Polemik Jambak Rambut Premier League Muncul Lagi

- Wasit Premier League kembali disorot setelah Daniel Ballard dari Sunderland dikartu merah usai VAR menilai ia menjambak pemain Wolves, Tolu Arokodare, pada laga pekan ke-35.
- Insiden jambak rambut ini menambah daftar tiga kasus serupa musim ini, memunculkan kritik terhadap inkonsistensi standar keputusan wasit di berbagai pertandingan Premier League.
- FA menegaskan setiap tindakan menarik rambut dianggap ofensif dan wajib dihukum, meski beberapa pelatih seperti Michael Carrick menilai keputusan wasit dalam kasus tertentu terlalu berlebihan.
Jakarta, IDN Times - Kinerja wasit Premier League kembali jadi sorotan. Pada pekan 35, ada keputusan wasit yang kembali menjadi perdebatan, selain aroma handball gol dari striker Manchester United, Benjamin Sesko, ke gawang Liverpool, Minggu (3/5/2026).
Insiden itu melibatkan bek Sunderland, Daniel Ballard, yang mendapat kartu merah akibat indikasi menjambak pemain Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare, di Molineux Stadium, Sabtu (2/5/2026). Awalnya, Ballard gak diusir wasit Paul Tierney. Tapi, pendirian Tierney berubah ketika Video Assistant Referee melakukan intervensi.
1. Sempat main lagi, tapi akhirnya diusir
Tierney awalnya sempat dibiarkan bermain setelah kejadian tersebut. Namun, pendirian Tierney berubah setelah VAR melakukan intervensi dan memberikan rekomendasi jika Ballard harus diusir keluar lapangan.
"Setelah tinjauan VAR, wasit memberikan kartu merah kepada Ballard karena tindakan kekerasan. Setelah ditinjau, pemain Sunderland nomor lima dengan jelas menarik rambut pemain Wolves. Keputusan akhir, kartu merah karena pelanggaran dengan bentuk serangan," begitu pernyataan resmi VAR.
2. Jambakan kembali sorotan
Suporter Wolves sebenarnya patut senang ketika Ballard diusir. Tapi, mereka juga menyindir kinerja perangkat pertandingan akibat standar yang diterapkan di setiap laga selalu berbeda.
Termasuk Ballard, ada tiga kasus jambakan yang terjadi di Premier League musim ini. Bek Manchester United, Lisandro Martinez, dan pemain Everton, Michael Keane, juga mengalami hal serupa beberapa waktu lalu.
3. Kasus Martinez rancu
Terkait kasus Martinez, kejadiannya sebenarnya agak rancu. Pelatih interim MU, Michael Carrick, sampai dibuat bingung dengan keputusan wasit yang mengusir Martinez. Sebab, posisi Martinez dianggap tidak natural. Carrick menduga Martinez tak sengaja menarik rambut striker Leeds United, Dominic Calvert-Lewin.
"Itu bukan menarik, bukan tindakan agresif, dia hanya menyentuhnya lalu langsung dikartu merah. Itu keputusan yang mengejutkan," ujar Carrick, dilansir Daily Mirror.
Meski begitu, Komite Disiplin FA dengan tegas menyatakan setiap gestur jambakan, harus mendapatkan hukuman. Sebab, itu sudah menjadi bentuk ofensif dalam pertandingan.
"Dalam kepentingan sepak bola secara luas, tindakan menarik rambut tidak boleh ditoleransi," begitu pernyataan FA.


















