Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Pelatih Jerman yang Menangani Klub Premier League 2026/2027

3 min read
4 Pelatih Jerman yang Menangani Klub Premier League 2026/2027
ilustrasi bola berlogo Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)
  • Premier League 2026/2027 memiliki empat pelatih Jerman: Daniel Farke di Leeds United, Fabian Huerzeler di Brighton, Marco Rose di Bournemouth, dan Matthias Jaissle di Newcastle United.
  • Farke membawa Leeds ke posisi kelima dengan 9 poin tanpa kalah dalam lima laga, sedangkan Huerzeler menempatkan Brighton di peringkat ketiga dengan 10 poin.
  • Rose belum meraih kemenangan liga bersama Bournemouth yang berada di urutan 17, sementara Jaissle mengawali tugas di Newcastle dengan posisi kesembilan dan 8 poin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

English Premier League 2026/2027 didominasi pelatih asing. Musim ini, hanya ada tiga pelatih Inggris yang menukangi klub. Jerman menjadi salah satu negara yang kerap mengirim talenta terbaik beradu strategi di kasta teratas Liga Inggris. Menurut Transfermarkt per 7 Oktober 2026, ada empat pelatih Jerman yang menangani klub Premier League 2026/2027.

  1. 1. Daniel Farke memasuki musim keempat menukangi Leeds United pada 2026/2027

    Daniel Farke berhasil membuat Leeds United bertahan di Premier League untuk 2026/2027. Setelah promosi pada 2025/2026, juru taktik berusia 49 tahun ini membawa tim kompetitif. Leeds mampu finis di peringkat 14 dengan mengumpulkan 47 poin. 

    Pada awal 2026/2027, racikan Farke terbukti menjanjikan dengan membuat Leeds belum terkalahkan. Dari 5 laga, Leeds berhasil meraih 2 kemenangan dan 3 keimbangan. Ini membuat Leeds mengoleksi sembilan poin dan bertengger di urutan kelima hingga pekan kelima. Jika bisa konsisten, Leeds berpeluang bersaing di papan atas memperebutkan jatah lolos ke Eropa.

  2. 2. Fabian Huerzeler tampil mengesankan sebagai pelatih muda untuk Brighton & Hove Albion

    Fabian Huerzeler menjalani musim ketiganya bersama Brighton & Hove Albion pada 2026/2027. Sebagai pelatih muda, perkembangannya cukup pesat dengan konsisten membawa Brighton bersaing di zona Eropa. Musim 2025/2026 lalu, Brighton mengakhiri Premier League di peringkat 8 dan berhak lolos mewakili Inggris di Liga Konferensi Eropa 2026/2027. 

    Bersama Brighton, Huerzeler menunjukkan permainan agresif. Sejauh ini, kiprah tim cukup apik hingga pekan kelima Premier League. Brighton baru kalah sekali. Brighton menempati posisi ketiga dengan koleksi sepuluh poin, hasil dari 3 kali menang dan 1 kali imbang. Dengan performa menjanjikan pada awal liga, Brighton berpeluang kompetitif hingga akhir musim.  

  3. 3. Marco Rose memulai karier baru di Bournemouth pada musim panas 2026

    Marco Rose memulai tantangan baru berkarier di Inggris bersama Bournemouth. Pada musim panas 2026, pelatih 50 tahun ini direkrut untuk menggantikan Andoni Iraola. Kehadirannya ke Vitality Stadium ini bertujuan untuk membawa tim kompetitif. Tidak hanya di ajang domestik, tetapi juga di Eropa. Bournemouth akan menjalani musim pertama mentas di Liga Europa.

    Kiprah Rose dalam meracik skuad Bournemouth terbilang tidak mulus pada awal 2026/2027. Meski mampu menang di Liga Europa dan Piala Liga Inggris, Bournemouth belum mendapatkan tiga poin di Premier League. Dari 5 laga, Bournemouth kalah 2 kali dan imbang 3 kali. Ini membuat Bournemouth terjebak di papan bawah menempati urutan 17 hanya dengan 3 poin. Jika tidak segera membawa tim bangkit, ancaman pemecatan bisa menghampiri Rose. 

  4. 4. Matthias Jaissle menangani Newcastle United menggantikan Eddie Howe

    Matthias Jaissle datang ke St. James’ Park hanya beberapa hari sebelum musim 2026/2027 bergulir. Keputusan Eddie Howe mundur sebagai pelatih Newcastle United membuat manajemen bergerak cepat. Jaissle yang baru berusia 38 tahun lalu ditunjuk menggantikan.

    Kendati masih muda, Jaissle sudah punya pengalaman melatih di beberapa klub. Sejak 2019, ia sudah menakhodai akademi Salzburg, FC Liefering, RB Salzburg hingga Al Ahli. Ketika melatih RB Salzburg, ia mempersembahkan 2 trofi Bundesliga Austria dan 1 Austrian Cup. Sementara di Al Ahli, ia mampu menghadirkan 2 AFC Champions League dan 1 Saudi Pro Cup.

    Racikannya terbilang menjanjikan dalam lima laga awal Premier League 2026/2027. Newcastle mampu berada di posisi 9 dengan koleksi 8 poin. Newcastle berhasil menang dan imbang dalam 2 laga dan baru 1 kali mengalami kekalahan. Dengan performa yang menjanjikan, Newcastle berpotensi kembali kompetitif di bawah asuhan pelatih kelahiran Nuertingen ini.

    Sederet pelatih di atas menunjukkan penampilan mengesankan pada awal musim 2026/2027. Kendati belum semua, beberapa di antaranya mulai konsisten hingga mampu bersaing. Konsistensi perlu ditingkatkan agar bisa bermain kompetitif sepanjang musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More