Spanyol Superior? Belgia Punya Mental Baja!

- Pelatih Belgia Rudi Garcia menegaskan timnya siap menghadapi Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026 dengan mental baja meski lawan belum terkalahkan sejak fase grup.
- Garcia menyoroti karakter pantang menyerah skuad Belgia yang terbukti saat mengalahkan Senegal, serta kedalaman tim yang membuat setiap pemain punya kontribusi penting.
- Laga ini menjadi pertemuan ketiga di Piala Dunia setelah duel dramatis 1986 dimenangkan Belgia lewat adu penalti dan pembalasan Spanyol pada fase grup Italia 1990.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Belgia, Rudi Garcia, melontarkan psywar untuk menghadapi Spanyol di perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu dini hari WIB (11/7/2026). Belgia tak ciut nyali dengan rapor mentereng La Furia Roja.
Duel kontra Spanyol merupakan ujian sesungguhnya bagi Red Devils. Mereka akan menghadapi salah satu tim favorit juara yang tak tersentuh kekalahan dan urung kebobolan sejak babak penyisihan grup.
Garcia sadar bentrokan nanti akan sulit dimenangkan, namun Romelu Lukaku dan kolega memiliki modal positif untuk menetralisir teror dari pasukan Luis de la Fuente. Apa itu?
1. Bangga dengan karakter tim
Garcia mengaku sangat mengenal karakter dan DNA timnya yang selalu menolak untuk menyerah pada keadaan. Ia mencontohkan bagaimana timnya mampu keluar dari lubang jarum saat ditekan habis-habisan oleh Senegal di babak 16 besar.
Belgia juga memiliki kedalaman skuad yang seimbang. Kontra Senegal, para pemain cadangan sukses menjadi pembeda ketika diturunkan ke lapangan. Hal ini membuktikan seluruh skuad Belgia memiliki peran yang sama pentingnya dalam mengamankan kemenangan tim.
"Saya tahu karakter tim ini. Saya tahu daya juang mereka. Saya tahu keinginan mereka untuk bangkit ketika situasi tidak berjalan dengan baik. Menurut saya, kualitas sebuah tim atau pelatih bukan terlihat saat semuanya berjalan mulus, melainkan ketika menghadapi kesulitan," ujar Garcia dikutip dari laman resmi FIFA.
2. Memori adu penalti di perempat final 1986
Duel nanti rupanya menyimpan sejarah panjang. Baik Spanyol dan Belgia tercatat baru dua kali bersua di putaran final, dengan rekor saling mengalahkan.
Pertemuan perdana mereka terukir di perempat final Piala Dunia 1986. Pemenang harus ditentukan lewat adu penalti, setelah gol Jan Ceulemans yang membawa unggul Belgia disamakan oleh Juan Senor lima menit jelang waktu normal tuntas.
Red Devils akhirnya keluar sebagai pemenang dengan. Leo Van der Elst menjadi pahlawan yang mengeksekusi penalti penentu sekaligus mengirim Belgia melaju ke semifinal.
3. Pembalasan dendam Spanyol di Italia 1990
Edisi berikutnya, takdir kembali mempertemukan mereka di fase grup. Kala itu, Spanyol sukses menuntaskan dendam mereka dengan memetik kemenangan tipis 2-1.
Gol penalti Michel dan Alberto Gorriz memastikan kemenangan La Furia Roja. Kemenangan tersebut mengunci posisi Spanyol sebagai juara Grup E, sementara Belgia tetap berhak lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up.
Setelah lebih dari tiga dekade tak pernah bersua di Piala Dunia, laga nanti pun dipastikan menyajikan tontonan yang tak boleh dilewatkan. Lantas, mampukah Spanyol mengulang kemenangan 1990, atau justru mentalitas baja Belgia ala Garcia yang akan keluar sebagai pemenang?



















