Daftar Negara yang Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026, Bukan Cuma Iran

- Iran mengancam boikot Piala Dunia 2026 setelah FIFA menolak permintaan mereka memindahkan seluruh laga Grup G ke Meksiko.
- Spanyol dan Jerman sempat diterpa isu boikot akibat ketegangan politik dengan Amerika Serikat, namun DFB memastikan Jerman tetap ikut serta.
- Kebijakan visa Amerika Serikat yang melarang warga Iran dan Haiti berpotensi menghambat kehadiran suporter dari beberapa negara peserta.
Jakarta, IDN Times - Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tinggal menghitung bulan. Namun, persiapannya justru dibayangi ketegangan geopolitik, yang memicu spekulasi boikot dari berbagai negara peserta.
Dari 48 peserta, beberapa di antaranya menghadapi masalah serius terkait kebijakan luar negeri dan larangan perjalanan. Iran menjadi negara yang paling vokal menyuarakan ancaman mundur jika tuntutan mereka tidak dipenuhi oleh FIFA dan tuan rumah.
1. Iran ngotot pindah ke Meksiko, tapi ditolak FIFA
Iran tentu menjadi negara paling depan yang siap memboikot ajang paling prestisius ini. Pemerintah Iran, melalui Menteri Olahraga Ahmad Donyamali, menyatakan Tim Melli tidak akan menginjakkan kaki di negara musuh dalam kondisi apa pun.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) berkenan tetap berpartisipasi asalkan seluruh laga Grup G dipindah ke Meksiko. Namun, proposal mereka untuk menghadapi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru di Meksiko ditolak FIFA, yang membuat boikot Iran tinggal menunggu waktu.
2. Spanyol dan Jerman?
Daily Mirror melansir, partisipasi Spanyol di Piala Dunia juga sempat menjadi tanda tanya usai Presiden AS, Donald Trump, mengancam memutus hubungan dagang dengan Negeri Matador. Ancaman ini buntut dari penolakan Perdana Menteri Pedro Sanchez untuk mendukung serangan militer AS ke Iran.
Di sisi lain, desakan boikot juga sempat menerpa Timnas Jerman pada bulan Januari lalu terkait operasi militer AS di Venezuela dan isu Greenland. Namun, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bergerak cepat menepis rumor tersebut, dan memastikan Der Panzer tetap akan berpartisipasi dalam turnamen.
3. Ancaman dari kebijakan visa AS
Meski mayoritas negara Eropa seperti Inggris, Prancis, hingga Belanda menolak ide boikot, masalah besar lain justru datang dari kebijakan internal tuan rumah. Pemerintahan Trump memberlakukan larangan masuk penuh bagi warga negara Iran dan Haiti dengan memblokir akses visa.
Kondisi ini praktis akan melarang suporter dari negara-negara tersebut untuk datang mendukung tim kesayangannya secara langsung di stadion. Masih dalam laporan yang sama, masalah visa dan krisis administratif serupa juga mengancam partisipasi suporter dari negara-negara seperti Senegal, Nigeria, Brasil, hingga Argentina.


















