Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Balon Pisang Raksasa di Liverpool vs ManCity, Antara Humor dan Satir

3 min read
Balon Pisang Raksasa di Liverpool vs ManCity, Antara Humor dan Satir
Suporter Manchester City membawa balon pisang sebagai simbol kedamaian sepak bola (AFP / Paul Ellis)
  • Balon pisang raksasa hadir di tribune suporter tandang ManCity saat laga melawan Liverpool di Anfield.

  • Tradisi ini bermula dari aksi iseng Frank Newton pada 15 Agustus 1987 dan berkembang menjadi identitas The Citizens.

  • Selain pisang, suporter membawa figur hiu, dinosaurus, monster, dan palu raksasa sebagai hiburan di stadion.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemandangan mencolok tersaji dalam laga Liverpool kontra Manchester City di Anfield Stadium, pada Minggu (11/10/2026). Itu karena banyaknya balon tiup berbentuk pisang raksasa yang menghiasi tribun suporter ManCity.

Properti aneh ini tentu mengundang tanda tanya besar. Usut punya usut, aksi membawa pisang mainan ini bukanlah lelucon spontan, melainkan sebuah tradisi legendaris yang sengaja dibangkitkan kembali.

  1. 1. Berawal dari aksi iseng Frank Newton

    Sejarah tradisi unik ini bermula pada 15 Agustus 1987 ketika ManCity melawan Plymouth Argyle. Seorang suporter bernama Frank Newton iseng membawa sebuah balon pisang tiup berukuran tak wajar ke dalam stadion.

    Aksi konyol itu ternyata berhasil mencuri perhatian, bahkan cepat menular ke suporter lainnya. Sejak saat itu pula, berdasarkan dokumentasi ManCity dan sejarawan Gary James, properti tersebut telah menjadi identitas khas bagi kubu The Citizens.

  2. 2. Sempat berkembang jadi dinosaurus hingga hiu

    Pada akhir 1980-an, ketika ManCity masih terpuruk di kasta kedua sepak bola Inggris, tren ini menjadi semakin liar. Suporter tandang mulai memadati tribun dengan koleksi figur balon tiup yang bentuknya makin beragam.

    Boneka hiu, dinosaurus, monster, hingga palu raksasa, ikut menemani pisang kuning di tribun suporter tandang. Pemandangan ini selalu sukses mengundang gelak tawa dan menjadi hiburan tersendiri bagi penonton di stadion.

  3. 3. Simbol kedamaian di era kelam sepak bola

    Di balik kelucuannya, tradisi pisang raksasa ini juga memiliki makna historis yang cukup dalam bagi sepak bola Inggris. Aksi ini menjadi oase yang menyegarkan di tengah era kelam ketika budaya kekerasan atau hooliganisme sedang merajalela pada era 1980-an dan dikenal sebagai masa terkelam sepak bola Inggris.

    Sebelum Premier League diperkenalkan pada awal 1990-an, Inggris memang sempat dibelit masalah rumit dengan aksi-aksi kekerasan. Selain itu, infrastruktur di Inggris menua dan sudah tak layak digunakan untuk kompetisi-kompetisi antarklub Eropa, memicu reformasi yang akhirnya melahirkan Premier League pada era 1990-an tersebut.

    Properti unik tersebut menghadirkan atmosfer yang jauh lebih santai dan bersahabat di tengah tingginya tensi rivalitas antarklub. Kini, tradisi legendaris itu kembali dihidupkan. Manchester Evening News melansir, suporter ManCity sengaja memesan balon tiup pisang raksasa itu dalam jumlah yang masif untuk meramaikan tribun Anfield, dari jauh-jauh hari.

  4. 4. Kini, lahir sebagai bentuk protes

    Aksi balon pisang yang dibawa oleh suporter ManCity kali ini membawa pesan satir, karena mengandung bentuk protes atas kasus 114 pelanggaran finansial yang dijatuhkan Premier League. Dengan balon-balon pisang itu, mereka berharap ada solusi dan jalan keluar atas nasib ManCity yang tengah tersudut, terancam degradasi, hingga denda besar, karena dugaan pemalsuan dokumen finansial oleh para petinggi City Football Group.

    Dengan balon itu, protes dilancarkan lewat gaya yang humoris, sekaligus berharap suporter lain bisa menyikapinya lebih adem. Namun, dalam duel melawan Liverpool, suporter tuan rumah di Anfield sudah mengeluarkan properti, kalimat, dan diksi keras, sebagai protes dari tindakan manajemen ManCity.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More