Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Raymond/Joaquin Ogah Terbebani Hasil Buruk Ganda Putra Pelatnas di Indonesia Open 2026

Raymond/Joaquin Ogah Terbebani Hasil Buruk Ganda Putra Pelatnas di Indonesia Open 2026
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026 (dok.PP PBSI)
Intinya Sih
  • Raymond Indra/Nikolaus Joaquin jadi satu-satunya ganda putra pelatnas PBSI yang lolos ke 16 besar Indonesia Open 2026 meski bukan unggulan.
  • Mereka menegaskan tak mau terbebani hasil buruk rekan-rekan lain dan fokus tampil maksimal sebagai ajang pembuktian diri.
  • Joaquin menyebut persaingan ganda putra dunia kini makin ketat, dengan peluang menang yang merata di antara pemain top hingga peringkat 32 besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ogah terbebani hasil buruk ganda putra Indonesia di Indonesia Open 2026. Raymond/Joaquin menjadi ganda putra tuan rumah pertama yang memetik kemenangan di babak 32 besar Indonesia Open 2026.

Tak hanya itu, Raymond/Joaquin juga menjadi satu-satunya ganda putra Pelatnas PBSI yang berhasil melaju ke 16 besar. Padahal, pasangan muda ini tak berstatus sebagai unggulan.

1. Gak terbebani sebagai wakil Indonesia terakhir

Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026
Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 (dok. PP PBSI)

Selain Raymond/Joaquin, hanya ada satu ganda putra Indonesia yang masih tersisa. Mereka adalah pasangan non-pelatnas, Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani. Raymond/Joaquin tak mau terbebani fakta pahit ini.

“Yang pasti, kalau beban tentang kita (ganda putra) tersisa dua atau bagaimana sih, saya tidak terlalu mikirin,” kata Raymond usai pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

2. Fokusnya tampil maksimal

Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal All England 2026 (dok.PP PBSI)

Raymond/Joaquin menegaskan, fokus mereka di Indonesia Open 2026 adalah untuk tampil maksimal.  

“Lebih mikirin bagaimana cara tampil terbaik di sini. Saya mau jadi pembuktian aja sih,” kata Raymond.

Usai pertandingan, Joaquin mengakui sempat menonton pertandingan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di hotel yang berakhir dengan kekalahan. Namun, Joaquin tak mau ambil pusing dan menegaskan, ajang ini diharapkan menjadi ajang pembuktian.

“Pas mereka (Fajar/Fikri) kalah, saya sama Raymond mau buktiin lah kalau ganda putra Indonesia tuh bisa bersaing,” kata Joaquin.

3. Persaingan ganda putra makin sengit

Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026
Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 (dok. PP PBSI)

Raymond/Joaquin mengakui persaingan di ganda putra dunia saat ini makin sulit. Peluang untuk menang tak hanya dimiliki oleh elite dunia, namun terbilang cukup merata, terutama untuk jajaran 32 besar dunia.

“Tapi memang untuk persaingan di dunia sekarang, mau dari ranking satu sampai berapa pun itu, saya rasa punya kesempatan yang sama untuk menang.  Jadi, permainan kita sama mereka (ganda putra dunia lainnya) semua itu sama-sama bagus dan tinggal siapa aja yang lebih siap di lapangan,” kata Joaquin.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More