Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pelatih Pertama AC Milan yang Unbeaten dalam 7 Laga Awal di Serie A

4 min read
3 Pelatih Pertama AC Milan yang Unbeaten dalam 7 Laga Awal di Serie A
ilustrasi stadion AC Milan, San Siro (pixabay.com/chatst2)
  • Ruben Amorim membawa AC Milan tak terkalahkan dalam tujuh laga awal Serie A 2026/2027, dengan empat kemenangan dan tiga hasil imbang.
  • Amorim menjadi pelatih ketiga Milan yang mencatat start tersebut, setelah Luis Carniglia yang unbeaten 13 laga pada 1963 dan Ettore Puricelli delapan laga pada 1955.
  • Di Liga Champions, Milan asuhan Amorim kalah 0-2 dari Benfica lalu menang 4-0 atas RB Salzburg; per 20 Oktober 2026, catatan Serie A tetap tanpa kekalahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ruben Amorim masih belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertamanya di Serie A Italia. Pria asal Portugal tersebut mempersembahkan 4 kemenangan dan 3 keimbangan untuk AC Milan. Menurut Opta, torehan ini menjadikan Amorim sebagai pelatih AC Milan ketiga yang mampu unbeaten dalam tujuh laga awalnya di Serie A.

  1. 1. AC Milan masih unbeaten dalm 7 pekan pertama Serie A 2026/2027 bersama Ruben Amorim

    Manajemen AC Milan mengumumkan Ruben Amorim sebagai pelatih barunya pada 16 Juni 2026. Sosok yang sebelumnya menukangi Manchester United tersebut lantas menjalani debutnya dengan memimpin tim melawan Torino pada 23 Agustus 2026. Mereka berhasil menang tipis 2-1. Lima hari berselang, Amorim kembali mempersembahkan kemenangan untuk tifosi Rossoneri dengan mengalahkan Venezia 2-0.

    Amorim kemudian membawa AC Milan pulang dari markas Juventus pada pekan ketiga Serie A 2026/2027 dengan imbang 1-1. Hasil ini sebetulnya mengecewakan karena mereka sempat unggul dan kehilangan poin penuh akibat gol pada menit 90+2. Pada pekan keempat, AC Milan kembali hanya mengantongi satu angka. Namun, mereka menahan Lazio 2-2 di Olimpico setelah tertinggal dua gol terlebih dahulu.

    AC Milan kemudian menang 3-0 atas Lecce pada pekan kelima, imbang 1-1 dengan Sassuolo pada pekan keenam, dan mengalahkan Atalanta 3-2 pada pekan ketujuh. Per 20 Oktober 2026, ada dua pertandingan di Liga Champions Eropa yang juga sudah dijalani Amorim bersama AC Milan. Mereka kalah 0-2 dari Benfica dan membantai RB Salzburg 4-0.

  2. 2. Luis Carniglia unbeaten dalam 13 laga pertama di Serie A sebagai pelatih AC Milan

    Sebelum Ruben Amorim, pelatih AC Milan terakhir yang tidak terkalahkan dalam 7 pertandingan awalnya di Serie A adalah Luis Carniglia. Hebatnya, sosok yang lahir di Argentina pada 4 Oktober 1917 ini unbeaten hingga 13 laga. Carniglia gagal mempersembahkan poin untuk pertama kalinya bagi AC Milan di liga domestik usai kalah 1-2 dari Fiorentina pada 29 Desember 1963.

    Sebelumnya, mereka mampu meraih 9 kemenangan dan 4 keimbangan. Carniglia membawa AC Milan mengalahkan Mantova 4-1, Messina 3-0, Genoa 3-1, Catania 3-1, Modena 3-0, Atalanta 2-0, Sampdoria 2-1, Vicenza 1-0, dan 2-1 atas AS Roma yang merupakan mantan timnya. Sisanya, AC Milan seri 1-1 dengan Lazio, 0-0 dengan Torino, 2-2 dengan Bologna, dan 2-2 dengan Juventus.

    Ironisnya, Carniglia dipecat pada Maret 1964. Padahal, ia baru direkrut pada Juli 1963. Ini terjadi akibat kekalahan dengan agregat 3-4 pada perempat final Liga Champions Eropa dari Real Madrid yang merupakan tim lain yang pernah dilatihnya. Di Serie A, rekor Carniglia sebagai pelatih AC Milan sebetulnya cukup impresif dengan 13 kemenangan, 7 keimbangan, dan 3 kekalahan.

  3. 3. AC Milan tidak terkalahkan dalam delapan laga Serie A pertama di bawah asuhan Ettore Puricelli

    Pelatih AC Milan pertama yang tidak tersentuh kekalahan dalam tujuh laga pertamanya di Serie A adalah Ettore Puricelli. Pria yang lahir di Uruguay pada 15 September 1916 dengan nama lengkap Hector Puricelli Sena itu ditunjuk manajemen untuk menggantikan Bela Guttmann pada Februari 1955. Menariknya, ini merupakan pengalaman pertama dalam karier kepelatihannya.

    Puricelli lantas membawa AC Milan unbeaten selama delapan pertandingan. Sayangnya, hanya tiga yang berakhir dengan kemenangan. Mereka cuma mampu menaklukkan Catania 2-0, Torino 2-1, dan Fiorentina 4-0. Sisanya, Puricelli dan AC Milan ditahan Atalanta 1-1, Napoli 1-1, Bologna 0-0, dan Inter Milan 1-1. Mereka akhirnya kalah 0-2 dari AS Roma pada 24 April 1955.

    Meski begitu, Puricelli sukses membuat AC Milan menutup Serie A 1954/1955 sebagai juara. Ia pun tetap memegang jabatannya untuk 1955/1956. Namun, Puricelli gagal mempertahankan trofi sehingga dilengserkan pada akhir musim 1955/1956. Di Serie A, Puricelli total mempersembahkan 23 kemenangan, 15 keimbangan, dan menelan 11 kekalahan.

    Ruben Amorim mampu mengikuti jejak Luis Carniglia dan Ettore Puricelli yang tidak terkalahkan dalam tujuh laga awalnya di Serie A sebagai pelatih AC Milan. Lantas, akankah ia berhasil mempersembahkan trofi seperti Puriceclli atau malah dipecat layaknya Carniglia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More