Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aroma Perang Falkland Kembali Meninggi Jelang Inggris vs Argentina
ilustrasi Pulau Falkland (commons.wikimedia/Godot13)
  • Menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina, tensi politik meningkat setelah pejabat Argentina kembali menyinggung klaim atas Kepulauan Falkland.
  • Pemerintah Inggris melalui Priti Patel menegaskan bahwa warga Falkland bangga menjadi bagian Britania Raya dan menolak klaim Argentina yang dianggap tidak berdasar.
  • Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menekankan bahwa laga melawan Inggris murni pertandingan sepak bola tanpa muatan politik meski sejarah kedua negara tetap dihormati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Tensi politik jelang partai Inggris versus Argentina dalam semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis dini hari WIB (16/7/2026), ikut meninggi. Penyebabnya, konflik dalam Kepulauan Falkland kembali disinggung oleh pemerintah Argentina.

Setelah Menteri Luar Negeri Argentina, Pablo Quirno, kini giliran Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, yang melayangkan klaim tentang Falkland. Dia bahkan berani menyebut Inggris sebagai bajak laut.

"Kami akan melawan bajak laut perebut wilayah. Ini bukan sekadar pertandingan. Secara politis, saya tak akan menyerang atau membenarkan, melawan Inggris. Ini selalu menjadi sesuatu yang lebih dalam. Ini Malvinas, Diego, Leo yang terakhir kalinya. Ayo Argentina! Karena hingga napas terakhir, kami akan mengklaim wilayah itu milik kami," tulis Villarruel, dilansir akun X miliknya.

1. Sejarah yang kembali mengemuka

Quirno sebelumnya sudah melempar api terkait laga Inggris versus Argentina. Dia kembali membuka sejarah konflik Kepulauan Falkland, yang hingga kini masih mengemuka.

Meski referendum 2013 menyatakan 99,8 persen masyarakat lokal memilih menjadi bagian dari Inggris, kenyataannya hal itu masih ditentang oleh pemerintah Argentina. Bahkan, Presiden Javier Milei menegaskan referendum itu palsu karena diakali oleh Inggris.

2. Inggris balas Argentina

Sementara, Sekretaris Bayangan Menteri Luar Negeri, Priti Patel, menyatakan jika warga di Pulau Falkland bangga dengan statusnya sebagai warga negara Britania Raya. Patel menyatakan, klaim Argentina tak akan mengubah sejarah.

"Komentar Argentina tentang warga Pulau Falkland sama ofensifnya dengan kesalahan mereka. Tak ada retorika revisionis dari Buenos Aires yang bisa mengubah fakta sejarah. Britania Raya tetap tegak berdiri di samping warga Pulau Falkland," tulis Patel, dalam akun X miliknya.

3. Scaloni enggan terseret

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan laga melawan Inggris hanya pertandingan sepak bola. Tak ada aroma lain di dalamnya, meski banyak yang mengaitkan duel ini penuh dengan drama politik serta persaingan abadi sejak masa lalu.

"Ini laga sepak bola. Saya tak bisa mencampuradukkan, sebagai rasa hormat tentang apa yang terjadi bertahun-tahun lalu," ujar Scaloni, dilansir Daily Mirror.

Curated For You

Editorial Team

Related Article