Banjir Kartu Merah di Laga Perdana Piala Dunia 2026

- Meksiko menang 2-0 atas Afrika Selatan di laga pembuka Piala Dunia 2026 lewat gol Julian Quinones dan Raul Jimenez di Estadio Azteca.
- Laga ini diwarnai tiga kartu merah, dua untuk Afrika Selatan dan satu untuk Meksiko, menjadikannya laga pembuka dengan kartu merah terbanyak dibanding edisi sebelumnya.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Meksiko di laga pembuka Piala Dunia sejak 1998, dengan total enam kemenangan dan dua hasil imbang.
Jakarta, IDN Times - Laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan tuntas terlaksana pada Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Banjir kartu merah pun terjadi di laga ini.
Bertanding di Estadio Azteca, Meksiko mengunci kemenangan dengan skor 2-0 via gol-gol dari Julian Quinones dan Raul Jimenez. Meski menang, kartu merah banyak menghiasi laga ini.
1. Dua kartu merah bagi Afrika Selatan
Skuad Afrika Selatan mendapatkan dua kartu merah di laga ini. Kartu merah pertama didapat oleh Yaya Sithole pada menit 50, usai melanggar Brian Gutierrez. Ini jadi kartu merah pertama di Piala Dunia 2026.
Kartu merah kedua bagi Afrika Selatan terjadi pada menit 84. Themba Zwane dinilai melakukan pelanggaran keras pada pemain Meksiko. Hukuman ini bikin Afrika Selatan harus main dengan sembilan orang.
2. Meksiko juga dapat satu kartu merah
Selain Afrika Selatan, Meksiko juga harus mendapatkan kartu merah di laga ini. Cesar Montes jadi pelakunya jelang babak kedua tuntas, usai melanggar keras salah satu pemain Afrika Selatan.
Total, ada tiga kartu merah yang didapat kedua tim di laga ini. Untuk ukuran laga pembuka Piala Dunia, dibandingkan edisi 2018 dan 2022, jelas jadi yang terbanyak.
3. Meksiko pertahankan catatan apik
Terlepas dari itu, hasil ini membuat Meksiko mempertahankan catatan apik di laga pembuka Piala Dunia. Sejak 1998, mereka tak pernah kalah di laga pembuka ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Rinciannya, sejak 1998 sampai kini, Meksiko menang enam kali dan imbang dua kali di laga pembuka. Di Piala Dunia 2026, Afrika Selatan jadi korban mereka selanjutnya.














