Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Daftar Pelatih Piala Dunia yang Mundur atau Dipecat Setelah Timnya Gagal, 2018—2026

Daftar Pelatih Piala Dunia yang Mundur atau Dipecat Setelah Timnya Gagal, 2018—2026
ilustrasi pelatih sepak bola (unsplash.com/thwhoai)
Intinya Sih
  • Sejumlah pelatih dari berbagai negara mundur atau dipecat setelah tim mereka gagal melangkah jauh di Piala Dunia.

  • Gagal memunuhi ekspektasi dan tersingkir lebih awal menjadi penyebab keputusan para pelatih ini untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab.

  • Piala Dunia 2026 masih berlanjut ke babak knockout, sementara tekanan terhadap pelatih terus meningkat dan kemungkinan ada nama lain yang akan menyusul mengundurkan diri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Piala Dunia tak hanya menyajikan pertandingan seru dari berbagai negara. Ajang ini juga menjadi panggung bagi para pelatih untuk adu strategi yang dapat menentukan nasib tim dalam jalannya turnamen.

Di balik sengitnya persaingan di atas lapangan, sejumlah pelatih menghadapi tekanan besar setelah gagal membawa timnya melangkah lebih jauh di Piala Dunia. Sebagian dari mereka akhirnya memutuskan untuk mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atau bahkan dipecat atas kegagalannya memenuhi ekspektasi.

Sejak edisi 2018 hingga sekarang, sudah ada banyak nama pelatih Piala Dunia yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal. Berikut daftar nama-namanya.

Table of Content

1. Pelatih Piala Dunia 2018 yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal

1. Pelatih Piala Dunia 2018 yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal

Sepanjang berlangsungnya Piala Dunia 2018 di Rusia, ada sejumlah pelatih yang dipecat atau memilih mengundurkan diri dari posisinya karena gagal memenuhi target. Berikut daftarnya.

Jorge Sampaoli

  • Pelatih negara: Argentina
  • Alasan: Gugur di babak 16 besar Piala Dunia 2018

Hector Cuper

  • Pelatih negara: Mesir
  • Alasan: Gagal lolos fase grup Piala Dunia 2018

Akira Nishino

  • Pelatih negara: Jepang
  • Alasan: Kontrak habis setelah Piala Dunia 2018 (Jepang kalah di 16 besar)

Hernan Dario Gomez

  • Pelatih negara: Panama
  • Alasan: Mundur setelah Piala Dunia 2018 (Panama gagal lolos dari fase grup)

Heimir Hallgrimsson

  • Pelatih negara: Islandia
  • Alasan: Mundur usai Piala Dunia 2018 (Islandia tersingkir di babak grup)

Adam Nawalka

  • Pelatih negara: Polandia
  • Alasan: Mundur setelah tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2018

2. Pelatih Piala Dunia 2022 yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal

Sepanjang berlangsungnya Piala Dunia 2022 di Qatar, ada sejumlah pelatih yang dipecat atau memilih mengundurkan diri dari posisinya karena gagal memenuhi target. Berikut daftarnya.

Roberto Martinez

  • Pelatih negara: Belgia
  • Alasan: Mundur setelah gagal di fase grup

Tite

  • Pelatih negara: Brasil
  • Alasan: Mundur setelah tersingkir di perempat final

Loius Van Gaal

  • Pelatih negara: Belanda
  • Alasan: Hanya dikontrak untuk Piala Dunia 2022 (Belanda gugur di perempat final)

Gerardo Martino

  • Pelatih negara: Meksiko
  • Alasan: Mundur karena gagal di fase grup

Otto Addo

  • Pelatih negara: Ghana
  • Alasan: Mundur setelah tersingkir di babak grup

Luis Enrique

  • Pelatih negara: Spanyol
  • Alasan: Didepak setelah tersingkir di babak 16 besar

Paulo Bento

  • Pelatih negara: Korea Selatan
  • Alasan: Mundur usai tersingkir di babak 16 besar

Fernando Santos

  • Pelatih negara: Portugal
  • Alasan: Mundur setelah kalah dari Maroko di perempat final

3. Pelatih Piala Dunia 2026 yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal

Nah, pada gelaran Piala Dunia 2026 yang masih berlangsung hingga artikel ini terbit pun ada sejumlah pelatih yang dipecat atau memilih mengundurkan diri dari posisinya karena gagal memenuhi target. Berikut daftarnya.

Ronald Koeman baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih timnas Belanda. Keputusan ini diambil setelah timnya tersingkir dari babak 32 besar Piala Dunia 2026. Belanda sebelumnya dikalahkan Maroko lewat drama adu penalti.

Catatan tersebut bisa dibilang menjadi penurunan performa dari edisi sebelumnya. Seperti diketahui, di Piala Dunia 2022 lalu, Belanda mampu melangkah hingga babak perempat final meski akhirnya kalah dari Argentina lewat adu penalti juga. Hasil di Piala Dunia 2026 juga memupus harapan Tim Oranje untuk meraih gelar Piala Dunia pertamanya sepanjang sejarah.

