Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Saat Trofi Piala Dunia Hilang di Inggris dan Ditemukan Seekor Anjing

Saat Trofi Piala Dunia Hilang di Inggris dan Ditemukan Seekor Anjing
trofi Piala Dunia (unsplash.com/My Profit Tutor)
Intinya Sih
  • Trofi Jules Rimet, simbol tertinggi sepak bola dunia, dicuri dari pameran di London pada Maret 1966 meski telah dijaga ketat oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris.
  • Polisi Inggris melakukan penyelidikan intensif dan menangkap seorang pria bernama Edward Betchley, namun trofi tetap belum ditemukan hingga beberapa hari setelah pencurian.
  • Anjing bernama Pickles secara tak sengaja menemukan trofi yang hilang di London Selatan, membuatnya terkenal dan mengakhiri misteri besar menjelang Piala Dunia 1966.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sejarah panjang Piala Dunia tak hanya diwarnai aksi-aksi ciamik dari para pemain di atas lapangan. Di luar lapangan, beberapa momen dan kejadian juga mewarnai ajang sepak bola paling prestisius tersebut. Salah satunya ialah ketika trofi hilang di Inggris pada 1966.

Saat itu, trofi yang diperebutkan dalam Piala Dunia masih bernama Jules Rimet Trophy, diambil dari nama mantan Presiden FIFA yang berjasa mewujudkan turnamen tersebut untuk pertama kali pada 1930. Trofi berlapis emas itu menjadi simbol tertinggi sepak bola dunia dan disimpan oleh negara atau federasi yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan turnamen. Namun, hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 1966 dimulai, trofi tersebut justru menghilang dalam sebuah peristiwa yang mengejutkan dunia.

1. Trofi Piala Dunia dicuri dari pameran di jantung Kota London

Trofi Jules Rimet berada dalam kendali Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sejak Januari 1966 sebagai persiapan menuju Piala Dunia yang digelar di negara tersebut mulai Juli 1966. Pada Maret 1966, FA memberikan persetujuan atas permintaan perusahaan perangko Stanley Gibbons untuk menampilkan trofi tersebut dalam pameran Stampex di Central Hall, Westminster, London. FIFA mengizinkan peminjaman itu dengan sejumlah syarat yang di antaranya meliputi pengamanan ketat, penjagaan selama 24 jam, serta perlindungan asuransi.

Pameran Stampex dibuka pada 19 Maret 1966 dengan trofi Piala Dunia menjadi salah satu daya tarik utama yang dihadirkan kepada para pengunjung. Sejumlah petugas keamanan ditugaskan untuk menjaga area pameran, termasuk seorang penjaga yang seharusnya berada di dekat lemari kaca tempat trofi dipamerkan. Namun, pengaturan keamanan yang diterapkan ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang sebelumnya ditetapkan oleh FIFA.

Pencurian terjadi pada pagi hari tanggal 20 Maret 1966, ketika pameran sedang tutup dan gedung digunakan untuk kegiatan gereja. Pelaku diduga masuk melalui pintu belakang yang telah dirusak dari luar sebelum membuka lemari kaca dan membawa kabur trofi tanpa diketahui para penjaga. Saat pemeriksaan rutin dilakukan sekitar pukul 12.10 siang, petugas mendapati trofi Jules Rimet tak ada di tempat semestinya.

2. Polisi memburu pencuri, tetapi trofi tak kunjung ditemukan

Hilangnya trofi Jules Rimet segera menjadi perhatian serius di Inggris hingga ditangani oleh polisi dari Scotland Yard. Sehari setelah pencurian, Joe Mears yang merupakan Ketua FA menerima telepon anonim yang memberitahukan bahwa sebuah paket akan dikirim kepadanya. Paket tersebut berisi bagian yang dapat dilepas dari trofi beserta surat tebusan senilai 15 ribu pound sterling yang ditandatangani seseorang bernama "Jackson".

Atas saran polisi, Mears berpura-pura menyetujui permintaan tersebut untuk memancing pelaku keluar. Seorang detektif kemudian menyamar sebagai perwakilan FA dan bertemu dengan Jackson dalam operasi yang digelar di Battersea Park, London Selatan. Setelah serangkaian pertemuan dan pengejaran, polisi berhasil menangkap Jackson yang ternyata bernama Edward Betchley, seorang pedagang barang bekas yang memiliki riwayat kasus pencurian.

Keberadaan trofi Piala Dunia masih belum diketahui meski Betchley telah ditangkap. Betchley membantah mencuri trofi dan mengaku hanya bertindak sebagai perantara bagi seseorang yang ia kenal dengan nama "The Pole". Polisi tidak berhasil menemukan trofi dari hasil penangkapan tersebut sehingga misteri lokasi penyimpanannya tetap belum terpecahkan hingga beberapa hari kemudian.

3. Seekor anjing bernama Pickles menemukan trofi yang hilang

Setelah lebih dari sepekan menghilang, trofi Jules Rimet akhirnya ditemukan secara tidak sengaja pada malam 27 Maret 1966. David Corbett, seorang warga London Selatan, sedang berjalan-jalan bersama anjing peliharaannya yang bernama Pickles ketika hewan tersebut tertarik pada sebuah bungkusan yang tergeletak di dekat mobil yang diparkir. Karena penasaran, Corbett mengambil bungkusan yang dibalut koran dan diikat erat dengan tali tersebut.

Corbett kemudian membuka sebagian pembungkus dan menemukan sebuah trofi di dalamnya. Ia baru menyadari bahwa benda tersebut adalah trofi Piala Dunia yang tengah dalam pencarian pihak berwajib setelah melihat nama-nama negara pemenang yang tertera pada bagian bawahnya. Corbett segera membawa temuan itu ke kantor polisi untuk diserahkan kepada pihak berwenang.

Pada awalnya, polisi sempat meragukan keaslian trofi tersebut dan bahkan menahan Corbett sementara waktu sebagai bagian dari penyelidikan. Setelah identitas trofi dikonfirmasi oleh perwakilan FA dan Corbett terbukti tidak terlibat dalam pencurian, ia dibebaskan dari kecurigaan. Selain menjadi kabar baik bagi panitia Piala Dunia 1966, penemuan tersebut juga membuat Pickles mendadak dikenal luas karena perannya dalam menemukan trofi yang hilang.

Sebagai bentuk penghargaan, Pickles kemudian menerima berbagai penghormatan dan mendadak menjadi selebritas di Inggris. Sementara itu, trofi Jules Rimet berhasil kembali ke tangan FA dan digunakan dalam Piala Dunia 1966 yang akhirnya dimenangi Timnas Inggris untuk pertama kalinya. Kisah hilangnya trofi tersebut pun tetap dikenang hingga kini sebagai salah satu peristiwa paling unik dalam sejarah panjang Piala Dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More