Timnas Indonesia Wajib Adaptasi Peran Penyerang di Era Modern

Jakarta, IDN Times - Di sepak bola modern, peran penyerang itu tak cuma soal mencetak gol saja. Hal itu juga berlaku bagi Timnas Indonesia, termasuk di Piala AFF 2026.
Saat ini, ada pergeseran peran yang terjadi di posisi penyerang. Mereka yang berada di depan tak cuma soal mencetak gol, tetapi juga harus bisa melakukan peran lain.
Hal itu juga yang disoroti dua legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales. Mereka sadar betul, ada perbedaan mencolok soal penyerang di era mereka masih bermain sampai sekarang.
1. Dulu, sistem dua penyerang dipakai

Dalam acara tur trofi Piala AFF 2026 di Jakarta, Jumat (24/7/2026), Bambang menyebut zaman dulu, tim kerap memakai dua penyerang. Sekarang, era tersebut sudah berganti.
"Kebanyakan tim menggunakan dua penyerang dulu. Sedangkan sekarang, hampir semuanya menggunakan satu penyerang, dan itu pun tidak banyak yang berfungsi murni sebagai target man," ujar Bepe, sapaan akrab Bambang.
2. Penyerang zaman sekarang harus kerja ekstra keras

Sementara, Gonzales mengungkapkan para penyerang, termasuk penyerang Indonesia, saat ini harus siap bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan diri dengan skema pelatih. Mereka tak boleh cuma menunggu.
"Memang, dunia sepak bola sekarang sudah berbeda ya, karena kita bermain sistem. Sekarang, semua harus kerja, sampai striker ya. Harus pressing, harus membantu bertahan juga," ujar Gonzales.
3. Tuntutan besar bagi para pemain sepak bola zaman kini

Lebih lanjut, Bepe mengungkapkan pesepak bola zaman sekarang memang dapat tuntutan besar. Tidak cuma kecerdasan taktik dan sistem mumpuni, para pemain juga harus memiliki fisik yang apik.
"Memang itu tuntutan zaman, di mana sepak bola sekarang sudah begitu menuntut aspek fisik, sistem, dan kecepatan yang membuat sepak bola menjadi semakin dinamis. Dan rasanya kita juga harus beradaptasi dengan itu," ujar Bepe.
Evolusi taktik dalam beberapa dekade terakhir memang menuntut penurunan drastis dalam hal pemakaian penyerang murni. Agaknya, hal serupa juga bakal diterapkan di Timnas Indonesia.
















