Aturan Baru Piala Dunia: Cekcok Sambil Tutup Mulut, Kartu Merah

- FIFA resmi menetapkan aturan baru di Piala Dunia 2026, pemain yang cekcok sambil menutup mulut akan langsung diganjar kartu merah oleh wasit.
- Aturan ini lahir dari kasus Gianluca Prestianni yang diduga melontarkan kata rasis kepada Vinicius Junior dengan menutup mulut, serta insiden protes tim Senegal di final Piala Afrika 2025.
- Dua aturan baru ini membuat tim harus lebih berhati-hati karena kesalahan kecil bisa berujung kekalahan atau kartu merah, dan akan disosialisasikan ke seluruh konfederasi sepak bola dunia.
Jakarta, IDN Times - FIFA akan menerapkan aturan baru di Piala Dunia 2026. Jadi, pemain yang cekcok sambil menutup mulut, akan mendapatkan kartu merah langsung dari wasit.
Dilansir BBC, keputusan ini diambil usai adanya pertemuan khusus Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) di Vancoucer, Kanada, Selasa (28/4/2026) lalu. Pertemuan itu menyetujui adanya aturan baru ini.
1. Satu dari dua aturan baru yang disetujui
Aturan kartu merah bagi pemain yang cekcok sambil menutup mulut ini jadi satu dari dua aturan baru yang disetujui FIFA untuk Piala Dunia 2026 mendatang.
Satu aturan baru lain yang disetujui adalah pemain atau staf yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit, maka tim tersebut akan dinyatakan kalah.
2. Dasar dari penerapan aturan baru ini apa?
Khusus untuk aturan cekcok pemain sembari tutup mulut ini didasarkan pada kasus pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang diduga melontarkan kata-kata rasis kepada pemain Madrid, Vinicius Junior, dengan menutup mulut.
Sedangkan aturan kedua, didasarkan pada kasus Senegal saat lawan Maroko di final Piala Afrika 2025. Kala itu, para pemain Senegal sempat keluar lapangan, dan hal itu membuat suasana karut marut.
3. Akan jadi sebuah aturan yang seru
Jika memang diterapkan, dua aturan ini akan menghadirkan sesuatu yang seru di Piala Dunia 2026. Tim-tim yang bermain pasti akan lebih berhati-hati dalam bertindak.
Sedikit saja salah bertindak, sebuah tim bisa saja kalah di Piala Dunia 2026, atau mendapatkan kerugian berupa kartu merah. Namun, tentu aturan baru ini harus melalui sosialisasi ke setiap konfederasi dan federasi.

















