5 Tim Voli Putri dengan Performa Terburuk pada Pekan Pertama VNL 2026

Volleyball Nations League 2026 atau VNL telah mengakhiri pekan pertama fase grup pada Minggu (7/6/2026). Tidak semua tim mampu mengawali turnamen bergengsi ini dengan hasil yang mengesankan. Setelah empat pertandingan pada pekan pertama, beberapa tim justru kesulitan menemukan performa terbaiknya dan harus menerima hasil yang jauh dari ekspektasi.
Buruknya hasil tersebut terlihat dari minimnya jumlah kemenangan yang diraih hingga selisih set yang kurang menguntungkan. Alhasil, mereka menutup pekan pertama dengan menempati papan bawah klasemen sementara. Berikut lima tim voli putri dengan performa terburuk pada pekan pertama VNL 2026.
1. Prancis menderita 3 kekalahan dan 1 kemenangan
Penampilan Prancis terbilang buruk pada pekan pertama VNL 2026. Tim yang dipimpin Helena Cazaute itu mengakhiri pekan pertama dengan 3 kekalahan dari 4 pertandingan. Mereka kalah dari tim kuat, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada. Menghadapi Jepang dan Kanada, tim yang diasuh Cesar Hernandez Gonzalez itu menelan kekalahan dengan skor 1-3. Sementara itu, saat menghadapi Amerika Serikat, mereka sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya tumbang dengan skor tipis 2-3. Satu-satunya kemenangan Prancis pada pekan pertama diraih atas Ukraina. Mereka menang melawan tim debutan itu dengan skor tipis 3-2. Berkat hasil itu, mereka duduk di peringkat 14 klasemen sementara dengan total 3 poin.
2. Ukraina juga kalah 3 kali dan hanya menang 1 kali
Ukraina mengawali debutnya di VNL 2026 tidak begitu baik. Pada pekan pertama, tim yang dinahkodai Jakub Gluszak itu menderita 3 kekalahan dari 4 pertandingan. Mereka kalah dari Amerika Serikat dengan skor 0-3, Jepang dengan skor 1-3, dan Prancis dengan skor 2-3. Sementara itu, kemenangan satu-satunya mereka didapat saat berhadapan dengan Jerman. Mereka menang tipis dalam pertandingan itu dengan skor 2-3. Hasil itu hanya mampu menempatkan mereka di posisi ke-15 klasemen sementara dengan jumlah 3 poin.
3. Bulgaria mengantongi 3 kekalahan dan 1 kemenangan
Senasib dengan Prancis dan Ukraina, tim voli putri Eropa lainnya, Bulgaria, turut membuka pekan pertama VNL 2026 dengan jumlah kekalahan yang lebih dominan. Mereka kalah 3 kali dari 4 pertandingan. Mereka menjadi bulan-bulanan tim kuat, layaknya Italia, Brasil, hingga Turki. Menghadapi Italia dan Brasil, mereka terbantai dengan kekalahan telak 0-3. Saat menghadapi Turki, mereka memberikan sedikit perlawanan sebelum akhirnya tumbang dengan skor 1-3. Kemenangan pertama dan satu-satunya yang diraih Bulgaria pada pekan pertama diraih atas Republik Dominika. Mereka memenangkan laga itu dengan skor meyakinkan 3-0. Atas hasil itu, mereka harus rela berada di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan capaian 3 poin.
4. Thailand tidak meraih kemenangan sama sekali
Satu-satunya tim dari Asia Tenggara di VNL 2026, Thailand, menjalani pekan pertama dengan rentetan kekalahan. Mereka tampil buruk dengan menelan 4 kekalahan dari 4 pertandingan. Tim besutan Kiattipong Radchatagriengkai itu kalah dari Serbia, China, Belgia, dan Ceko. Mereka gagal membendung kekuatan Serbia dan Ceko dengan kekalahan telak 0-3 serta kalah tipis dari China dan Belgia dengan skor 2-3. Hasil buruk itu membuat mereka terlempar ke peringkat 17 klasemen sementara dengan hanya mengoleksi 2 poin.
5. Republik Dominika juga nirkemenangan
Tim voli putri lainnya yang tampil buruk pada pekan pertama VNL 2026 adalah Republik Dominika. Tim yang ditukangi Marcos Kwiek itu tak berdaya menghadapi empat lawan pertamanya. Mereka menderita kekalahan beruntun dari Turki, Brasil, Bulgaria, dan Belanda. Kekalahan telak dengan skor 0-3 mereka dapatkan saat menghadapi Bulgaria dan Belanda. Sementara itu, saat menghadapi Turki dan Brasil, mereka kalah dengan skor 2-3 dan 1-3. Kekalahan beruntun itu membuat Republik Dominika tenggelam di dasar klasemen atau urutan 18 dengan total 1 poin saja.
Lima tim di atas perlu berbenah sebelum menghadapi pekan berikutnya. Jika performa buruk mereka berlanjut, bukan tidak mungkin salah satu dari mereka akan terdegradasi dari kompetisi bergengsi ini.

















