 ribu pelari dari 49 negara meramaikan ajang tersebut. Tidak cuma pelari lokal, ada juga dari mancanegara.

Namun untuk tahun ini, ada sesuatu yang berbeda tersaji bagi para pelari, terutama yang melakoni 5K dan Half Marathon pada Sabtu (24/10/2026). Sebab, di sepanjang lintasan tersaji aksi yang dilakukan sejumlah kelompok terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

1. Berteriak di antara para pelari yang melintas

Berbagai simbol aspirasi rakyat yang bertebaran di Jakarta Running Festival 2026 terkait Karhutla Indonesia (IDN Times / Satria Permana)

Pantauan IDN Times, suara-suara soal karhutla ini menggema di lintasan sejak pagi hari. Dengan poster berwarna kuning yang diangkat tinggi-tinggi, mereka menyemangati para pelari, sembari protes tipis-tipis.

Di antara poster-poster itu, ada tulisan semacam 'Kalian lari lebih cepat dari tindakan pemerintah (soal karhutla)', 'Bakar kalori, jangan bakar pohon', hingga 'Berlarilah, seperti halnya pemerintah meninggalkan tanggung jawab' terpampang. Poster-poster ini pun jadi pemandangan tersendiri, terutama bagi para pelari 5K yang memang agak santai sembari menikmati pemandangan.

2. Jadi sebuah pengingat tersendiri

Berbagai simbol aspirasi rakyat yang bertebaran di Jakarta Running Festival 2026 terkait Karhutla Indonesia (IDN Times / Satria Permana)

Salah seorang pelari dari Cibinong yang ikut JRF 2026, Satria Permana, mengaku terenyuh dengan adanya poster-poster dan spanduk-spanduk protes soal karhutla. Menurutnya, ini jadi sebuah pengingat bahwa karhutla yang terjadi sekarang adalah tanggung jawab bersama.

"Saya lihat, di sepanjang lintasan, ada sejumlah kelompok yang menyuarakan dengan lantang agar penanganan karhutla lebih serius. Mereka tak cuma berkampanye tentang kritik pemerintah, tapi juga mengingatkan kepada kita sebagai individu, semua tanggung jawab bersama," ujar Satria kepada IDN Times.

3. Trek yang santai, dan protes berwarna

Berbagai simbol aspirasi rakyat yang bertebaran di Jakarta Running Festival 2026 terkait Karhutla Indonesia (IDN Times / Satria Permana)

Satria mengungkapkan, trek JRF 2026 terutama untuk kategori 5K, masih bersahabat dengan para pemula. Selain itu, adanya protes soal karhutla juga jadi warna tersendiri.

"Menurut saya lintasannya masih bersahabat dengan runner pemula, karena ini memang rute standar. Selain itu, JRF kali ini terbilang seru karena cheers yang muncul tak melulu atraksi standar, melainkan ada pesan terkait karhutla," kata Satria.

Curated For You

Editorial Team

Related Article