Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Ancelotti Coret Neymar dari Skuad Brasil

Alasan Ancelotti Coret Neymar dari Skuad Brasil
ilustrasi logo Timnas Brasil (unsplash.com/Alice Yamamura)
Intinya Sih
  • Carlo Ancelotti mencoret Neymar dari skuad Brasil jelang Piala Dunia 2026 karena kondisi fisik sang pemain belum pulih sepenuhnya setelah cedera panjang dan minim menit bermain.
  • Ancelotti menegaskan pemilihan pemain didasarkan pada performa terkini, bukan nama besar, sehingga beberapa pemain lain dinilai lebih siap secara taktik dan konsisten dibanding Neymar.
  • Meskipun dicoret, peluang Neymar kembali ke timnas masih terbuka jika ia mampu menunjukkan performa terbaiknya, sejalan dengan prinsip Ancelotti bahwa tidak ada jaminan tempat bagi siapa pun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Keputusan pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mencoret Neymar Jr. dari skuad terbaru menjadi sorotan tajam jelang Piala Dunia FIFA 2026.

Tak dipanggilny Neymar memicu perdebatan dan menuai pro-kontra di kalangan penggemar sepak bola. Maklum, sang pemain merupakan ikon Selecao dalam beberapa tahun terakhir.

Di balik kontroversi besar ini, Ancelotti menegaskan pencoretan Neymar bukan keputusan emosional atau tekanan publik. Ada sejumlah alasan kuat yang menjadi dasar evaluasi tim pelatih.

1. Kondisi fisik Neymar belum 100 persen

Alasan utama Ancelotti mencoret Neymar adalah kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih. Setelah mengalami cedera panjang, Neymar masih kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.

Minimnya menit bermain dalam beberapa bulan terakhir menjadi indikator bahwa sang bintang belum berada di level kompetitif yang dibutuhkan tim nasional.

Bagi Ancelotti, memaksakan pemain yang belum fit justru berisiko bagi keseimbangan tim, terutama dalam fase krusial menuju turnamen besar.

2. Performa terkini kalah dari pemain lain

Selain faktor fisik, performa menjadi pertimbangan utama. Ancelotti menegaskan, pemilihan pemain didasarkan pada kontribusi terbaru di lapangan, bukan nama besar.

Dalam periode terakhir, sejumlah pemain Brasil tampil lebih konsisten dan siap secara taktik. Hal ini membuat posisi Neymar secara kompetitif mulai terancam.

Ancelotti tak bergeming di tengah derasnya opini publik. Pelatih asal Italia itu menyebut dirinya tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam menentukan komposisi tim.

“Saya mendengar semua pendapat dan menghargainya, tetapi tugas saya adalah membuat keputusan terbaik untuk tim. Sepak bola bukan ilmu pasti,” ujar Ancelotti, dikutip Sky Sports.

3. Masa depan Neymar berseragam Brasil masih terbuka

Meski tidak masuk dalam skuad kali ini, peluang Neymar belum sepenuhnya tertutup. Ancelotti membuka pintu bagi sang pemain untuk kembali, dengan syarat mampu menunjukkan performa terbaiknya.

Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, turut mendukung sikap tersebut. Ia menilai keputusan Ancelotti sudah tepat, selama tetap memberi ruang bagi Neymar jika kondisinya benar-benar pulih.

“Sepak bola bukan soal masa lalu, tetapi kondisi saat ini,” ujar Ancelotti yang mengatakan prinsipnya  dalam membangun skuad.

Dengan kata lain, pencoretan Neymar mencerminkan perubahan budaya: tidak ada jaminan tempat bagi siapa pun.

Situasi ini menjadi momentum krusial bagi Neymar. Dengan munculnya generasi baru di skuad Brasil, persaingan semakin ketat. Segalanya kini bergantung pada kemampuan Neymar untuk kembali ke level tertinggi dalam waktu dekat.

Keputusan Ancelotti bukan sekadar kontroversi, melainkan sinyal kuat Brasil tengah memasuki fase transisi besar. Menuju 2026, hanya pemain dengan performa terbaik yang akan bertahan—tanpa kompromi, termasuk untuk nama sebesar Neymar.

Share
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More