Ada Petisi Minta Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Diulang

Jakarta, IDN Times - Sebuah petisi yang meminta laga Spanyol versus Argentina di final Piala Dunia 2026 diulang muncul. Lebih dari 80 ribu orang menandatangani petisi yang dilancarkan via situs Change tersebut.
Seorang pendukung bernama Gisela Sanchez menginisiasi petisi ini. Dalam keterangannya di petisi tersebut, Sanchez menyebut wasit Slavko Vincic "korup dan tak adil", meminta juga kepada FIFA agar kinerjanya ditinjau.
1. Inisiator gak kasih bukti

Dilansir Euro News, Sanchez tak memberikan bukti atas tudingannya. Namun, dia mengklaim banyak video yang beredar lewat media sosial jika Spanyol lebih diuntungkan oleh Vincic.
Memang ada aturan yang menyebutkan FIFA bisa mengulang pertandingan. Namun, itu bisa terjadi kalau ada pelanggaran serius atas aturan kompetisi atau keputusan luar biasa dari otoritas kompeten.
Itu pun bisa terjadi ketika hasil pertandingan belum ditentukan. Sementara, pertandingan Spanyol versus Argentina sudah memasuki fase konklusi dan turnamen telah selesai. Artinya, petisi tersebut tak berarti apa-apa.
2. Bukan pertama kali terjadi
Petisi macam ini bukan yang pertama kali muncul. Pada final 2022 lalu, lebih dari 200 ribu suporter Prancis meminta agar final melawan Argentina diulang.
Penyebabnya sama, yakni karena wasit. Kala itu, mereka menilai wasit Polandia, Szymon Marciniak, bersikap tak adil. Menariknya, suporter Argentina ketika itu merespons dengan meminta fans Prancis "berhenti menangis".
3. Malahan, Argentina terancam sanksi FIFA
Saat petisi ini muncul, Argentina sebenarnya ada di ujung tanduk. Mereka terancam sanksi FIFA akibat keributan yang terjadi usai laga.
Sejumlah pemain Argentina dan ofisial tertangkap basah menyerang para pemain Spanyol. Leandro Paredes mencekik Eric Garcia, membantingnya pula. Paredes juga mendorong Gavi ke tanah, dan menciptakan adu mulut dengan tensi begitu tinggi.
Lalu, Nahuel Molina menjadi pemicu keributan dengan aksi usilnya memukul perut Rodri yang berselebrasi merayakan kemenangan serta trofi Piala Dunia Spanyol. Sementara, asisten Lionel Scaloni, Roberto Ayala, ketahuan memukul pemain Spanyol, Dani Olmo. Lalu, Thiago Almada terlibat dalam insiden tersebut.



















