5 Bintang EPL yang Pernah Mendapat Sanksi Akibat Judi

Sandro Tonali dan Nicolo Zaniolo dipulangkan dari pusat pelatihan Timnas Italia menjelang laga melawan Inggris dalam Kualifikasi Piala Eropa 2024 pada 17 Oktober 2023. Keduanya tengah dalam investigasi Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan pengadilan tinggi Italia terkait dugaan judi ilegal. Tonali dan Zaniolo kabarnya terancam mendapatkan sanksi serius dari FIGC jika terbukti bersalah atas kasus tersebut.
Kasus yang menimpa Tonali dan Zaniolo akan berdampak kepada Newcastle United dan Aston Villa selaku klub pemilik mereka. Newcastle United telah memberikan keterangan bahwa pihak klub akan mengikuti proses hukum yang berlaku dan terus memberikan dukungan kepada Tonali. Sedangkan, Aston Villa atau Galatasaray, selaku klub yang mengontrak Zaniolo, belum memberikan pernyataan resmi.
Skandal judi ilegal bukan hal yang pertama kali terjadi dalam dunia sepak bola khususnya di English Premier League (EPL). Beberapa bintang EPL pernah mendapatkan sanksi berat akibat tindakan yang mereka lakukan terkait judi ilegal. Seperti lima pemain ini yang terbukti bersalah atas kasus judi ilegal dan menerima hukuman larangan bermain serta denda.
1. Joey Barton memutuskan pensiun setelah mendapatkan sanksi larangan bermain

Joey Barton dikenal sebagai pemain yang kerap melakukan tindakan kontroversial, baik di dalam maupun luar lapangan. Ia sering kali bertengkar dengan pemain lain, bahkan hampir melakukan kekerasan fisik saat di tengah pertandingan. Selain itu, Barton pernah terciduk melakukan aktivitas judi ilegal pada 2017.
Ia terbukti bersalah atas tuduhan judi ilegal dengan melakukan 1.260 taruhan terhadap beberapa pertandingan sepak bola antara 26 Maret 2006 sampai 13 Mei 2016. Akibatnya, Barton harus menerima sanksi denda 30 ribu pound sterling atau Rp576 juta serta larangan terlibat dalam sepak bola selama 18 bulan. Meski mendapat keringanan hukuman tidak boleh bertanding selama 13 bulan, Barton memilih gantung sepatu setelah dinyatakan bersalah pada April 2017.
2. Andros Townsend diusir dari pusat pelatihan Inggris U-21

Andros Townsend mendapati dirinya bersalah atas skandal judi ilegal yang ia lakukan pada 2013. Eks pemain Tottenham Hotspur itu menerima hukuman larangan beraktivitas dalam sepak bola selama 4 bulan. Ia juga wajib membayar denda sebesar 18 ribu pound sterling atau Rp345 juta.
Dilansir The Guardian, Townsend mengungkapkan dirinya mulai melakukan judi ilegal ketika merasa bosan saat tengah menonton pertandingan sepak bola di kamar hotelnya. Ia melihat iklan perusahaan judi yang membuka taruhan untuk laga yang sedang berlangsung. Padahal, Townsend mengetahui adanya aturan yang melarang seorang pemain sepak bola melakukan taruhan untuk kompetisi yang tengah diikuti oleh klub pemilik atau peminjam sang pemain.
3. Kontrak Daniel Sturridge diputus Trabzonspor karena judi ilegal

Daniel Sturridge harus menerima hukuman berat setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan judi ilegal. Eks pemain Liverpool itu melakukan taruhan bersama adiknya terkait kepindahan dirinya ke Sevilla pada Januari 2018. Berdasarkan hasil investigasi, FA menjatuhi hukuman kepada Sturridge berupa larangan terlibat dalam sepak bola selama 4 bulan dan denda 150 ribu pound sterling atau Rp2,8 miliar.
Sanksi tersebut berdampak kepada masa depan Sturridge bersama klubnya, Trabzonspor. Pihak klub memilih mengakhiri kerja sama dengan Sturridge pada 31 Mei 2021. Pemain asal Inggris itu kini belum pensiun sebagai pemain, tetapi tengah menjalani peran sebagai komentator sepak bola di Sky Sport pada 2023/2024.
4. Kieran Trippier kena hukuman akibat ulah temannya sendiri

Kieran Trippier secara tidak langsung terlibat dalam kasus judi ilegal. Hal tersebut terjadi setelah ia membeberkan kabar kepindahannya ke Atletico Madrid melalui grup WhatsApp pada 2019. Sialnya, salah satu teman Trippier memanfaatkan pengumuman tersebut untuk melakukan taruhan terkait masa depan sang pemain pada bursa transfer musim panas 2019.
FA yang mengetahui hal tersebut akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Trippier. Ia harus absen dalam kegiatan sepak bola selama 10 minggu dan wajib membayar denda sebesar 70 ribu pound sterling atau Rp1,3 miliar. Trippier kini tengah membela Newcastle United dan memegang peran penting sebagai kapten tim.
5. Ivan Toney menerima sanksi berat akibat kecanduan judi

Ivan Toney tengah absen dari seluruh kegiatan sepak bola akibat kasus judi ilegal. FA dan otoritas hukum Inggris menemukan bukti bahwa Toney setidaknya bertaruh 13 kali timnya akan kalah dalam 7 pertandingan pada Agustus 2017--Maret 2018. Ditambah lagi, ia juga membuat taruhan terkait kemenangan klub yang ia bela dalam 15 laga.
Akibatnya, Toney menerima sanksi berat berupa larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola dan denda sebesar 50 ribu pound sterling atau Rp960 miliar. Ia tidak bisa memperkuat Brentford maupun Timnas Inggris sampai 17 Januari 2024. Meski begitu, beberapa klub tetap menaruh minat kepadanya. Kabarnya, Arsenal dan Manchester United tertarik mendatangkan Toney usai hukumannya berakhir.
Nasib Tonali dan Zaniolo belum mendapat kejelasan terkait skandal judi ilegal yang mereka lakukan. Berkaca dari kasus lima pemain di atas, sanksi berat kini tengah menanti dua pemain asal Italia itu. Satu pemain Italia yang telah terkonfirmasi melakukan judi ilegal adalah Nicolo Fagioli. Ia mendapatkan hukuman berat dari FIGC berupa larangan bermain selama 12 bulan serta denda 12.500 euro atau Rp240 miliar.


















