Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Awal Karier Erling Haaland sebagai Monster Gol Sepak Bola
ilustrasi pertandingan sepak bola (unsplash.com/Amr Taha)
  • Erling Haaland memulai kariernya di Akademi Bryne FK sejak usia 5 tahun dan mencetak 18 gol dari 18 laga di tim junior sebelum debut profesional pada usia 15 tahun.
  • Pada 2017, Haaland bergabung dengan Molde FK dan berkembang pesat di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer, menutup musim 2018 sebagai top skor klub serta meraih penghargaan pemain muda terbaik Eliteserien.
  • Tahun 2019 menjadi titik lonjakan kariernya bersama Red Bull Salzburg dengan rekor hattrick beruntun dan sejarah di Liga Champions, disertai prestasi luar biasa 9 gol dalam satu laga Piala Dunia U-20.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebelum menjelma sebagai salah satu striker menakutkan di Piala Dunia 2026, Erling Braut Haaland memulai kariernya dengan sederhana, yakni di Divisi 4 Norwegia. Putra Alf Inge Haaland tersebut harus melewati banyak ujian, kerja keras, dan keputusan karier yang cerdas sebelum reputasinya menjadi seperti sekarang. Namun, Haaland hanya butuh 4 tahun untuk bersinar sebagai prospek paling menjanjikan di Eropa.

1. Erling Braut Haaland belajar sepak bola di akademi Byrne FK mulai pada usia 5 tahun

Erling Haaland bergabung dengan akademi Bryne FK pada usia 5 tahun. Di klub kasta bawah Norwegia inilah fondasi fisiknya dibangun. Menariknya, pada awal kariernya, Haaland tidak langsung bermain sebagai striker karena postur tubuhnya saat itu belum sekekar sekarang. Ia ditempatkan sebagai pemain sayap lantaran memiliki kecepatan.

Sepanjang 2015 dan 2016, Haaland bermain untuk Bryne 2 (tim junior) di kasta keempat. Di sinilah insting golnya mulai tercium setelah sukses mengemas 18 gol dari 18 pertandingan. Dilansir 90soccer.com, berkat penampilan impresifnya, Haaland mendapat debut di tim senior Bryne pada usia 15 tahun pada Mei 2016. Ia mencatatkan 16 penampilan profesional di kompetisi kasta kedua Norwegia pada 2016, terbilang sangat banyak untuk seorang pemain yang masih remaja.

2. Pindah ke Molde FK pada 2017, Erling Braut Haaland ditempa langsung striker legendaris Manchester United

Pada Februari 2017, Erling Haaland mengambil langkah krusial dengan hijrah ke Molde FK, klub papan atas di kasta tertinggi Norwegia (Eliteserien). Keputusan ini diambil karena Molde terkenal memiliki program pengembangan pemain muda. Di bawah asuhan mantan striker legenda Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, Haaland bertransformasi secara fisik dan taktis. Tubuhnya mulai tumbuh menjulang dan diajari cara penempatan posisi di kotak penalti.

Pada 1 Juli 2018, Haaland mengejutkan publik sepak bola Norwegia. Dilansir Manchester Evening News, ia sukses mencetak 4 gol hanya dalam waktu 21 menit melawan pemuncak klasemen saat itu, Brann, dan membawa Molde menang 4-0. Haaland mengakhiri 2018 sebagai pencetak gol terbanyak Molde dengan 16 gol dari 30 laga di semua kompetisi sekaligus menyabet Eliteserien Breakthrough of the Year.

3. Mencuri perhatian pencinta sepak bola Eropa saat memperkuat Red Bull Salzburg pada 2019

Mencari tantangan baru, Erling Haaland resmi bergabung dengan klub Austria, Red Bull Salzburg, pada Januari 2019. Hingga Mei 2019, ia hanya tampil sebanyak lima kali. Namun, masuk 2019/2020, dunia menyadari mereka sedang melihat seorang calon megabintang. Haaland memulai musim penuh pertamanya dengan rentetan gol. Ia mencetak hattrick pertamanya untuk RB Salzburg pada Juli 2019 di Piala Austria, disusul hattrick beruntun di liga domestik sebulan kemudian.

Di Liga Champions Eropa, Haaland mencatatkan namanya dalam sejarah. Pada laga debutnya melawan Genk, ia langsung mencetak hattrick pada babak pertama, membawa RB Salzburg menang 6-2. Ia menjadi remaja pertama yang mencetak gol di lima pertandingan berturut-turut fase grup, bersanding dengan nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Neymar Jr. Dilansir Transfermarkt, ia mencetak 29 gol dari 27 laga untuk RB Salzburg selama Januari–Desember 2019 sebelum dipinang Borussia Dortmund.

4. Di tim kelompok umur Norwegia, Erling Braut Haaland mencetak 9 gol dalam 1 pertandingan Piala Dunia U-20 2019

Sejalan dengan karier klubnya, Erling Haaland adalah langganan tim usia muda Norwegia. Ia meniti karier internasional secara bertahap, dimulai dari U-15 pada 2015. Puncak performa Haaland di level junior terjadi pada Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Dilansir situs resmi Bundesliga, di laga fase grup melawan Honduras pada 30 Mei 2019, Norwedia membantai lawannya dengan skor telak 12-0.

Dari belasan gol tersebut, Haaland memborong sembilan gol sendirian. Catatan ini menjadi rekor gol terbanyak oleh seorang pemain dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Piala Dunia U-20, sebuah rekor yang rasanya akan sangat sulit dipecahkan siapa pun dalam waktu dekat. Meski Norwegia U-20 terhenti pada fase grup, sembilan gol tersebut mengantarnya meraih Golden Boot.

Saat ini, striker 25 tahun tersebut sudah mencetak 7 gol dari 4 pertandingan di Piala Dunia 2016. Ia bersaing dengan nama-nama besar untuk Golden Boot (top scorer) bersama Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Harry Kane. Namun, Haaland tetap memprioritaskan Timnas Norwegia lolos ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article