Para aktivis sengaja memilih area sekitar Azteca Stadium untuk melakukan kampanye karena stadion tersebut akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia saat Piala Dunia 2026 berlangsung.
Apalagi, Meksiko diperkirakan akan menerima sekitar lima juta wisatawan selama Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada. Para aktivis berharap sorotan internasional itu bisa ikut menekan pemerintah agar lebih serius menangani kasus orang hilang.
Saat beraksi, para aktivis dan keluarga membawa poster wajah korban hilang dan meneriakkan slogan protes di depan publik. Salah satu slogan yang mereka teriakkan adalah, "Bola akan pulang ke rumah, lalu kapan anak-anak kami pulang?"
Vanesa Gomez, seorang ibu yang mencari putrinya sejak tahun lalu, melontarkan kritik bahwa pada saat Piala Dunia dimulai, ingin menunjukkan seberapa mengerikan kasus orang hilang di Meksiko.
"Kami ingin wisatawan yang datang ke kota ini melihat, krisis orang hilang benar-benar serius," ujar Vanesa.
Gabriel Diaz, yang masih mencari saudara perempuannya, mengatakan isu orang hilang seharusnya mendapat perhatian sebesar persiapan Piala Dunia itu sendiri.
"Sama seperti Piala Dunia penting bagi Mexico City, orang-orang yang hilang juga harus sama pentingnya,"kata Gabriel.