Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bulgaria, Kuda Hitam yang Menerjang Jerman di Piala Dunia 1994
ilustrasi stadion sepak bola (unsplash.com/Bruce Barrow)
  • Bulgaria memutus rekor 16 laga tanpa kemenangan di Piala Dunia dengan menaklukkan Yunani 4-0, membuka jalan kebangkitan mereka di turnamen 1994.
  • Tim asuhan Dimitar Penev mengejutkan dunia dengan mengalahkan Argentina 2-0 dan melaju ke babak gugur sebagai runner-up Grup D.
  • Puncak kejutan terjadi saat Bulgaria menyingkirkan juara bertahan Jerman 2-1 lewat gol Stoichkov dan Letchkov, sebelum finis di posisi keempat—prestasi terbaik sepanjang sejarah mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski berstatus sebagai juara empat kali, Jerman kerap menjadi korban saat berlaga di Piala Dunia. Terbaru, mereka kalah adu penalti 3-4 melawan Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Adu tos-tosan terpaksa ditempuh setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Sebelum Paraguay, Bulgaria di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat menjadi tim lain yang mempermalukan Der Panzer. Datang tanpa status unggulan, tim berjuluk The Lions tersebut menggila dan mengacak-acak dominasi tim raksasa. Sebab, Jerman bukan satu-satunya korban terjangan Bulgaria saat itu.

1. Sukses memutus rekor buruk 16 pertandingan tanpa kemenangan di Piala Dunia

Sebelum menginjakkan kaki di Amerika Serikat, Bulgaria sebenarnya memiliki rekor buruk di Piala Dunia. Dilansir situs resmi FIFA, dalam 16 laga sepanjang 5 partisipasi sebelumnya (1962, 1966, 1970, 1974, dan 1986), Bulgaria gagal mendapat kemenangan. Pada penyisihan grup Piala Dunia 1994, mereka tergabung bersama Argentina, Yunani, dan Nigeria di Grup D.

Tren buruk tersebut sempat berlanjut menjadi 17 laga setelah takluk 0-3 di tangan Nigeria saat melakoni laga pertama fase grup. Namun, catatan negatif itu akhirnya tuntas pada pertandingan kedua. Bulgaria sukses membantai Yunani dengan skor telak 4-0. Untuk pertama kalinya, mereka tidak lagi merasa kerdil di tengah persaingan antarnegara.

2. Mampu membungkam tim raksasa, Argentina, dengan skor 2-0 pada laga terakhir fase grup

Kemenangan atas Yunani langsung membakar mentalitas bertanding anak asuh Dimitar Penev saat itu. Pada laga terakhir Grup D, Bulgaria menantang raksasa Amerika Selatan, Argentina. Meski La Albiceleste saat itu terguncang akibat skandal doping Diego Maradona, mengalahkan mereka tetaplah misi berat. Namun, lewat performa disiplin dan serangan balik cepat, Bulgaria sukses membungkam Argentina dua gol tanpa balas sekaligus mengamankan tiket ke babak gugur sebagai runner-up grup.

3. Bulgaria berhasil comeback ketika menghadapi Jerman pada semifinal

Masuk fase 16 besar, Bulgaria harus bersusah payah menekuk Meksiko lewat adu penalti sekaligus melanjutkan kejutan. Puncak keajaiban terjadi pada perempat final saat berhadapan dengan juara bertahan, Jerman. Sempat tertinggal lebih dulu lewat penalti Lothar Matthaus, Bulgaria menolak menyerah. Mereka membalikkan keadaan melalui tendangan bebas Hristo Stoichkov (menit ke-73) dan sundulan Yordan Letchkov (menit ke-75). Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan selesai dan Jerman pulang lebih cepat. Sofascore menyebutnya sebagai salah satu momen paling mengejutkan di Piala Dunia 1994.

4. Striker Hristo Stoichkov jadi motor utama kejutan Timnas Bulgaria di Piala Dunia 1994

Kesuksesan Bulgaria melaju ke semifinal tidak lepas dari ketajaman sang striker andalan, Hristo Stoichkov. Pemain yang saat itu merumput bersama Barcelona tersebut tampil sangat tajam di lini depan. Stoichkov sukses mengemas enam gol sepanjang turnamen, termasuk gol-gol krusial ke gawang Italia dan Jerman. Catatan impresif ini membuatnya menyabet top scorer bersama penyerang Rusia, Oleg Salenko.

5. Finis sebagai peringkat keempat Piala Dunia 1994 menjadi prestasi tertinggi Bulgaria hingga sekarang

Laju Bulgaria terhenti pada semifinal setelah kalah tipis 1-2 dari Italia. Mereka juga harus merelakan status peringkat ketiga setelah ditaklukkan Swedia dengan skor telak 0-4. Kendati demikian, finis sebagai peringkat keempat pada 1994 adalah pencapaian tertinggi Bulgaria selama berpartisipasi di Piala Dunia. Prestasi tersebut belum mampu diulangi hingga sekarang.

Kisah Hristo Stoichkov dkk di Amerika Serikat pada 1994 membuktikan, kerja keras dan mentalitas pantang menyerah mampu menumbangkan tim kuat di lapangan hijau. Meski Bulgaria belum pernah kembali lolos ke ajang tersebut sejak 2002, harapan atas munculnya tim kuda hitam selalu ada. Pada 2026, Norwegia dan Maroko mendapat predikat sebagai penjegal laju tim-tim besar. Namun, keduanya juga tumbang pada perempat final.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article