2 Insiden Konyol yang Bikin AC Milan Dibantai Bournemouth

AC Milan kalah 0-3 dari Bournemouth pada matchday ketiga Liga Europa musim 2026/27.
Dua insiden pada babak pertama, termasuk penalti dan kartu merah, mengubah jalannya laga.
Kekalahan tersebut menjadi kekalahan kedua Milan dari tiga laga awal Liga Europa.
Jakarta, IDN Times - AC Milan menelan pil pahit dalam lawatannya ke markas Bournemouth pada matchday ketiga Liga Europa musim 2026/27, Jumat (23/10/2026) dini hari WIB. Mereka dibantai dengan skor telak 0-3.
Skuad berjuluk Rossoneri itu gagal memberikan perlawanan berarti di Vitality Stadium. Dua insiden fatal di babak pertama pertama menjadi biang kerok hancurnya rencana taktik pelatih Ruben Amorim.
1. Dua penalti konyol hancurkan rencana Milan
Mimpi buruk Milan berawal dari kecerobohan Koni De Winter yang melakukan handball di kotak terlarang ketika Bournemouth sedang melancarkan skema sepak pojok. Pelanggaran tersebut memudahkan tuan rumah untuk unggul lebih dulu saat duel baru berusia delapan menit, lewat eksekusi penalti Justin Kluivert.
Belum sempat bangkit, kiper Mike Maignan justru melakukan tindakan tak pantas dengan mendorong wajah Tyler Adams di areanya sendiri. Insiden tersebut membuat Maignan mendapat kartu merah langsung dan memberikan penalti kedua bagi tuan rumah yang mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-28. Gol tendangan bebas Amine Adli di akhir laga semakin menambah derita Milan.
"Penalti dari tendangan sudut dan kartu merah itu mengubah segalanya, jadi tidak ada lagi pertandingan (setelah itu)," kata Amorim kepada selepas laga dikutip dari Football Italia.
2. Maignan berulah, rotasi Amorim jadi bumerang
Keputusan Amorim melakukan rotasi pemain di laga tandang melawan klub Premier League ini juga tak lepas dari sorotan tajam. Meski skuad lapis keduanya sukses membantai RB Salzburg pekan lalu, Bournemouth terbukti menjadi ujian yang berada di level berbeda.
Terlepas dari itu, menciptakan insiden konyol di pertandingan besar macam ini seharusnya tidak boleh terjadi. Kekalahan di markas Bournemouth menjadi pukulan telak yang harus segera dievaluasi kubu San Siro.
"Ini bukan soal ritme atau Salzburg, ini tim yang berbeda. Anda tidak boleh kena penalti dari tendangan sudut itu dan tidak boleh dikartu merah dalam situasi seperti itu," omel pelatih asal Portugal tersebut.
3. Sabar ya, Milanisti
Kekalahan telak ini membuat langkah Milan di Liga Europa semakin terseok-seok karena mereka sudah menelan dua kekalahan dari tiga laga awal. Menyikapi kritik terkait 100 hari pertamanya di San Siro yang naik-turun, Amorim meminta publik untuk bersabar.
"Ini bagian dari perjalanan, kami harus belajar dari momen-momen ini dan menyadari bahwa inilah sepak bola," ujar eks pelatih Manchester United tersebut.





















