Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Hal Unik yang Terjadi di Sepak Bola Eropa pada 2004
FC Porto ketika juara Liga Champions pada musim 2003/2004. (uefa.com)

Tahun 2004 merupakan tahun yang paling unik dalam sejarah sepak bola. Pasalnya, pada tahun tersebut, banyak sekali tim nonunggulan yang tampil luar biasa. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menyabet gelar juara.

Menariknya, momen tersebut tercipta di kompetisi top Eropa. Tidak hanya di level klub, cerita menarik juga terjadi di level internasional. Setidaknya ada lima hal unik yang terjadi pada 2004.

1.FC Porto juara Liga Champions Eropa

FC Porto ketika juara Liga Champions pada musim 2003/2004. (twitter.com/championsleague)

Liga Champions 2003/2004 memberikan kejutan yang sangat besar bagi penggemar sepak bola. Tanpa disangka, FC Porto yang berstatus sebagai tim kuda hitam sukses keluar sebagai juara. Pada partai final, klub asuhan Jose Mourinho itu mampu mengalahkan AS Monaco dengan skor telak 3-0.

Tiga gol Porto ketika itu berasal dari Carlos Alberto, Deco, dan Dmitri Alenichev. Gelar tersebut menjadi trofi kedua Porto di Liga Champions. Sebelumnya, mereka meraih trofi itu pada 1986/1987, saat kompetisi masih bernama European Cup. Performa apik Porto kala itu membuat para pemainnya diincar sejumlah tim elite Eropa, tidak terkecuali sang pelatih, Jose Mourinho.

2.Arsenal menorehkan The Invincibles

Arsenal ketika juara Premier League pada musim 2003/2004. (skysports.com)

Arsenal merupakan salah satu tim kuat di sepak bola Inggris saat masih dilatih Arsene Wenger. Momen puncaknya tercipta pada 2003/2004. The Gunners ketika itu berhasil menjuarai English Premier League (EPL) tanpa mengalami kekalahan alias The Invincibles.

Dalam 38 pertandingan liga, Arsenal sukses meraih 26 kemenangan dan 12 imbang. Thierry Henry menjadi pemain terbaik Arsenal ketika itu lantaran berhasil mencetak tiga puluh gol dalam semusim. Sampai saat ini, belum ada satu pun klub Inggris yang mampu menyamai torehan Arsenal tersebut.

3.Werder Bremen menguasai Jerman

Werder Bremen menjuarai DFB Pokal pada musim 2003/2004. (twitter.com/werderbremen_en)

Nama Thomas Schaaf tidak akan pernah dilupakan oleh para penggemar Werder Bremen. Pasalnya, pria asal Jerman itu pernah membawa Werder Bremen mendominasi Jerman pada 2003/2004. Mereka sukses keluar sebagai juara Bundesliga setelah unggul enam poin dari Bayern Munchen di posisi kedua.

Schaaf juga mengantarkan klubnya itu menjadi juara DFB Pokal pada musim yang sama. Pada partai puncak, Werder Bremen mampu mengalahkan Alemannia Aachen dengan skor 3-2. Sebagai tim underdog, catatan tersebut tentu sangat istimewa bagi Werder Bremen.

4.Valencia berjaya di LaLiga

Valencia ketika juara Liga Europa pada musim 2003/2004. (planetfootball.com)

Musim 2003/2004 bisa dibilang sebagai musim paling sukses dalam sejarah Valencia. Pasalnya, Los Che berhasil meraih dua gelar juara sekaligus, yakni trofi LaLiga dan Liga Europa. Di LaLiga, Valencia secara mengejutkan mampu mengganggu dominasi Real Madrid dan Barcelona.

Sementara itu, di Liga Europa, Valencia sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan wakil Prancis, Olympique Marseille, dengan skor 2-0. Kesuksesan Los Che saat itu tidak lepas dari tangan dingin Rafael Benitez.

5.Cerita dongeng Yunani di Piala Eropa

Yunani ketika juara Piala Eropa pada tahun 2004. (planetfootball.com)

Yunani menggemparkan dunia lewat keberhasilan mereka menjuarai Piala Eropa 2004. Mereka berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tim Nasional Portugal di final dengan skor 1-0. Gol tunggal Yunani saat itu tercipta berkat Angelos Charisteas pada menit ke-57.

Kesuksesan Yunani makin lengkap setelah sang kapten, Theodoros Zagorakis, dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Eropa 2004. Lima pemain Yunani juga masuk ke dalam tim terbaik pada akhir turnamen. Cerita dongeng Yunani membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dalam sepak bola.

Cerita-cerita di atas jadi sederet kisah unik yang terjadi dalam dunia sepak bola. Hal menarik tersebut mungkin tidak akan terulang kembali. Beruntunglah mereka yang sempat menikmati jalannya kompetisi Eropa pada 2004.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team