Bagi Koeman sendiri, ia sebelumnya mulai melatih Belanda menggantikan Louis Van Gaal setelah Piala Dunia 2022. Tugas ini menjadi periode keduanya melatih Tim Oranje setelah sebelumnya pada 2018 hingga 2020. Di periode keduanya bersama Belanda, Koeman juga sempat mampu membawa tim ini lolos ke semifinal Euro 2024

Berikutnya ada Marcelo Bielsa. Ia memikul tanggung jawab penuh atas kegagalan Uruguay di Piala Dunia 2026. Lebih parah dari Belanda, La Celeste bahkan tak mampu lolos dari fase grup, sehingga hasilnya terasa sangat mengecewakan.

Bielsa sendiri sebelumnya menjadi pelatih Uruguay sejak Mei 2023. Sebelum Piala Dunia 2026, ia sempat membawa timnya menjadi peringkat ketiga di Copa America 2024.

Sayangnya, kebersamaan Bielsa bersama Uruguay harus selesai lebih cepat. Kontrak tiga tahunnya dengan federasi resmi berakhir bersamaan dengan gagal lolosnya Uruguay dari fase grup Piala Dunia 2026.

  • Miroslav Koubek

Senasib dengan Uruguay, Republik Ceko juga gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Mereka gagal lolos dari fase grup setelah menjadi juru kunci Grup A dengan koleksi 1 poin saja. Hasil ini turut membuat pelatihnya, Miroslav Koubek, mengundurkan diri.

Koubek sebenarnya baru bergabung dengan Ceko pada Desember 2025. Pelatih berusia 74 tahun itu mengambil peran sejak babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026. Waktu itu, ia membawa Ceko meraih kemenangan adu penalti berturut-turut atas Irlandia dan Denmark yang memastikan negaranya kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun.

  • Steve Clarke

Lanjut ada Steve Clarke. Ia mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Skotlandia setelah gagal lolos dari babak grup Piala Dunia 2026. Skotlandia sebelumnya hanya mampu finis di urutan ketiga Grup C dengan torehan 3 poin dari 3 laga. Meski sempat berkesempatan lolos melalui jalur peringkat 3 terbaik, mereka akhirnya tetap gagal karena kalah selisih gol dari negara lain.

Gugurnya Skotlandia di fase grup Piala Dunia 2026 juga menandai berakhirnya masa bakti Clarke sebagai pelatih. Pria berusia 62 itu telah memimpin tim selama tujuh tahun dan membawanya ke Piala Dunia pertama setelah 28 tahun.

  • Hong Myung-bo

Pelatih berikutnya adalah Hong Myung-bo. Ia mundur dari posisi pelatih timnas Korea Selatan usai kegagalannya lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. Taeguk Wariors sebelumnya hanya mampu finis di urutan 3 Grup A Piala Dunia 2026 dan gagal masuk peringkat 3 terbaik.

Hong Myung-bo sebelumnya sudah memimpin Korea Selatan sejak 2024. Ia mampu membawa Korsel melewati babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa kekalahan. Sayangnya, hasil tersebut tak berlanjut di turnamen utama yang mengharuskan timnya pulang lebih awal.

  • Sabri Lamouchi

Sebelum nama-nama di atas, Sabri Lamouchi menjadi pelatih pertama yang dipecat di Piala Dunia 2026. Ia didepak dari posisi pelatih timnas Tunisia setelah kalah 1-5 dari Swedia di laga pertama Grup F. Setelah itu, posisi pelatih diambil Herve Renard yang akhirnya juga gagal membawa Tunisia lolos dari fase grup.

Itulah tadi sejumlah pelatih Piala Dunia yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal. Menurutmu, siapa lagi, nih, yang bakal menyusul?

Untuk informasi Piala Dunia 2026 selengkapnya, bisa cek pada laman Soccertime IDN Times di bawah ini, ya.

FAQ pelatih Piala Dunia yang mundur atau dipecat setelah timnya gagal

Siapa saja pelatih Piala Dunia 2026 yang mundur setelah timnya gagal?

Sejauh ini ada beberapa nama. Sebut saja dari Ronald Koeman (Belanda), Marcelo Bielsa (Uruguay), Steve Clarke (Skotlandia), Miroslav Koubek (Ceko), dan Hong Myung-bo (Korea Selatan).

Kenapa pelatih Piala Dunia 2026 banyak yang mundur setelah timnya gagal?

Biasanya karena mereka merasa bertanggung jawab atas kegagalan memenuhi target atau ekspektasi. Selain itu, bisa juga karena tekanan besar dari para penggemar.

Kenapa Hong Myung-bo dihujat?

Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo dihujat karena kegagalannya membawa tim lolos dari babak grup Piala Dunia 2026. Ia pun sudah memutuskan mundur dari jabatan tersebut.

Siapa pelatih terbaik FIFA 2022?

Lionel Scaloni meraih predikat pelatih terbaik FIFA 2022. Salah satu alasannya karena ia mampu membawa Argentina juara Piala Dunia 2022.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More