Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bedah Statistik Cape Verde di Piala Dunia 2026, Militan!
Kiper Cape Verde, Vozinha, merayakan keberhasilan tahan imbang Spanyol. (AFP/Roberto Schmidt)
  • Cape Verde tampil heroik di Piala Dunia 2026, gugur dramatis 2-3 dari Argentina setelah memaksa juara bertahan bermain hingga perpanjangan waktu.
  • Skuad asuhan Bubista menunjukkan agresivitas tinggi dengan 4 gol, 12 tembakan tepat sasaran, serta distribusi bola efektif lewat 1.561 operan dan akurasi umpan 81 persen.
  • Pertahanan militan dan performa gemilang kiper Vozinha jadi sorotan, sementara kapten Ryan Mendes tampil paling aktif dengan kontribusi besar di lini depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kisah sang kuda hitam Afrika, Cape Verde (Tanjung Verde), di Piala Dunia 2026 berakhir. Mereka gugur secara dramatis pada babak 32 besar setelah tumbang dari raksasa Amerika Selatan, Argentina. Sempat dua kali mengejar dan memaksa sang juara bertahan memainkan babak tambahan, laga yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) pagi WIB tersebut berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Lionel Messi dkk.

Meski harus angkat koper, skuad berjuluk Tubaroes Azuis (Hiu Biru) tersebut pulang dengan kepala tegak. Mereka berhasil membuat kagum pencinta sepak bola berkat performa penuh determinasi dan nyali besar. Sebagai gambaran, begini statistik Cape Verde di Piala Dunia 2026.

1. Agresivitas lini depan yang menyamai dua raksasa sepak bola Asia

Cape Verde datang ke Amerika Utara untuk bertarung, bukan menjadi bulan-bulanan. Skuad asuhan Pelatih Bubista itu sukses mengemas total 4 gol dari 4 pertandingan hingga babak 32 besar. Menariknya, agresivitas mereka cukup terarah.

Cape Verde mencatatkan 12 tembakan tepat sasaran. Angka ini bahkan lebih banyak ketimbang raksasa Asia seperti Jepang dan Korea Selatan (11 kali) serta melangkahi catatan Iran dan Republik Demokratik Kongo (10 kali). Dengan persentase konversi gol mencapai 8 persen, efisiensi Cape Verde menyamai Kolombia serta berada di atas Australia (7 persen) dan Republik Ceko (6 persen).

2. Distribusi bola cair, terutama saat mengirim umpan terobosan ke lini depan

Gaya main Cape Verde sepanjang Piala Dunia 2026 juga tidak monoton. Mereka lancar mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan mencatatkan total 1.561 operan sepanjang turnamen. Akurasi operannya cukup solid di angka 81 persen.

Sisi sayap menjadi tumpuan utama dengan 51 umpan silang berakurasi 31 persen. Paling impresif, keberanian mereka melakukan umpan terobosan tampak meski melawan tim-tim besar. Cape Verde mencatatkan 44 upaya umpan membelah lini pertahanan bawah lawan dengan tingkat akurasi mencapai 34 persen.

3. Paling militan ketika bertahan dan memotong serangan dari tim lawan

Meski harus kebobolan lima gol, sistem pertahanan Cape Verde adalah salah satu yang paling sibuk di Piala Dunia 2026. Mereka menerapkan gaya bertahan aktif memutus sirkulasi bola lawan. Hal itu mereka tunjukkan saat menahan imbang para langganan Piala Dunia (Spanyol, Arab Saudi, dan Uruguay) pada fase penyisihan grup.

Cape Verde sukses 172 kali memaksa lawan melakukan kesalahan dan membukukan rata-rata waktu merebut bola dari lawan di angka 70,92 detik, tertinggi setelah Pantai Gading dan Kroasia. Selain itu, stamina kuda mereka terbukti lewat catatan 837 kali menerapkan tekanan defensif, tertinggi Spanyol dan Qatar. Sebanyak 117 di antaranya adalah tekanan defensif yang langsung diterapkan.

4. Kiper Cape Verde, Vozinha, melakukan 11 penyelamatan penting sepanjang 4 pertandingan

Ketangguhan Cape Verde tidak lepas dari performa heroik penjaga gawang veteran mereka, Vozinha. Kiper berusia 40 tahun tersebut mencatatkan sebelas penyelamatan krusial sepanjang turnamen. Statistik aksi Vozinha pun terbilang mengesankan.

Ia mencatatkan 96 aksi kiper di dalam kotak penalti, tertinggi setelah Jalan Hasan (Irak) dan Mostafa Shobeir (Mesir). Tak hanya diam di sarang, Vozinha juga mencatatkan 71 aksi di luar kotak penalti, terutama untuk memotong langsung umpan berbahaya dari lawan. Kiper yang terakhir kali bermain di Liga 2 Portugal itu hanya kalah dari Edouard Mendy (Senegal) dan Nikola Vasilj (Bosnia-Herzegovina).

5. Ryan Mendes jadi pemain Cape Verde paling sibuk, sebab aktif bergerak di semua lini

Jika harus menunjuk satu nama yang menjadi motor penggerak Cape Verde, orang itu adalah sang kapten, Ryan Mendes. Pada usianya yang sudah berkepala tiga, Mendes menampilkan etos kerja luar biasa di lini depan. Pemain sayap yang menghabiskan mayoritas karier di Liga Turki tersebut mencatatkan performa impresif.

Mendes berhasil melepas 6 upaya tembakan ke gawang dan 1 asis. Dirinya turut melakukan 132 kali sprint berintensitas tinggi sepanjang turnamen. Sebagai pemain yang rajin bergerak, pemilik nomor punggung 20 itu juga mencatatkan 112 kali bergerak membuka ruang untuk meminta umpan, di antaranya adalah 30 kali sukses menerima bola di ruang antarlini tengah dan belakang lawan.

Dongeng Cape Verde memang sudah dihentikan Argentina, tetapi untuk pertama kalinya mereka membuat La Albiceleste kerepotan sejak final Piala Dunia 2022 melawan Prancis. Siapa sangka, tim debutan ternyata tidak pernah kalah selama waktu normal (90 menit). Bisa jadi, ini adalah awal dari kisah para Hiu Biru di kancah sepak bola internasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article