Stadion Kanjuruhan (IDN Times/Sandy Firdaus)
Akan tetapi, upaya dari Arema FC ini ditentang oleh warganet. Beberapa warganet berkata bahwa ini hanya upaya Arema mencari muka. Mereka masih belum bertanggung jawab, dan tidak memperjuangkan keadilan bagi para korban.
"Jengkel saya melihat bajingan kayak begini. Inget, 135 itu bukan cc motor tapi nyawa dari orang-orang yang menonton kalian, tak ada perjuangan dari kalian untuk para almarhum," cuit akun @Makavelishelby9
"Gak usah bangkit mending bubar aja. Mungkin kalau tim ini bubar, setidaknya ada hukum alam yang menjadi keadilan buat para korban tragedi mengenaskan tahun kemarin," cuit alun @ZollaZovy
"Manajemen cuma cari muka aja, para keluarga korban benar-benar tidak mereka perhatikan," cuit alun @pandi_akhmad
Tuntutan keadilan bagi para korban tragedi Kanjuruhan ini masih digemakan beberapa pihak sampai sekarang. Ketika Arema FC masih bermain di Liga 1 2023/24, sosok-sosok seperti mbah Midun masih getol menyuarakan keadilan bagi korban.