Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ancelotti Tak Mau Brasil Jogo Bonito Lagi: Yang Penting Menang
ilustrasi logo Timnas Brasil (unsplash.com/Alice Yamamura)
  • Carlo Ancelotti menegaskan Brasil tak lagi mengandalkan gaya jogo bonito di Piala Dunia 2026, melainkan fokus pada kemenangan dan pertahanan yang kuat.
  • Ancelotti mencontoh kesuksesan Brasil di Piala Dunia 1994 dan 2002 yang memadukan kreativitas menyerang dengan pertahanan solid sebagai kunci juara.
  • Dalam sepuluh laga bersama Brasil, Ancelotti mencatat lima kemenangan, dua imbang, dan tiga kekalahan sambil terus mencari formula terbaik untuk timnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, menegaskan anak asuhnya tak akan main jogo bonito lagi di Piala Dunia 2026. Yang penting, timnya menang dan tak kebobolan banyak gol.

"Juara Piala Dunia itu ditentukan oleh yang kebobolan sedikit bukan yang banyak bikin gol. Saya tidak suka disebut sebagai tim defensif, tapi itu adalah kuncinya," ujar Ancelotti, dilansir ESPN FC.

1. Ancelotti belajar dari sejarah Brasil

Soal tak mau menerapkan jogo bonito di Piala Dunia 2026, Ancelotti mengaku berkaca dari sejarah saat Brasil menang di Piala Dunia 1994 dan 2002. Ketika itu, mereka menggabungkan bakat dan pertahanan.

"Jogo bonito? Brasil memenangkan dua Piala Dunia terakhir mereka dengan menggabungkan bakat dan pertahanan. Anda boleh punya penyerang terbaik, tetapi tanpa pertahanan solid, mustahil menang Piala Dunia," kata Ancelotti.

2. Memang apa yang terjadi pada 1994 dan 2002

Ancelotti menjelaskan, pada 1994 dan 2002, Brasil memadukan pertahanan kuat dengan bakat-bakat terbaik di lini depan. Romario, Ronaldo, Rivaldo, Ronaldinho, dan Bebeto ditopang oleh lini belakang solid.

"Pada tahun 1994, Brasil menggunakan dua baris empat pemain untuk mendukung Romario. Pada tahun 2002, mereka menggunakan sistem dengan tiga bek tengah," kata Ancelotti.

3. Ancelotti masih mencari formula di Brasil

Ancelotti sudah mengarungi 10 laga bersama Timnas Brasil sejauh ini. Hasilnya lima kali menang, dua kali imbang, dan tiga kali kalah. Selama itu, Brasil mencetak 18 gol dan kebobolan delapan kali.

Jogo bonito memang jadi sesuatu yang sudah erat dengan Timnas Brasil. Namun, melihat kualitas skuad mereka sekarang, ditambah dengan terseok-seoknya mereka di kualifikasi, agaknya apa yang dikatakan Ancelotti benar adanya.

Editorial Team