Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rizki Juniansyah Tak Main di Asian Games 2026 Imbas Putusan CAS
Lifter putra Indonesia, Rizki Juniansyah tiba di Tanah Air usai meraih medali emas dari SEA Games 2025 Thailand (IDN Times/Margith Damanik)
  • Rizki Juniansyah dipastikan absen dari cabang angkat besi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya setelah CAS menolak banding PB PABSI dan KOI.
  • Ia sebelumnya mendapat penangguhan sementara dari IWF terkait prosedur whereabouts, yakni kewajiban ketersediaan atlet untuk tes doping di luar kompetisi.
  • PB PABSI dan KOI menegaskan kasus ini tidak melibatkan zat terlarang; Rizki membantah tuduhan dan akan membela diri dalam proses persidangan CAS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Misteri hilangnya Rizki Juniansyah dari cabang olahraga angkat besi dalam Asian Games 2026, Aichi-Nagoya, akhirnya terjawab. Kijung (sapaan akrabnya) dipastikan tak bisa mentas dalam pesta olahraga terbesar se-Asia itu karena masih tersandung masalah prosedural pengambilan sampel doping.

Akibat persoalan tersebut, Kijung sempat menerima status penangguhan sementara (provisional suspension) dari International Weightlifting Federation (IWF), yang membuatnya sempat dipertanyakan statusnya untuk berlaga di Asian Games 2026. Tapi, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menegaskan status Kijung dan mengajukan banding kepada Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) agar Kijung bisa main di Asian Games.

Namun, CAS menolak permintaan tersebut. Hingga akhirnya, Kijung dipastikan tak bermain di Asian Games 2026.

"Penangguhan sementara tersebut merupakan tindakan prosedural (procedural measure) yang diberlakukan selama proses persidangan terkait dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan (whereabouts), yaitu ketersediaan atlet untuk menjalani tes doping di luar kompetisi. Penangguhan tersebut bukan merupakan temuan bahwa Rizki telah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses pemeriksaan mengenai pokok perkara baru akan dimulai. Kasus ini tidak berkaitan dengan zat terlarang apa pun (The case does not involve any prohibited substance)," begitu pernyataan bersama yang dikeluarkan PB PABSI bersama KOI.

Kijung, ditegaskan dalam pernyataan tersebut, tak pernah mengonsumsi zat yang termasuk dalam kategori doping. Selain itu, sepanjang kariernya, Kijung juga tidak pernah menerima hasil positif doping, termasuk dalam pemeriksaan doping terakhirnya pada Agustus 2026.

"Rizki membantah tuduhan tersebut dan akan membela kasusnya di hadapan CAS, dengan dukungan penuh dari PABSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Rizki, PABSI, dan KOI, menghormati keputusan CAS dan proses anti-doping yang sedang berjalan, serta bekerja sama sepenuhnya dalam proses tersebut. Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan. Tidak akan ada komentar lebih lanjut selama proses persidangan masih berlangsung," begitu lanjutan pernyataan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article