Berlari di Jakarta Running Fest dengan Udara yang Membaik

Jakarta Running Festival digelar di Istora Senayan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, diawali half marathon 24 kilometer dan dilanjutkan kategori 5K.
Kualitas udara pagi membaik setelah hujan, dengan PM2,5 17,5 µg/m³ dan AQI+ sekitar 81, tetapi udara pengap serta polutan tetap membuat napas pelari terasa berat.
Acara berlangsung meriah dengan cheers zone, Barongsai, dukungan komunitas, water station, water mist, bazaar, serta layanan fisioterapi dan pijat bagi pelari.
Jakarta, IDN Times - Subuh yang tak biasa, udara Jakarta masih terasa kotor, dan suhunya sudah panas. Meski begitu, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat para pelari yang harus mengaspal pada hari pertama race day Jakarta Running Festival, Sabtu (24/10/2026).
Sejak azan subuh berkumandang, mereka sudah menyemut di kawasan Istora Senayan, menuju garis start untuk memacu kecepatan. Sesi dimulai dengan half marathon 24 kilometer, dilanjutkan dengan kelas 5K.
1. Kualitas udara membaik, tapi tetap berat

Kemeriahan di Jakarta Running Fest, Sabtu (24/10/2026) (IDN Times / Satria Permana) Mengikuti kelas 5K, penulis menyusuri kawasan Semanggi hingga Bundaran Senayan. Rute yang biasa sebenarnya, namun kali ini terasa begitu berat.
Napas yang saya ambil agak padat, karena udara pengap. Saat saya cek sebelum berlari, udara pagi Jakarta sudah berada di PM2,5, sebesar 17,5 µg/m³. Kondisi ini tercipta karena guyuran hujan pada malam sebelumnya, yang membuat skor AQI+ berada di kisaran 81.
Sebenarnya, udara Jakarta agak nyaman dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Meski agak berat bernapas karena polutan, tetap saja performa penulis cukup prima untuk digenjot hingga garis finis.
2. Bak lebaran pelari Jakarta

Berbagai simbol aspirasi rakyat yang bertebaran di Jakarta Running Festival 2026 terkait Karhutla Indonesia (IDN Times / Satria Permana) Jakarta Running Fest memang bak lebaran bagi para pelari di Ibu Kota. Sebab, suasananya begitu meriah.
Cheers zone selalu penuh, dan dihiasi aksi-aksi yang atraktif. Mulai dari Barongsai yang beraksi di pinggir jalan, adanya berbagai suporter dari beberapa komunitas, hingga protes atas bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), juga tersaji dalam momen kali ini.
Water station yang begitu layak dan cepat pelayanannya, mendukung para pelari untuk mendapatkan cairan. Mendekati garis finis, tepatnya di depan Ratu Plaza, pelari juga dimanjakan dengan water mist yang dilepaskan dari mobil pemadam kebakaran. Kehadiran water mist raksasa itu cukup membuat kondisi tubuh para pelari, termasuk penulis, menjadi lebih segar dan bertenaga.
3. Festival yang memanjakan pelari

JRF 2026 siap diramaikan 37.000 pelari dari 49 negara. (IDN Times/Sandy Firdaus) Dengan berbagai kemeriahan itu, jalannya lomba terbilang lancar. Banyak yang finis di kategori 5K. Sementara itu, pada kategori half marathon, sejumlah pelari begitu emosional ketika mencapai garis akhir, seakan tak percaya bisa menaklukkan rute JRF kali ini di tengah kualitas udara yang kurang ideal.
Suasana di lokasi festival pun begitu meriah. Para pelari juga dimanjakan dengan berbagai bazaar dan layanan fisioterapi hingga pijat usai memacu fisiknya.






















