Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Resmi! Sistem Promosi-Degradasi Pelatnas PBSI Diubah

WhatsApp Image 2025-07-11 at 16.19.20.jpeg
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian saat tim Indonesia menggelar simulasi untuk Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia (BAJC) 2025 kategori beregu melawan tim Rusia di Pelatnas PBSI Cipayung (dok.PP PBSI)
Intinya sih...
  • PBSI mengubah sistem promosi dan degradasi atlet Pelatnas sebagai langkah strategis menata ulang arah pembinaan nasional ke depan.
  • Perubahan tersebut tidak berarti penurunan standar pembinaan maupun penghapusan evaluasi atlet, melainkan bagian dari penyesuaian strategi agar pembinaan berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.
  • Keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur Pelatnas, performa atlet, beban kompetisi, hingga efektivitas program pembinaan jangka panjang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengubah sistem promosi dan degradasi atlet Pelatnas. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis menata ulang arah pembinaan nasional ke depan.

PBSI menegaskan, perubahan tersebut tidak berarti penurunan standar pembinaan maupun penghapusan evaluasi atlet. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian strategi agar pembinaan berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.

Melalui kebijakan ini, PBSI berharap para atlet, khususnya yang berlatih di Pelatnas Cipayung, dapat menjaga kesinambungan program latihan serta lebih siap menghadapi agenda kompetisi internasional yang kian padat.

1. Alasan promosi dan degradasi 2025 ditiadakan

WhatsApp Image 2025-10-03 at 17.06.28 (1).jpeg
Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian mendampingi tim Junior Indonesia Bertolak ke India untuk BWF World Junior Championships 2025 (dok.PP PBSI)

PBSI menjelaskan, keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup struktur Pelatnas, performa atlet, beban kompetisi, hingga efektivitas program pembinaan jangka panjang.

Berdasarkan hasil evaluasi, PBSI memutuskan mekanisme pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas yang selama ini dilakukan setiap akhir tahun ditiadakan mulai 2025.

“Dinamika pemulangan dan pemanggilan atlet Pelatnas PBSI di akhir tahun yang telah berjalan selama ini menjadi mekanisme evaluasi rutin yang dinilai efektif pada kondisi sebelumnya,” tulis PBSI dalam keterangan tertulis.

“Namun setelah melalui diskusi mendalam dengan jajaran pelatih, tim sport science, dan divisi teknis, PBSI menilai bahwa Pelatnas saat ini memasuki fase yang membutuhkan stabilisasi komposisi atlet untuk mendukung kesinambungan program pembinaan dan memaksimalkan periode transisi menuju siklus kompetisi padat dan besar yang dimulai awal tahun mendatang,” sambung PBSI.

2. PBSI tidak menurunkan standar pembinaan

Kabid Binpres PSBI, Eng Hian
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian (IDN Times/Margith Damanik)

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Pelatnas PBSI, Eng Hian, menegaskan kebijakan ini tidak menurunkan standar maupun menghilangkan evaluasi atlet.

Menurut Eng Hian, evaluasi atlet tetap dilakukan berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan masing-masing pelatih. Atlet yang tidak mencapai KPI akan tetap berpotensi mengalami degradasi.

Dengan sistem ini, jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda, menyesuaikan pencapaian KPI masing-masing.

“Sementara itu untuk sistim promosi akan dilakukan lewat mekanisme Seleknas PBSI yang akan dilaksanakan setiap awal tahun dan untuk jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh bidang pembinaan prestasi PP PBSI dan untuk jumlah akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas ,” kata Eng Hian.

3. PBSI menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025

Juara final ganda campuran Seleknas PBSI 2023, Bimo Prasetyo/Ziya Syafira Zulfa Putri Abdillah (dok. PP PBSI)
Juara final ganda campuran Seleknas PBSI 2023, Bimo Prasetyo/Ziya Syafira Zulfa Putri Abdillah (dok. PP PBSI)

Sebagai dasar kebijakan, PBSI menetapkan Peraturan Organisasi (PO) Nomor 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas PP PBSI.

Aturan tersebut memuat sejumlah ketentuan terkait seleksi nasional dan sistem pembinaan atlet ke depan.

“Kami berharap proses pembinaan atlet dan rekrutmen pelatih nasional dapat berjalan secara lebih transparan, objektif, dan profesional,” kata Eng Hian.

“Melalui sistim ini, kami menargetkan peningkatan konsistensi prestasi di level Asia dan dunia, termasuk capaian optimal pada target utama kami di Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup dan tentunya Olimpiade Los Angeles 2028,” sambung dia.

4. Inilah ketentuan Seleknas yang ditetapkan

Atlet muda Indonesia mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2025 (dok.PP PBSI)
Atlet muda Indonesia mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2025 (dok.PP PBSI)

Berikut ketentuan Seleksi Nasional menurut PO 012 Tahun 2025:

1. ⁠Jumlah peserta Seleknas 16 Atlet Tunggal dan 16 pasang atlet Ganda

2. ⁠Juara Kejurnas Taruna berhak menjadi peserta Seleknas (Wild Card)

3. ⁠Atlet Tunggal dan Ganda 15 ranking terbaik berdasarkan Ranking Nasional PBSI berhak menjadi peserta Seleknas

4. ⁠Atlet prestasi dan/atau potensi hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) atau atlet yang disetujui oleh Kabid Binpres Pelatnas dan Wakil Ketua Umum I PP. PBSI;

5. ⁠Atlet lolos verifikasi data usia dari Tim Keabsahan yang ditunjuk oleh PP. PBSI

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Malaysia Open 2026 Hari Ini: Kamis, 8 Januari 2026

08 Jan 2026, 10:10 WIBSport