4 Pemain Keturunan Asia Tenggara di Piala Dunia 2026

- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tetap menghadirkan sentuhan Asia Tenggara lewat empat pemain keturunan dari Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia.
- Tijjani Reijnders, David Alaba, Ibrahim Maza, dan Nishan Velupillay masing-masing memperkuat Belanda, Austria, Aljazair, serta Australia dengan membawa latar keluarga Asia Tenggara.
- Kehadiran mereka menunjukkan kontribusi diaspora Asia Tenggara dalam sepak bola dunia meski tak ada negara ASEAN yang lolos ke Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tengah berlangsung. Meski tidak ada negara ASEAN yang lolos setelah Indonesia tersingkir pada babak kualifikasi, unsur Asia Tenggara tetap hadir melalui para pemain keturunan yang membela negara lain. Terdapat empat pemain yang memiliki akar Indonesia, Filipina, Vietnam, dan Malaysia untuk memberi warna tersendiri di panggung sepak bola terbesar dunia.
1. Tijjani Reijnders membawa darah Indonesia bersama Timnas Belanda
Tijjani Reijnders merupakan pemain berdarah Belanda-Indonesia. Ia memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Maluku. Sementara itu, ayahnya merupakan seorang warga negara Belanda. Pemain berusia 27 tahun tersebut bermain untuk Manchester City dengan catatan 7 gol dan 8 assist dari 47 penampilan di semua kompetisi pada 2025/2026. Ia turut membantu timnya meraih gelar juara FA Cup dan Carabao Cup.
Reijnders merupakan salah satu pemain yang dipanggil Ronald Koeman untuk memperkuat Timnas Belanda di Piala Dunia 2026. Sejak debutnya untuk Timnas Belanda pada September 2023, ia sudah mengemas 7 gol dari 31 penampilan. Piala Dunia 2026 menjadi Piala Dunia pertamanya bersama Timnas Belanda.
2. David Alaba membawa darah Filipina di lini belakang Timnas Austria
David Alaba lahir di Wina, Austria, dari ayah asal Nigeria dan ibu asal Filipina. Pemain Real Madrid tersebut debut bersama Timnas Austria pada Oktober 2009 pada usia yang sangat muda, yaitu 17 tahun. Piala Dunia 2026 akan menjadi Piala Dunia pertamanya. Ia sukses mengantarkan Austria lolos ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun.
Pada 2025/2026 ini, Alaba sendiri hanya bermain 16 kali tanpa gol maupun assist bersama Real Madrid di semua kompetisi. Rentetan cedera membatasi menit bermainnya selama 3 musim terakhir. Meski begitu, pengalaman serta kepemimpinan pemain berusia 33 tahun tersebut sangat dibutuhkan Austria untuk bersaing di Piala Dunia 2026.
3. Ibrahim Maza, talenta berdarah Vietnam di Timnas Aljazair
Ibrahim Maza adalah talenta muda berbakat yang saat ini bermain untuk Bayer Leverkusen di Jerman. Pemain kelahiran Berlin tersebut memiliki darah campuran Vietnam dari sang ibu dan Aljazair dari sang ayah. Pada 2025/2026, pemain berusia 20 tahun tersebut mencatatkan 44 penampilan dengan torehan 5 gol dan 7 assist bersama Bayer Leverkusen di semua kompetisi.
Maza sempat membela timnas muda Jerman. Namun, ia memutuskan untuk memperkuat Timnas Aljazair di level senior. Pemain Bayer Leverkusen tersebut mencatatkan debutnya untuk Timnas Aljazair pada Oktober 2024. Namanya juga masuk daftar 26 pemain yang dibawa Vladimir Petkovic untuk menghadapi Piala Dunia 2026.
4. Nishan Velupillay, pemain berdarah Malaysia di Timnas Australia
Nishan Velupillay lahir di Melbourne, Australia, dari ayah berkewarganegaraan Malaysia keturunan Sri Lanka dan ibu Anglo-India. Pemain yang bermain sebagai winger tersebut saat ini membela tim kenamaan Australia, Melbourne Victory. Pada 2025/2026, pemain berusia 25 tahun tersebut mencatatkan 22 penampilan dengan torehan 4 gol dan 1 assist di A-League.
Winger Melbourne Victory tersebut debut untuk Timnas Australia pada Oktober 2024. Ia juga turut berkontribusi terhadap lolosnya Australia ke Piala Dunia 2026 lewat gol yang diciptakannya saat menghadapi China dan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia. Namanya kini terdaftar dalam 26 pemain yang dibawa Tony Popovic untuk menghadapi Piala Dunia 2026.
Meski tidak ada negara ASEAN yang tampil di Piala Dunia 2026, unsur Asia Tenggara tetap hadir melalui sejumlah pemain keturunan yang membela negara lain. Kehadiran Tijjani Reijnders, David Alaba, Ibrahim Maza, dan Nishan Velupillay setidaknya memberi sentuhan itu di panggung sepak bola terbesar dunia.

















